Apr 30, 2010

Lanvin story,,,,


I'ts okay,,
Im not a Carrie Bradshaw on Sex in The City, who addicted and "Shoe-Orgasm" with a thousand collection of Manolo Blahnik or Bottega Vaneta or Jimmy Choo shoes...

But please, remind what she said
" Hey you walk on your feet right? So, the spirit will get in from what you wear on deeeeeep down inside"

Haha She's so damn Right..using the new one, made u are so alive !! Trust me.
Maybe u feel better, feel confident and feel so powerfull maybe. And now, face the impossible and make it turn into hope. My passion burn alive, but drown as wasted dream....

And "this" Lanvin edition .....my dreams on you :)
It was really something I had wished you'd keep right inside your cominggggg....

Apr 29, 2010

Hate that I Miss U


When it all goes crazy and the thrill is gone
The days get rainy and the nights get long
When you get that feelin' you were born to lose
Starin' at your ceiling, thinkin' of your blues

When there's so much trouble that you want to cry
The world has crumbled and you don't know why
When your hopes are fading and they can't be found
Dreams have left you waiting friends have let you down

When you need a lover and you're down so low
You start to wonder but you never know
When it feels like sorrow is your only friend
Knowing that tomorrow you'll feel this way again

When the blues come callin' at the break of dawn
The rain keeps fallin' but the rainbow's gone
When you feel like cryin' but the tears won't come
When your dreams are dyin' when you're on the run

Just remember I Love you
And it'll be all right
Just remember I love you
More than I can say
Maybe then your blues will fade away

Garagaragaragaragara kkkkaaaammmu



Arggghhh gara-gara kalian berdua, Inspirasi ku hilang

Gara-gara kalian berdua, jadi gak bisa nulis panjang

Gara-gara kalian berdua, otak rasanya cuma singkat nangkepnya

Gara-gara kalian berdua, pikiran cuma melayang arahnya

Hufftttt !!!

Mar 11, 2010

Filosofi "Lampu Merah"


Eh, inget gak...
Tadi sewaktu kamu melintas di perempatan, dan melihat countdown timer traffic light semakin berjalan mundur.. Apa yang kamu lakukan ?

Mempercepat laju kendaraan agar kebagian "warna hijau" itu ?
Memperlambat laju karena merasa tidak akan keburu ?
Biasa saja karena memang tidak terlalu terburu-buru ?
Atau biasa saja, dan tetap melenggang begitu saja meski tahu warna kuning telah menyala, tanpa perduli. Pokoknya masih bisa.

Hal alamiah yang tidak bisa kita prediksi dan jawab disini tentunya.
Karena saya juga tidak tahu beragam kepentingan yang mungkin ada di benakmu, saat melaju.
Bisa jadi sore ini, menerobos lampu merah adalah hal yang sangat "haram" bagi sebagian dari kita, karena sudah santai pulang kerumah. Sementara konsep melanggar lampu merah bisa jadi sangat "halal" di pagi hari tadi saat kita dikejar waktu kerja atau deadline atau janji dan beragam alasan lain untuk tepat waktu.

Pertanyaannya adalah,
Kenapa untuk sebagian dari kita yang terburu-buru menerjang lampu merah itu,tidak sedikit merubah perilaku. Jawaban gampangnya: Kenapa gak berangkat lebih awal, supaya gak ugal-ugalan
nerjang lampu merah segala..

Tapi bukan itu sayang,
Banyak dari sebagian diri kita, sudah berangkat pagi-pagi, dengan prediksi tidak akan terlambat di tempat kerja, dan tentunya tidak perlu buru-buru sampai ngebut segala melaju kendaraan menuju tempat kerja kita. Sekarang masalahnya adalah...
"Menerobos Lampu Merah atau tidak, itu adalah pilihan kita di saat itu juga, di detik itu juga."

Sama dalam kehidupan kita sayang,
Kita tidak akan pernah bisa memprediksikan perubahan yang ada di depan kita.
Apa yang kita rencanakan, apa yang kita persiapkan bisa berubah setiap waktu.
Pun bahkan bisa "bercabang" menjadi 2 pilihan yang amat sangat harus segera diputuskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Saya menyebutnya Pilihan yang Spontan

Kadang hasil dari pilihan-pilihan kita itu, akan sangat berdampak dengan hasil yang akan kita hadapi dan rasakan berhari-hari atau bertahun-tahun kemudian.
Mungkin dengan memilih menerobos lampu merah, kita akan merasa lekas sampai ditujuan.
Tapi pernahkah terpikir, bahwa maut menunggu kita, jika kita lengah sedikit saja, karena hal tersebut sangat berbahaya ?

Sama persis seperti hari ini, pilihan "jalan" bercabang ada di muka saya.
Saya harus tentukan segera secepatnya.
Saya ingin "selamat di tempat tujuan" tapi juga "tidak ingin terlambat di tempat tujuan"

Kamu ?

Mar 10, 2010

Let's ask yourself ..

Heiiiii...
apakah saya boleh menyerah?
apakah saya boleh mengaku kalah?
apakah saya boleh bilang tak sanggup?

BOLEH !!!

Ada beberapa bagian dari pikiran kita, yang mau tak mau harus sedikit banyak mengakui, bahwa kadang kenyataan yang terjadi tidak 100% tepat di jalurnya sesuai permintaan kita, request kita, atau harapan kita.

Banyaknya kendala atau rintangan yang kita hadapi dalam keseharian, pekerjaan, pertemanan, hubungan dengan sesama dsb, kadang membuat kita segera mengambil keputusan untuk lekas "mengakhirinya"

Sekarang pertanyaannya adalah...
"Kalau kamu sudah menyerah, atau mengaku kalah..lantas apa yang akan kamu lakukan?"

pertama,
Mungkin bisa saja saya DIAM.
Ya benar, saya hanya diam, tidak menggubris, tidak mempedulikan, tidak mempersoalkan. Maunya HILANG-kan saja "keinginan' itu dari target-target yang telah kita susun.
BERES kan? Intinya saya tidak mamu memperpanjang lagi, tidak mau mendengar "masalah" itu lagi, tidak mau mengurusi sedikitpun, bahkan tidak mau amit-amit benar kalau problem itu datang lagi. Masa bodoh. TITIK


kedua,
Mungkin saya akan mengaku kalah, tapi untuk saat ini saja.
Ya benar, saya hanya ingin mereka atau dia atau bahkan kalian tahu, saya kalah dan terpuruk saat ini, hanya saat ini. Tapi beri waktu saya beberapa saat lagi. Saya sedang mempersiapkan "amunisi" dan "peluru-peluru" terbaik serta pilihan saya, untuk meluluh lantakkan kebahagiaan kalian atas kegagalan saya kemarin. Saya hanya butuh sedikit konsentrasi sedikitt saja, untuk kembali menggapai impian atau harapan saya yang "terkatung-katung" itu.

ketiga,
Mmmm, saya masih menggantung...entah ingin melanjutkan "perjuangan" saya itu lagi, atau tidak. Saya masih belum punya plan, belum punya strategi harapan-harapan macam apa lagi yang akan saya susun..Bingung.
Saya masih malu untuk memulainya lagi. Dari awal ? apa saya sanggup ? Saya ragu.

Mmmm,
sepertinya hari ini kembali saya mendapatkan pencerahan...
bahwa kadang mengakui kekalahan dan mulai menyusun strategi baru untuk menang adalah bukan hal yang memalukan. Ingat ya, bukan memalukan.

Inget gak katanya Oprah Winfrey ?

"You can have it All..You just can't have it all at One time"


Huffft, sepertinya..
saya sudah menemukan pilihan apa yang akan saya lakukan..semoga kamu juga...jalan kedua jawabnya.

Wish U Luck !!

Nov 24, 2009

Tumpah....

Kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, akan kujawab aku tak tahu.
Kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, akan kujawab remuk redam.
Kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, akan kujawab dalam kebimbangan.
Kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, akan kujawab dengan air mataku

Lintasan seolah bagai medan kosong yg beserakan batu ditepinya
Cuaca seolah bagai rentetan angin topan yg berkejaran disisi sambaran kilat
Untung saja aku masih mampu menahan waras ini
dan untung saja aku masih mampu menahan goncangan ini,

Kalau saja kau tak mampu sebut namaku,
Mungkin bukan aku, bahkan mungkin bukan bayanganku.
Kalau pitam ini tak mampu mengelak dalam hardik ku,
Mungkin itu aku, atau bisa jadi itu hanya bumbu manis bibirku.

Seberapa lama kah aku mampu bertahan ?
Selama Dia menujukkan rasa sayangnya padaku, dengan segala kuasaNya
Seberapa lama kah aku mampu tersenyum ?
Selama Engkau masih meyakini, bahwa luka ini akan selalu berakhir dengan
bahagia.

Nov 3, 2009

Memoar Jiwa

Jelang 1 November 2009
Pkl 22.30 WIB
Dear Adeeva,

Hari ini, Papi sudah berusia seperempat abad..diberi kesempatan untuk hadir di muka bumi ini.
Sepanjang usia Papi, banyak sudah yang Papi alami dan Papi jalani
Jatuh, bangun...kemudian jatuh lagi...dan berusaha untuk bangun bahkan berlari, semuanya.

Papi tahu, Papi belum menjadi yang terbaik bagi Deeva...
Tapi Papi berharap dan berdoa, suatu hari nanti Deeva mengerti...
Kenapa tidak setiap saat Deeva butuh Papi, Papi ada disamping Deeva..
Kenapa saat Deeva terjatuh, Papi tidak menjadi satu-satunya lelaki yang bisa Deeva harapkan
Kenapa saat Deeva mengeluh, bahkan Papi tidak pernah mengerti saat itu...

Deeva Sayang,
Hal terindah saat ini yang Papi miliki, adalah kehadiranmu
Papi tidak pernah lagi mengharapkan hadiah seperti dulu
Karena melihatmu tumbuh sehat adalah anugrah terbaik yang Papi miliki
Papi ingin melihatmu suatu hari menjadi kebanggaan Papi
Papi akan berusaha memberikan apa yang dulu Papi tak pernah rasakan...

Andai Deeva tahu, betapa sedih dan harunya Papi mendengar kata cinta dari bibir mungilmu..
Papi tahu Deeva kadang berbisik I lif yu....
Meski Deeva belum tahu apa makna I Love You...
Terimakasih Deeva...
Menjadi inspirasi terindah Papi saat ini dan sampai akhir hari Papi nanti
Tapi maaf, sayang Papi saat ini sangat terbatas.....
Tapi Papi berdoa, semoga rasa sayang bukan hanya karena kebersamaan..
Papi yakin Deeva tahu...makna cinta dari Papi untuk Deeva...

terimakasih kado terindah dari mu..
meski nyanyian selamat ulang tahun dari balik kantukmu
diiringi tepuk tangan dan tawamu...
membuatku menahan haru, tak ingin menangis didepanmu...


"Slamat panjang umul..kami ucapkan..
Selamat bahagia Deeva ucapkan..
Selamat ulang tahun Papi...Deeva doakan..
dan bahagiaa......."

Oct 15, 2009

To be what u want to be

"There's a heart that must be free to fly
That burns with a need to know
The reason why.."


"Kelak, aku ingin menjadi pribadi yang sangat mencintai isi hati dan diriku sendiri "

What ?? Jadi selama ini ? sampai kamu segede ini ?
Begitu pertanyaan saya, dan membuat saya ternganga ...mangap gak karuan (untung gak ngiler)
Tertegun, saya menatap mata kosongnya yang menerawang entah ke alam mana.
Seolah-olah saya tak sanggup untuk mengejarnya, bahkan hanya untuk memasuki alam pikirnya.

Iya..,,
teman saya yang curhat tentang esensi kebahagiaan dan membahagiakan.
Hal yang kadang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Jujur, Tidak pernah sekalipun.

Dalam benak saya, tentunya saya hanya menginginkan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang saya dapatkan dari banyk hal, banyak cara, banyak orang, dan dari..ini..itu dsb.
Semuanya tentu (mungkin) sama seperti saya. Tapi apa halnya, membahagiakan terkadang susah untuk dijalankan. Boro-boro menjalankan dan mendapatkan apresiasi, kalau yang ada malah celoteh aneh, gak jelas, dan berbuntut caci maki ? Saya belum se-wise itu, masih dalam tahap proses B.E.L.A.J.A.R

Kembali ke teman saya....,
Dimana tenryata jalan yang dipilih adalah membahagiakan orang lain, sementara seluruh isi hati, jiwa dan tubuhnya menjadi sesuatu yang sangat tidak punya arti baginya sendiri.

Saya bilang dia dungu.Tapi dia menolak.
Dia mengatakan menemukan arti kebahagiaan sesungguhnya, karena berhasil membuat orang lain sangat sangat bahagia atas "tindakan" nya.

Well guys...i can't tell u the truth story. Not now (maybe) hehehe..
But, what I can share is...
Pernahkah kau merasakan "tidak menjadi dirimu sendiri". Hanya demi meng-agungkan apa pandangan orang..atau terlebih membuat mereka puas dan bahagia ?? Sementara hati Anda meronta ?
I told U........I can't do that...
and how about you ? just ask your heart...


" Every day..It's as if I play a part
Now I see .. If I wear a mask
I can fool the world, But I cannot fool my heart

Why must we all conceal
What we think, how we feel?
Must there be a secret me
I'm forced to hide?
I won't pretend that I'm
Someone else for all time "
(Reflection by Lea Salonga)

Sep 30, 2009

Tiupan jiwa

Foto saat saya masih di Radio SS (pak Errol ; pegang kertas)


Kemarin saya kembali menemukan pencerahan hidup :)
Dan tak henti-hentinya hati ini mengucapkan syukur alhamdullillah, benar-benar banyak petunjuk yang selalu diberikan-Nya

Dalam berbagai macam kendala yang saya hadapi, situasi hidup yang tidak menentu, kegundahan dan kegelisahan saya ...Beberapa "orang" muncul menemui saya, dimana mereka memberikan "pencerahan" pada saya. Seolah-olah mereka mampu menatap apa yang sebenarnya terjadi dalam sorot mata saya...

Seperti siang kemarin, saat saya berkunjung ke kantor "lama" saya, dimana saya hampir tidak bertemu dengannya dalam satu tahun terakhir ini. Bapak Errol Jonathans, beliau Direktur di media tempat saya dulu menimba ilmu (saya yakin orang-orang banyak yang tahu beliau). Saya berkunjung dalam rangka silaturahmi dengan rekan-rekan lama, mereka-mereka yang pernah menjadi bagian dalam hidup saya. Dimana kala itu mungkin boleh dibilang, buanyak susahnya..tapi saya tidak pernah mengeluh menyesali keadaan.

Kami berbincang, saling menanyakan keadaan. Dan betapa senangnya, beliau masih sangat ingat dengan kondisi keadaan saya saat dulu masih bekerja di tempatnya. Salut karena dia masih mengingatnya..Hingga tiba dalam satu perbincangan....

" Intinya adalah Fokus, Mencintainya, dan Kesempatan"

Maksudnya fokus, Beliau menasehati saya dalam berkarir seperti saat ini harus benar-benar fokus dan loyal. Jangan sampai hanya karena iming-iming sedikit saja, langsung tergiur. Beliau meng-istilahkan-nya seperti mencangkul di sawah. Saat ini, saya sedang mencangkul, menanam bibit, dan masih harus sering - sering menyiraminya, hingga sabar menunggu buahnya dipanen. Sama seperti pekerjaan yang saya miliki, Beliau berharap saya bisa tetep be patient, tidak hanya terkecoh dengan tawaran-tawaran pihak lain yang kadang malah menjerumuskan kita..
Dan saya mengakuinya, kebanyakan sifat dari kita generasi muda adalah tidak sabaran, ingin cepat beres dan menikmati hasilnya..Tapi beliau tertawa, dan mengaku tidak setuju memasukkan saya dalam kategori "muda" dengan alasan karena saya sudah beranak istri :)

Mencintai maksudnya, dalam melakukan pekerjaan kita harus benar-benar mencintai pekerjaan itu. kalau pondasinya sudah cinta, maka tidak akan roboh dihantam badai apapun..Namanya juga orang cinta, diapa-apakan juga tetap cinta. Beliau mengumpamakan, seperti pernikahan yang harus terus disirami setiap saat, tidak hanya diucapkan janji saat di akad nikah saja. Tapi pernikahan bisa bertahan lama karena faktor pupuk dan harus terus menerus memeliharanya dengan baik. Nah, dengan apa? dengan cinta.

Pelajaran bab terakhir kita adalah Kesempatan :) hehe Beliau mengatakan (bagus nih) "Kesempatan datang disaat yang tak diduga, entah kita telah siap atau bahkan saat kita sangat tidak siap.
Jadi, dalam mencapai jenjang karir yang lebih tinggi, harus benar-benar "prepare" karena hal itu lebih baik dibandingkan kalau kita tidak punya kesiapan suatu apa.. Bahkan kesempatan memang tidak mengenal situasi. Saat kondisi kita masih lemah, belum ready, belum mampu dsb, dsb, kesempatan itu tiba-tiba bisa muncul. Dan pastinya .."Wusssshhh..." kesempatan itu terbang begitu saja.

Pertemuan disela-sela kesibukan beliau yang sangat singkat ini benar-benar kembali menerangkan hati dan jiwa saya. Apalagi Beliau juga yakin, saya "mampu" dan pasti "bisa" menghadapi segala yang ada. Beliau juga masih sangat ramah dan welcome, menerima kehadiran saya. Bahkan dia berharap sayabisa membawa nama almamater emakin harum di "luar" sana. Meskipun tidak harus menjadi orang media, tapi dimanapun spirit menjaga nama baik almamater tersebut haruslah tetap ada. Saya pribadi juga mengucapkan banyak rasa terimakasih karena dulu juga sempat dibimbing oleh beliau.

"Saya sudah yakin sejak Kamu dulu datang kesini, kamu orang yang capable. Berhubung sekarang sudah menemukan sawah yang cocok, jadi sabar dan tunggulah panennya"

That's it.. the most important point for bright future.
The key are Focus, Love, and Opportunity.

Sep 28, 2009

Run Away


"Kapan bisa benar-benar berlari ?" pertanyaan yang saya gak terlalu susah menjawabnya.

Pertama, kalau memang dalam kondisi terdesak dimana kita harus segera berlari
Kedua, kalau memang muncul keinginan mengejar sesuatu hingga harus berlari
Atau bahkan Kamu punya banyak jawaban lainnya yang tidak sama dengan saya. Boleh !
Dengan alasan-alasan yang bermunculan itu, so pasti kita akan berlari...

Tapi pernahkah Kamu tahu, saat semuanya baik-baik saja..tidak ada masalah..tidak ada alasan yang benar-benar memaksamu untuk berlari, tapi Kamu malah menggerakkan kaki & segera bersiap untuk berlari ?

Hmm.. I mean...
It's too common, kalau kita kepepet kita bisa atau mampu mengatasinya.
Nah, sekarang kita balik posisinya.

Disaat Kita menikmati "comfort zone" apakah kita mau dan sanggup untuk berlari ??
Apakah kita tidak takut, ternyata tujuan lari itu tidak lebih baik daripada comfort zone yang ada ??

Saya pribadi, sempat terombang-ambing dalam ketidakpastian...terlena dengan kenyamanan itu..dan mencoba terus untuk berlari...karena saya tahu ada secercah tali "finish" yang saya nanti di ujung sana.

Saya tidak akan bisa menujunya hanya dengan "jalan kaki"
Ya..benar, saya butuh berlari.
Saya tahu tujuan saya itu, saya akan lompati pagar pembatas itu.
Tidak ada alasan bagi saya untuk terus menikmati sesuatu yang pasti-pasti saja.
Naluri dan adrenaline ini terlalu menggelora, hingga kian bergejolak..

Saya berlari, dan akan terus berlari...
Menuju sesuatu yang ada disana...bernamakan P.E.N.G.H.A.R.A.P.A.N