Jan 23, 2007

The McNaught comet

The McNaught comet nampak indah di awal pagi terlihat dari kawasan Pucon, Calafquen Lake sector, Chile.

The McNaught Comet melintasi langit senja diatas Devil's Head mountain, di Canadian Rocky Mountains, west of Cremona, Alberta, Canada, hari Kamis, 11 Januari 2007. For the next few days this comet can be seen with the unaided eye close to the sun and near the horizon in both the evening and morning


The McNaught Comet dilihat dari Dunedin di New Zealand tanggal 18 January 2007. Komet ini dinamakan setelah astronom Australia Robert McNaught menemukan ini tahun lalu, 124 million kilometres from Earth and is the brightest comet in 40 years, sparking mistaken calls to fire and police authorities around New Zealand that something was falling from the sky. It's really amazing, tapi kita gak bisa melihatnya hehehe, sayang ya.

Ejekan !

Saya punya teman, yang kadang saya panggil dengan sebutan Tiang, tau lah pasti karena alasan tinggi badannya yang setinggi tiang telepon itu. Ada juga Ucil, karena mirip Oni Syahrial di sinetron Tuyul itu. Panggilan kampret, ato juga monyet dsb. Belum lagi semasa SMA, di manapun ada Saya, yang pasti Saya hobi banget buat celetukan dan pastinya, guyonan fisik yang jadi bahan tertawaan buatt temen2 lainnya.

Apalagi sekarang kalo di kantor, saling 'jatuhin' di muka publik dengan penggilan-panggilan ato jokes gitu mah udah biasa, jamak dan harus kuat mental.

Lebih-lebih waktu semasa duet ma Tari di Kiss Good Morning, Saya selalu pangil dia dengan panggilan yang beragam. hehehehe, banyaaaaaaaaak banget, kadang Prety, Gembrot, Badak Belang, Botol kecap, Nanas Rebus, Panci Rusak, Ratu Lumpur, Asap Neraka, Ratu sihir, dan sebagainya. Pokoknya sepuas hati menghina dah....

Tapi dia nggak pernah marah dan protes, paling cuma teriak komplain dan kecewa karena 'julukannya' gak keren, " Enak aja !!"
Soal ngejek, memang gak dibawa sampe habis siaran. Selesai On Air ya udah kita anggap 'bubar'. Pokoknya Saya senang karena dia bisa diajakin 'gila' dalam 'bahasa' cowok. No hard feeling banget dah...

Pernah, saya dipanggil 'tulang kering' dan 'Deggg...gg' rasanya telinga Saya panas dan hasilnya ?? acara On air belum selesai separuh perjalanan, tapi Saya udah nggak mood dan ogah-ogahan nyambungin obrolan ma dia.

Ternyata saya sakit ati, dikatain gitu...Dia bercanda tapi kok saya jadi sebel dan sok sensi ya ??? Higga hari berikutnya On Air agak 'garing'.

What's wrong ?? Kenapa juga Saya gak terima ?
Jangan-jangan begini juga perasaan orang lain, yang kadang saya ejekin walopun dalam konteks becanda. Jangan-jangan mereka juga kadang sensi dan punya masalah, jadi gak mood dibencandain.

Wahhhh, jangan-jangan Saya harus mengurangi kebiasaan 'jelek' ini, ato Saya harus bisa lebih cuek dan nggak nganggep celetukan mereka ?
ato Saya yang masih harus belajar lebih pandai 'mengamati' suasana lawan yang mau Saya ejekin ???

:)

Hoobastank Live in Concert


Hoobastank Live in Concert
Java Musikindo
Sabtu, 27 Januari 2007
Tennis Indoor Senayan, Jakarta20.00 WIB

Ada kabar bagus buat Kawan Muda yang katanya penggemar Hoobastank!
27 Januari 2007 mendatang, Hoobastank akan konser lagi di Indonesia. Sebelumnya grup musik asal Amerika itu pernah datang ke Jakarta tahun 2004 lalu. Konser group yang Hip banget dengan single The Reason ini bakal digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Nah, kalo kamu punya duit jangan terlewatkan untuk menyaksikan aksi Douglas Robb (Vocal), Dan Estrin (Gitar) dan Chris Hesse (Drum) ditambah 1 personel tambahan Josh Moreau (Bass) yang menggantikan Markku Lappalainen.

Soal tiket, dah ada duit ? Tiket: Tribune Rp 250.000 Festival Rp 275.000

Hiksssss...padahal waktu itu aku janji kalo mereka datang lagi pengen nekat berangkat buat nonton, tapi apalah daya...tetep aja GAGAL maning, GAGAL maning !!

Jan 20, 2007

You're Beautiful

You're Beautiful
Saat aku melihatmu duduk diujung lab komputer

You're Beautiful
Saat aku menggodamu di perpustakaan dengan surat kaleng

You're Beautiful
Saat pertama kali kencan kau mengintipku di jendela

You're Beautiful
Saat kembali ku menemuimu setelah sekain lama perpisahan

You're Beautiful
Saat bersedia mengarungi ombak masa depan denganku

You're Beautiful
Saat menerimaku menjadi suamimu

You're Beautiful
Saat kamu terlelap dalam buaian mimpi

You're Beautiful
Saat kulihat bola matamu menunggu kedatanganku didepan pintu

You're Beautiful
Saat membuatkan makanan dan kau berikan dengan cinta padaku

You're Beautiful
Saat menemaniku dalam lelah di siaran malamku

You're Beautiful
Saat tak mengeluh dengan banyaknya pekerjaanmu

You're Beautiful
Saat mengandung anakku

You're Beautiful
Saat mengalami perubahan tubuh di kehamilanmu

You're Beautiful
Saat mencium pipiku dan bilang tetap akan mencintaiku

You're Beautiful
Yes, You're really Beautiful
Saat kau bilang mencintaiku tanpa ingin merubah diriku dan apa adanya.



Love u Ganong...

Jan 19, 2007

Handphone kamu

Kehidupan semakin modern dan alat komunikasi juga semakin beragam dan sangat diperlukan.
Semua bisa beli, bisa pakai, bisa milih dan bisa 'memanfaatin' kecanggihannya.
Apalagi HP nya udah kuno, katrok dan ndeso....hehehe gitu kata Om TukuL

Mari kita sedikit belajar pandai, dan berikut cara memanfaatkan yang 'bijak'

Sapa tau bisa buat jebakan tikus :)

Buat make up dandanan, bedakan

Sapa tau pas jemur pakaian butuh jepitan

Wadah sabun unik juga perlu

ato juga buat jepretan karet

hehehehe, paling2 juga buat ganjal pintu


So HP juga bermanfaat dan gak dipake telpon aja kan ?? hehehe

Ayo Melangkah !!



Coba kita kembali mengingat-ingat, apa saja yang membuat kita merasa 'bosan' menjalani kehidupan.

- Putus hubungan dengan pasangan,
- Pekerjaan yang berantakan,
- Karir yang mungkin tidak sesuai harapan,
- Kekayaan yang tak kunjung sama dengan impian,
- Monoton nya segala sesuatu yang kita jalani,
- dan masih banyak lainnya.

Segala masalah yang menghalang perjalanan kita rasanya pengen kita sikat habis-habisan. Biar lancar dan mulus kaya di jalan tol.

Btw, Saya juga pernah 'menangis darah' (istilah untuk sedih saya yang rasanya menjadi TERBURUK dalam sejarah sedih Saya dan kendor semangat buat apapun) meratapi kepergian Pacar yang ternyata Dia ngaku balik lagi sama mantannya.

Berhari-hari bahkan berbulan-bulan sepertinya Saya tidak memiliki semangat untuk apapun, dan nggak mau melakukan apapun. Nasehat-nasehat dari teman, sodara dan siapa pun rasanya emang sudah kebal di telinga, alias masuk kiri keluar kanan istilah orang.
Saya pun cuma bisa meratapi dan meratapi dan berharap 'waktu bisa berbalik' lagi dan saya pun punya kesempatan untuk merubah banyak hal yang gak saya inginkan terjadi. Pokoknya gimana caranya supaya saya bisa 'jadian' lagi dengan pacar saya waktu itu.

TIBA DALAM SATU TITIK, dimana Saya meliat secercah cahaya 'kehidupan' yang lebih berarti walopun tanpanya...Saya melihat banyak hal yang sudah saya tinggalkan dan berantakan, dan merasa kalo saya 'JUST BIG LOOSER'.

Fine !! Saya sadar dan mengerti, kehidupan Saya memang bukan dengan dia. Saya memberanikan diri mendatangi dia, Saya katakan perpisahan dengan tegas dan bilang kalo memang saya tidak tepat dengannya, dan saya bilang Good Luck dengan segala pilihan dan dalam hati saya bilang, "Lihat Saya nanti". Ternyata 'semangat' Saya yang selalu menggebu itu muncul lagi, dan semakin membuktikan kalo Saya mampu 'hidup' tanpanya.

Ternyata, banyak sudah perubahan yang bisa (ato mungkin) harus dengan terpaksa kita hadapi semua karena waktu, yang akan membuat kita menyesuaikan dengannya. Kehidupan masih juga sama berjalan, sama kejamnya mungkin. Jadi tidak perlu waktu men "DRAMA' terlalu lama, karena sayang waktu yang kita lewatkan menjadi terbuang sia-sia.

Bukan teman ato sodara ato siapapun,yang bisa membantu kita berjalan dari keterpurukan. Tapi hanya kemauan dalam diri dan tinggal kita bilang, kapan ingin melangkahkan kaki untuk segera beranjak....

Wabah TUKUL !!


Segar, Fresh, Seger, Cerdas, Cespleng, Tukang Cablak, Kutu Kupret, Katrok, Kempiritz hehehe.

Hiburan yang selalu aku nanti, untuk lepaskan penatnya seharian kerja. Biarpun kadang bini ku cemberut karena liat aku ketawa ngakak dengan megang perut karena saking sakitnya.....hehehehe dan dia cuma bingung, aku ngetawain apa....hahahaha. Frase yg sering Mas Tukul Arwana lontarkan seperti "kembali ke lappp .. top" sangat nempel di otak.

Wong ndeso tapi berlaptop, dan sering baca email lwt PDA. Mas Tukul Arwana lebih ancur dan katrok
waaah, pancene wong ndeso, nyablak, kutu kupret, ra mbois babar sisan, ra nduwe udel, omonge okeh .. woow sobek-sobek mulutmu ya ...!!

Ungkapan ndeso tapi keren seperti "Sobek-sobek mulutmu ..", "Sana .. kembali ke pohon", "Woow ... pancen ndesooo".
... Wes .. Puas !!... Puas ...!! Puas !!!. Ooo Ndeso.

GAk disangka pas buka
kamus Wiki ternyata sejarah 'kelam Om TUKUL muncul, hehehe.

Tukul Arwana adalah pelawak dari Perbalan Semarang. Pada waktu muda, Tukul sering tampil melucu di panggung tujuh-belas agustusan, dan Tukul pernah mencari nafkah sebagai sopir omprengan di Semarang. Tukul hijrah ke Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo.

Lontang-lantung di kontrakan di bilangan Blok S Jakarta Selatan Tukul banyak dibantu Joko dewo untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan, Tukul menikah dengan gadis berdarah Padang bernama Susi dan mempunyai anak semata wayang, bernama Vita. Setelah menikah Tukul dan keluarga tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa dan lain-lain.

Nasib mujur Tukul semakin mengental ketika diajak main Lenong Rumpi oleh Ramon Tommybens. Dan titik balik karir Tukul mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip Air dengan icon diobok-obok-nya. Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika TPI mempercayakannya Tukul menjadi Host acara musik “Aduhai” dan Acara “Dangdut Ria” di Indosiar. Dan namanya kian melesat sekarang ini ketika TV 7 Mempercayakan menjadi Host Talks show “Empat Mata”.

Jika dulu Tukul tinggal di kontrakan, sekarang Tukul sudah memiliki 3 rumah kontrakan dan 2 rumah besar di Cipete Utara. Di rumahnya Tukul mengumpulkan teman-teman seniman pelawak dari daerah dan membuat markas kecil ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Markas kreatif ini dinamakan Posko Ojo Lali.

Pokoknya Omsatu ini, sekarang emang ada di 'puncak'. hehhee OM Farhan aja kayaknya, LEWAT dah....kalo CERIWIS masih boleh diadu..hehehehe

Mas Tukul Arwana, tolong jangan berubah ya. Tetaplah jadi ndeso tapi modern, tetaplah manyun mancung tapi santun, tetaplah ancur tapi dandy, tetaplah pelihara kumis bersungut lele, tetaplah katrok tapi cerdas, tetaplah teriak-teriak sambil mata melotot bilang puas!!..puas!!...puas!! tapi bersahat, tetaplah lugu tapi ndeso ... waaaaa ... tetap saja kembali ke ndesooooo!!! Hehehe.

Fresh (Really) Drinks !!



Lime squash dumble perkish


Yang selalu membuat saya ketagihan.
Srupputan pertama...dan seterusnya selalu susah dilupakan.

greaaat !!

Gaji Pertama

Sedikit cerita, duluuuu sekali dimasa masih bujang (hehehe)......tapi tunggu dulu, aku lumayan masih muda kok gak tua2 banget just 23 years old,hehehe.
Rasanya kalo megang uang hasil 'kerja keras' dan 'jerih payah' sendiri memang tiada dua rasanya. Boleh dibilang itulah 'masa-masa' kita sangat menghargai apa arti selembar uang. Diawal-awal kerja, segala macem keinginan yang tak tertahankan lagi, bisa terpenuhi dan mampu diwujudkan kalopun itu dalam tahap 'waiting list' yang juga gak lumayan cepat. Alias bisa dapetin barang baru lagi, setelah gajian bulan depan dst.

Saya inget benar waktu itu, gajian pertama kali setelah 'diangkat' sebagai pegawai kerja beneran (baca: penyiar) cuma sebesar Rp. 89.000,- doang. Kira-kira tahun 99-an, di masa saya kelas 2 SMA dan teman2 yang lainnya masih dengan bangga 'pamer' harta orang tua...hehehe bikin sirik aja.

Wuihhhhhhhh, rasanya a whole the world pengen dibeli dengan uang 'berharga' itu. Karena memang uang itu bukan dikasih pas lebaran, pas berangkat sekolah, ato juga bukan ucapan terimakasih dari siapapun, melainkan dihargai dari 'kerja' kita.

Dengan uang segitu, langsung aku buat wish list yang pengen bisa dibeli.Macem-macem banget sampe kadang sadar memang 'semua' tidak bisa terpenuhi dan harus buat list priority...BIG THING yang ada dalam target wish list adalah HandPhone, Yup. waktu itu HP jadi salah satu barang paling 'presticious' di masa awal. Karena sebelumnya punya HP Nokia 'segede pisang goreng' karena dibelikan ortu.

Tapi rasanya gajian pertama, semua impian harus dihapuskan. Aku inget banget, waktu itu uang segede itu, aku pake buat NRAKTIR orang-orang.
Right, coz there too many person behind my starting succes point. ALias banyak orang yang mendukung aku dan aku cuma bisa bilang "Ntar kalo aku udah sukses, pasti gak akan lupain kamu-kamu semua !" hehehehe sound so Confident...

Janji, tetap aku pegang. Waktu itu....beberapa teman dekat di SMA, aku traktir walopun cuma bisa beliin soto ayam di kantin sekolah, at least itu merupakan ucapan terimakasih buat mereka yang kadang sering 'vote' aku diudara, hehehehe

Trussssssss, orang2 rumah juga kecipratan. Ortu, dan 2 Kakak ku juga aku ajakin beli makanan. Tapi lupa, waktu itu makan apa ya ??? Semua cuma bisa beli makanan, karena you know lah, uang segitu paling 'rame' kalo dibelikan makanan, alias CUKUP.

Langsung Ludes lah, tapi senang karena bisa 'membuktikan' kalo awal itulah yang membuat ku sangat percaya diri dan nyaman karena dikelilingi oleh orang2 yang sangat men 'support' ku.

Hari gini jarang Bosss, orang2 yang bener2 tulus mendukung kita. Hanya segelintir, itupun kalo gak ada udang dibalik batu.

Setelah gaji pertama itu, barulah di gajian ke empat dah bisa megang HP Nokia 3310 (yang waktu itu udah trendy banget) tentunya gak CUMA Rp. 89.000,- lagi. Mungkin juga berkat doa semua orang-orang itu.

Sekarang, orang2 itu (yang pernah aku traktir) sudah 'menjauh'. Dalam artian, sekarang kita masing2 udah punya kehidupan sendiri-sendiri. Tapi walopun begitu, aku cukup berterimakasih karena mereka lah, semua 'awal' ini akan terus dikenang. Jangan salah juga, kadang aku masih keep in touch juga kok. Kemaren Ririn (satu diantara yg kutraktir itu) nikahan, dan 'kita' semua kumpul ketemuan disitu. Seru + ngangenin.

Nah, sekarang pun 'ukuran' SUKSES yang tadinya mungkin cuma bisa aku hitung di 'level' satu, sekarang rasanya tidak cukup dan harus naik lagi di level tujuh. Dan buktinya, sekarang pun masih banyak yang mendukung disekitarku. Bukan orang2 yang dulu lagi, tapi 'orang-orang' baru yang kita temui dalam perjalan hidup kita yang berlembar-lembar ini. Terimaksih, atas semuanya...



Saya hanya ingin melangkah lebih jauh lagi......

Jan 14, 2007

Borat, in complete !!


Cerita tentang Borat dan ke 'edan' nannya memang tak ada habis & dua nya...Mau nyari DVD nya masih belum muncul...susah sekali....

Kalo udah ada, cepet nonton ya....memang TOP kt resensinya dan kehebohannya selama ini..ok

Pemeran : Sacha Baron Cohen, Pamela Anderson
Sutradara : Larry Charles
Penulis : Larry Charles, Sacha Baron Cohen

Sebagai Borat Sagdiyev, seorang turis dari Kazakhstan, Sacha Baron Cohen adalah tokoh komikal yang revolusioner, sejajar dengan Lenny Bruce, Andy Kaufman, Dr. Strangelove, Jon Stewart, Stephen Colbert dan Cartman dalam memerankan tokoh bodoh, rasis, pembenci wanita, anti-gay, membenci Yahudi, pecinta senjata api hingga gila perang dari Amerika. Borat akan membuat Anda tertawa hingga sakit dan Anda akan tetap meminta lebih.

Borat, dengan subjudul “Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan,” akan menghantui Anda. Minimal akan membayangi jika Anda bukan bagian dari pemuja Cohen dalam Ali G. Show yang ditayangkan perdana oleh HBO pada tahun 2003. Ini merupakan pertemuan pertama orang Amerika dengan tokoh komik Inggris yang bersembunyi di kembali beberapa alter ego. Sebagai jurnalis gangster, Ali G. sempat mengelabui para politisi (Newt Gingrich, Boutros Boutros-Ghali) dan para cendekiawan (Gore Vidal, Andy Rooney) dengan wawancara yang memalukan sekaligus mencerahkan. Sebagai Bruno, komentator fesyen gay dengan gaya busana Nazi, mengklaim dirinya sebagai pembawa aspirasi anak muda Austria. Dan kemudian ada Borat, reporter TV dari Kazakhstan yang kerap tersenyum, tanpa malu menyerang siapa saja dan dengan bangga bercerita saudara perempuannya adalah "pelacur nomor empat di seluruh penjuru negeri" dimana ritual -"pencalonan diri Yahudi" - selalu dirayakan setiap tahunnya ("Ayo anak-anak, hancurkan telur Yahudi itu sebelum menetas").

Kazakhstan adalah negara terbesar kesembilan di dunia, dan Cohen percaya pada fakta bahwa semua orang Amerika tahu tentang negara dan dirinya. Sebagai informasi, Cohen yang berusia 35 tahun, jauh sekali dari karakter Borat, Bruno, Ali G. atau Jean Girard, gay Prancis pembalap Formula Un yang mencium Will Ferrell tepat di bibirnya dalam “Talladega Nights : The Ballads of Ricky Bobby.” Cohen merupakan sarjana lulusan Cambridge University dengan background keluarga kelas menengah Yahudi yang saleh. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang menulis tesis sejarah tentang peran Yahudi pada masa pergerakan hak-hak sipil Amerika. Belum pernah "seekor serigala berbulu domba" menipu orang-orang polos dengan sekocak ini sejak “Little Red Riding Hood.”

Borat adalah komedi yang akan menjadi klasik dan mengagumkan (menyaksikannya sekali pasti kurang puas) dimana penyamaran Cohen ketika film baru dimulai akan langsung mengejutkan kita. Namun sepanjang penyamarannya, Cohen harus memfilmkan petualangan Borat bersama sutradara Larry Charles (debutnya dimulai dengan film Bob Dylan, “Masked and Anonymous,” sebuah judul yang cocok disini), dimana orang-orang berbaris, menandatangani rilisan dan mempercayai penipuan ini : bahwa Borat dengan kumis tebalnya, jas abu-abu belel, bahasa Inggris kacau dan fanatik yang keras kepala adalah benar-benar warga negara Kazakhstan yang tengah mendokumentasikan kebudayaan Amerika.

Memang tidak semua orang menyukai film ini. Pemerintah Kazakhstan sendiri terkejut ketika melihat negaranya digambarkan sebagai sebuah tempat dimana pria memperbudak wanita, menyetubuhi saudara perempuan mereka dan membuat wine dari air kencing kuda. Tak heran pula pengambilan gambar Kazakhstan dilakukan di Rumania. "Tidak terlalu banyak pemerkosaan dan hanya orang saja," ujar Borat kepada seorang temannya saat ia meninggalkan kampung menuju Amerika sambil membawa "sebotol kecil air mata Gypsy untuk mencegah AIDS." Cohen membuat slapstick terlepas dari semua kebodohannya, namun kemahirannya berperan satir ala Swiftian membuat Borat tampil prima.


Jangan sampai dibodohi dengan tampilan dokumenter palsu ini (ber-budget $18 juta) atau bagaimana pembuatannya (kecerdasan yang sembrono), film ini tidak akan membuang-buang waktu semenit pun dari durasi delapan puluh sembilan menitnya. Naskah ditulis Cohen bersama Anthony Hines, Peter Baynham dan Dan Mazer ini menjelaskan kepada kita bahwa Borat memiliki agenda terselubung saat datang ke Amerika. Ia menggemari “Baywatch” dan ingin melamar "sang perawan" Pamela Anderson sebagai istrinya. Ketika Borat melihat produsernya Azamat (Ken Davitian) tengah mengejek foto-foto Pam, ia mengamuk besar kepadanya. Jika Anda tidak muntah, adegan itu sangat kocak dan mengawali petualangan Borat keliling Amerika dengan truk es krim untuk mencari wanita idamannya.

Di sebuah rodeo di Virginia, Borat disambut dengan hangat saat ia berpidato di depan massa, "Kami dukung perang Anda melawan teror," dan makin membakar mereka dengan berkata bahwa ia menanti-nanti datangnya hari dimana "Perdana Menteri George W. Bush akan meminum darah semua lelaki, perempuan dan anak-anak di Irak."

Di sebuah toko senjata api ia bertanya kepada pemiliknya kira-kira apa senjata terbaik untuk membunuh orang-orang Yahudi, dan ia diberitahu bahwa kaliber 9 milimeter atau 45 milimeter sama saja bagusnya. Takut tidur terlalu malam di rumah pasangan Yahudi yang baik hati, Borat percaya bahwa dua kecoa yang merayap di bawah pintu adalah orang-orang Yahudi yang berubah bentuk. Agar mereka pergi, Borat lantas melemparkan uang kepada kecoa tersebut.


Dan begitu seterusnya. Dengan gayanya yang khas Borat juga mengunjungi sebuah pesta mabuk-mabukan, rapat umum gereja Pantekosta, pesta makan malam mewah di Selatan dimana ia berniat mempelajari seni menggunakan toilet dan mengobrol dengan para kaum feminis yang terkejut dengan fakta bahwa otak wanita di Kazakhstan seukuran tupai. Kelemahannya, usaha untuk mengejar Anderson di sesi penandatanganan buku terasa sekali rekayasanya, layaknya film-film Hollywood kebanyakan. Namun gangguan itu cepat berlalu dan tidak fatal akibatnya. Upaya total Cohen dalam menyelami karakter Borat juga sangat mengagumkan. Jika para pemilih Oscar punya otak, mereka pasti akan memahaminya : Sebuah penampilan brilian yang mampu menggegerkan Anda. Anda tidak akan pernah tahu betapa gilanya kelucuan tersebut sampai Anda menyaksikan langsung "Borat." Four thumbs up! [petr/rols]