Showing posts with label Inspiring. Show all posts
Showing posts with label Inspiring. Show all posts

Jun 8, 2013

Louisa Zais

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berkenalan dengan sosok muda penuh talenta, semangat dan passion yang benar-benar terasa menggebu dalam setiap tuturnya. Louisa Zais namanya.

Menjadi sosok komposer pada usia muda, bukan impian saja untuk dia. Saat ngobrol intens bersama Mamanya, banyak cerita yang muncul tentang anak perempuannya yang tidak pernah bisa diam. Selalu ingin mewujudkan banyak impian dan kemauan, meski kadang juga diakuinya banyak hal harus keteteran dan menguras waktu, tenaga dan biaya juga. 

Sempat menekuni dunia ballet, tapi kini dia justru mencintai dunia musik lebih dari apapun. Begitu yang nampak, meski passion dunia fashion juga sudah mulai bisa dilihat dari beberapa karya 'trial' nya. Sempat bermain dalam Austria Piano Festival dan tampil bersama the Bratislava Chamber Orchestra pada usia 16 tahun. Louisa Zais juga mendapatkan gelar Licentiante of Royal School of Music pada umur 14 tahun dan menjadi wakil Lasalle Colleger of the Arts Singapore dalam pertukaran pelajar ke Darlington College of Arts Inggris selama setahun. 3 tahun yang lalu, 2010 lulus dari Lasalle College of the Arts dengan gelar Diploma in Music Composition.

Ehem, baiklah.. perkenalan dengan Louisa bisa dilanjut sendiri via twitter : @louisazais 

Nah, beberapa lalu* saat menggelar konser SIMFONI KOTA PAHLAWAN, dia mempercayakan saya untuk membuat narasi dan pusi dalam konser musiknya. Seneng sih, dia percaya saya bisa bikinin yang oke untuk mendukung penampilan musik orkestranya. Dan lama ga sempat-sempat bikin karena alasan kerjaan dan repot lainnya (baiklah, saya memang banyak alasan), akhirnya jadi juga sik deket-deket deadline hari H. Mungkin karena sayanya yang ga kepedean nulis narasi dan puisi buat acara konser orkestra.


Menjadi sebuah anugrah menikmati kemerdekaan   
Dari segala pengorbanan setiap tetes darah para pejuang yang tak bisa tergantikan 

Menjadi sebuah kebangaan menjadi penerus perjuangan 

Mewujudkan segala mimpi, cita-cita dan harapan

Memberikan aspirasi dan inspirasi terbaik bagi generasi penerus bangsa

Dengan sentuhan karya penuh cinta 

Aku memuja mu sangat 
Dari denyutan nadi yang sangat rapat
Aku merasakan gejolak semangat

Aku bersyukur dari setiap lantunan rindu
Aku memilikimu dalam setiap jengkal hidupku
Menyemangatiku dengan segenap caramu

Sunyi berkalang jiwa dan ragawi
Seolah memberi cerah setiap nuansa hati
Berubah dengan senyum mu yang selalu kunikmati 

Aku mencintaimu dalam segenap ragaku
Selalu penuh arti bagi ku atas kehadiran mu
Menjadi pelengkap seluruh jalan mimpiku… wahai Pahlawanku.. 


Well, what d you think ? that's only a part from some of my poems 
I'm too worries maybe. I hope it's worth for the musical elements.

See you next time Louisa. It was a long long time ago we can share together.
WISH.



*) event Music orchestra "Simfoni Kota Pahlawan" berlangsung di Main Atrium Grand City Mall Surabaya, 17 November 2012.

Ya, paham. Kelamaan postinngnya. Telat banget :( maap daripada kagak.



Dec 31, 2012

Seberapa Jauh Melangkah?



Hampir saja, waktu tinggal sesaat menutup 2012. 
Entah pengharapan atau doa yang masih belum terkabul. Bisa jadi harapan dan mimpi-mimpi kita belum terwujud semua. Aku juga. Mungkin kamu ? sama.

Toh, kata orang Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
- Menjawab iya dan langsung mewujudkannya
- Menjawab iya dan akan mewujudkannya disaat yang tepat
- Menjawab tidak dan akan menggantikannya dengan yang lebih bijak

Ahh, jangan pernah mengukur hitungan syukur. Karena tanganku dan seluruh jemarimu takkan pernah mampu menghitung mundur. Segala anugerah benar-benar hadir dalam beragam cara yang kita tidak akan pernah mampu menghitungnya.

Tentang impian dan harapan. Beberapa kali terucap atau 'posting' harapan di blog, dan terwujud beberapa hal itu kemudian. Dihari-hari yang tidak pernah saya duga, namun penuh cita karena saya merasa tepat dihadirkan-Nya. Dulu saya hanya meminta bahagia. Itu saja. Tapi kadang Tuhan ingin kita memperjelas harapan kita tentang definisi 'bahagia' itu. Bahagia dalam hal apa ? saat apa ? kapan ? dimana ?  dst.

Pertanyaan-pertanyaan itu yang harus terus kita definisikan agar kita benar-benar mampu merasakan saat 'kebahagiaan' itu terwujud. Apakah benar sesuai pengharapan kita. Tinggal 'sebutkan apa yang paling mahal kita mau, dan berusaha sambil menunggu waktunya tiba.

Tahun baru sebentar lagi akan mulai.
Dan saya sudah mulai menghitung doa dan harapan saya.
Iya, untuk #2013 besok.

Kamu ?

Oct 19, 2011

Agnes Monica - Rindu


Tadi waktu berangkat ngantor, radio muter lagu ini.
Ada beberapa hal yang rasanya selalu layak diperbincangkan, diperdebatkan, dan sebagainya, terutama tentang Agnes Monica. Yes, Indonesian-heartrob ini. Tentunya. Tapi kali ini saya ga mau bahas Agnes nya :) *soryNez

Mmm, apakah kamu pernah merasa lirik lagu RINDU yang dibawakan ini, dalam sekali makna sastra nya ? Ataukah kamu merasa ga paham dengan kiasan kata-kata yang terucap dalam nada yang dibawakan Agnes ?

Well, kalo kamu hidup di era 90-an pasti lumayan sering denger nama om Eros Djarot, salah satu pencipta lagu-lagu hits di era-nya. Termasuk lagu RINDU yang aslinya dulu dipopulerkan Fryda Lucyana. Pls googling aja ya :)

Mmm, saya BUKAN pecinta sastra yang beraaat ato yg kadang bahasanya ga paham. CUma saya mencintai sastra Indonesia yang menurut saya kalimat, bahasa, dan kata nya cenderung dramatis dan indah. Jujur berbeda dengan kualitas kata lagu-lagu yang muncul di era masa kini. Bukannya saya ga suka dengan kata "cenat-cenut", haha hanya saja saya yakin, kalimat yang mengandung sastra atau puisi indah akan lebih bertahan lama dan sensasinya beda. Trust me :)

Selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku

ku melayang terbang tinggi
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan

getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu

peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam

Jun 14, 2011

ps; remember me

Remember to play after every storm

When long time ago I saw this episode, remembered when tears in my eyes still recognized about it. He's Mattie Stepanek as an INDIGO boy (in my own opinion) that show me, and powdered me with blessed of health, love, life, and hope.

And I'm not surprised no more, when OPRAH listed him onto her All-Time Favorite Guest, because he's really deserved to get it. Well here's the official statement from Oprah Winfrey about Mattie, that you should know at all...

Poet and peacemaker Mattie Stepanek was just 11 years old when he came into Oprah's life. They became instant friends, and even though he was just a small boy, his outlook on life was profound. "I want people to know my life philosophy: "To remember to play after every storm" Mattie once told Oprah.

Mattie was born with a rare form of muscular dystrophy, and he moved around with the help of a wheelchair and oxygen tanks. His mother, Jeni, also suffers from the debilitating disease and unknowingly passed it on to all four of her children—Mattie was her only child who lived past the age of 4.

Mattie wasn't bound by his physical limitations, and his brilliant mind allowed his spirit to soar. He used his incredible gift of insight to write poetry he called "Heartsongs" (text bellow) extending hope to people of all ages. "I really think I'm here for a purpose, because in my life I've had so many close calls to dying and I've come through them all," Mattie said. "I figured I have a purpose and I have to carry out that purpose."

On June 22, 2004, Mattie died in the arms of his mother at the age of 13. A few days later in his Maryland hometown, Oprah joined hundreds of Mattie's admirers to celebrate his life. When Mattie's hero, former President Jimmy Carter, spoke to the crowd, he said, "We have known kings and queens. We've known presidents and prime ministers. But the most extraordinary person whom I have ever known in my life was Mattie Stepanek."

__ HeartSong __

I have a song, deep in my heart,
and only I can hear it.
If I close my eyes and sit very still
it is so easy to listen to my song
When my eyes are open
and I am so busy and moving and busy,
if I take time and listen very hard,
I can still hear my heartsong.
It makes me feel happy.
Happier than ever.
Happier than everywhere,
and everything and everyone in the world.
Happy like thinking about
Going to Heaven when I die.
My heartsong goes like this-
I love you! I love you!
How happy can you be!
How happy can you make this whole world be!
And sometimes it's other
Tunes and words, too.
But it always sings the same special song.
But do you know what?
All people have a special song
Inside their hearts!
Everyone in the whole world has a special heartsong.
If you believe in magical, musical hearts.
And if you believe you can be happy
Then you, too, will hear your song.

Mattie J. Stepanek
1992-2004

Sep 7, 2010

Antara tempat kerja dan Gaji

Beberapa waktu yang lalu sempat sedikit "melempar" polling di FB. Ingin tahu respon teman-teman seperti apa tentang pekerjaan dan gaji. dan beberapa diantaranya antusias menjawab dengan keinginan masing-masing. Dengan persepsinya masing-masing pula. Pertanyaan saya standar sih, susah-susah gampang untuk dijawab :)

“ Bekerja di tempat gede tapi gaja standar ? atau bekerja di tempat standar gaji gede ? “

Sedikit saja saya jelaskan maksudnya, mungkin saja ada yang belum paham.
Bekerja di tempat besar disini dalam artian perusahaan-perusahaan dengan nama atau brand atau produk yang diusungnya, merupakan jaminan nama populer alias semua orang sudah tau. Misalnya perusahaan bank A, perusahaan rokok B, atau perusahaan tekstil C dst.

Nah saat ini banyak yang tidak dipikirkan semua orang. Banyak yang beranggapan tempat besar = gaji besar. Sementara aturan itu menurut saya salah besar.
Banyak sebenarnya “tempat kecil” yang menawarkan penghasilan setara dengan “tempat besar” itu. Atau bahkan jangan salah, banyak tempat kecil yang memberikan gaji lebih lebih banyak dari tempat besar itu (bisa jd krn cost karyawan tdk besar, equipment tdk butuh byk dsb).

Sekarang, pilihannya adalah kembali ke pikiran kita sendiri.
Memilih tempat kerja besar = pressure besar, image bagus, populer, dsb
Memilih tempat kerja kecil = pressure bisa jadi besar (atau malah standar), image belum terlalu bagus, dan tidak terlalu populer.

Sementara salary case? Please..jangan pernah samakan. Jangan pernah tertipu pula. Sekali lagi, jaminan besaran gaji tidak selalu sebanding dengan nama besar perusahaan.

Trust me..

Jun 18, 2010

Jalan Baru,,


Ya ampun pindah lagi ? gak kerasan ya ? dipecat ya ? wah sukses ya ? Selamat ya ! bla...bla..bla..

Beberapa pertanyaan terlontar mantan teman-teman saya di radio dulu, waktu saya hadir di acara ulang tahun ke 27 radio tersebut beberapa waktu yang lalu. Sebagian ada yang kaget, ada yang biasa aja, ada yang sok curious, ada yang bernada interogasi...bla bla bla.
Meski mereka tidak tahu, sudah lama saya pindahnya..

Darling, i've to told you one point. I'm never being dumped or fired by my company. That's is my own decision ....

Loh tapi kan sudah enak, sudah senang di bank, mapan..bla bla bla.
Yes Darling, but let me sure, every one has their own decision and opportunity. Terserah kamu, untuk mau ambil atau tidak. Sekali lagi yang mau saya tekankan, HIDUPMU adalah CARAMU, PILIHANMU, dan HASILMU. Semua keputusan ada ditangan kamu sendiri.

Terserah kamu mau dengan cara apapun, untuk memenuhi banyak mimpi di otakmu, banyak harapan di kepalamu, banyak keinginan di hatimu.

Terserah kamu mau dengan pilihan apapun, untuk menentukan mana yang terbaik bagimu, mana yang terasa paling tepat dari feeling mu.

Dan pastinya, hasil yang kau akan dapatkan suatu saat nanti adalah dari pilihanmua sendiri. Dan aku berharap tidak ada penyesalan sedikitpun atas apa yang telah kau pilih dengan caramu sendiri. Karena akhirnya hanya urusanmu dan Dia untuk mempertangungjawabkannya.

Balik lagi... :)
Pastinya saya tidak menjelaskan hal itu ke semua teman-teman saya yang ribet bertanya. Bisa - bisa saya butuh waktu khusus untuk press-Con, sementara ga ada yg akan hadir karena bertanya siapa saya ? haha. Paling - paling saya akan bilang "Iya nih, ngejar biar biar budget susu anak biar nambah" ato kadang dengan senyuman penuh makna saja sudah cukup.

Guys, hidup saya hanya sekali.
Kalau mempertanyakan ke-loyal-an atas tempat saya bekerja, saya akan jawab saya tipikal punya loyalitas tinggi. Terhitung seumur hidup, saya hanya bekerja di 4 tempat, rata-rata 2 tahun. Bahkan di tempat kerja yang pertama bertahan sampai lebih dari 6 tahun :)

Ayolah...
Mimpi kita banyak kan ? masih suka tantangan kan ? kadang merasa butuh challenge yang lebih besar kan ? dan tentunya diimbangi dengan harapan utama dapat penghasilan yang "cukup" kan?

Saya tidak pernah takut, diomongin orang, dikata-katain orang, dsb. Karena berpindah kerja, mencoba hal baru, dan selalu berusaha mengejar impian saya. Saya jalankan semua sesuai porsi yang sudah diatur-Nya. Dan pekerjaan yang kita miliki adalah sebagian ibadah untuk Nya bukan ? Saya juga sangat banyak berterimakasih, untuk semua perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Karena pastinya atas merekalah pribadi dan kesempatan saya saat ini terbentuk.

Well, saya tidak ingin terlalu repot dengan urusan orang lain dalam caranya mengejar impian atau cita-cita. Lebih baik saya fokus pada plan hidup saya. Karena meski beberapa mimpi saya tercapai, mimpi saya yang lain antri masih banyak.. Karena entah mengapa, harapan-optimisme-dan semangat dalam hidup saya terus membara, atas alasan masih ingin terus mengejar impian itu.

dan Kamu ?

Jun 17, 2010

tepat atau tidak

Saya sering mendapat pertanyaan yang tiba-tiba secara spontan diajukan "Kalau ini cocok tidak ? pantas gak ? " atau bahkan lebih ekstrem "Kesempatan itu aku ambil atau tidak ya?" semua dengan sedikit nada harapan, dibaliknya.

Situasi yang sungguh kadang tidak mengenakkan.

When sometime I knew inside, bahwa mereka mengharapkan jawaban dukungan "Yes, dear, that's awesome" atau sekedar kalimat pendek "Oke atau Sip"

Naluri yang dimiliki mereka adalah kita orang terdekat yang paling tepat untuk memberikan masukan. Tapi temans, kadang tidak kita sadari, jawaban yang meluncur dari bibir adalah bukan jawaban yang sesungguhnya.

Mengatakan "iya / Bagus" hanya untuk menyenangkan.
Bagi saya adalah tidak tepat sama sekali. Tapi saya juga menyadari resiko-nya, saat saya diboikot mereka dalam beberapa jangka waktu :)

Tapi, saya harus bilang, kalau memang menurut "kacamata-pendapat" saya tidak cocok dipakai ya sudah, tidak cocok diambil ya sudah, tidak cocok dijalani ya sudah. Semua akan saya sampaikan secara fair dari awal. Pedas mungkin seperti Simon Cowell. Tapi at least saya jujur.

Maaf untuk mereka yang pernah bertanya kepada saya, dan tidak mendapatkan jawaban sesuai harapan. Tapi semoga banyaknya masukan yang kita dengar itu..semakin memantapkan kita dalam menentukan sebuah pilihan.

Yes Dear, pilihan lanjut atau tidak, ini bagus atau enggak..dsb, adalah kita yang menentukan. Trust me, there's nobody can break your own rules inside. So, someday kamu tidak perlu menyesal, karena kecewa tidak mengikuti kata hati dari awal.

Wish u luck everybody !

May 20, 2010

Love is "Something"

Siang.Panas.Sangat…Bagi mereka, tapi tidak bagiku.

Tanda timer countdown timer, berwarna merah. Rem-pun aku injak.
Ingat betul, hitungan countdown timer ini adalah yang (mungkin) terpanjang bagiku.
Meski AC sudah menyala dan lumayan dingin, tapi teriknya panas matahari masih mampu menembus kaca-kaca yang sudah berusaha sekuat tenaga melindungiku.
Diluar, anak-anak kecil penjual Koran, masih tanpa lelah, nampak semangat menjual korannya. Mmm, ada beberapa anak yang saya ingat betul mukanya, tapi tidak nampak hari ini. Ya,ya ya...saya akui kadang memang tidak membutuhkan korannya, tapi tetap ingin membelinya, karena mereka.

Lama…
Didepan saya, persis. Tiba-tiba berhenti sepeda motor butut, sangat butut. Yang saya yakin usianya jauh lebih tua banyak diatas saya. Merknya lupa…asapnya banyak sampai sesekali menghalangi pandangan mata saya. Memakai baju proyek. Lusuh. Dan membonceng anak lelaki kecil di depannya. Barangkali masih seusia anakku, Deeva. Tanpa susah payah, saya bisa melihat betapa lelahnya dia. Dari gesture badannya, dari sesekali dia mengusap pipi karena keringatnya. Dan sesekali membetulkan barang yang dibawanya. Dan celakanya, hitungan jelang warna “hijau” sepeda motor Bapak itu mogok. Yah, benar. Serius. Mogok. Dia men-starter berulang kali tetap tidak bisa.

Dan akhirnya klakson mobil dibelakang saling bersautan “meneriaki” ku, tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi di depanku.


Ya Allah, Tidak tahu kenapa.
Air mata memaksa ingin menyeruak di ujung mata saya. Tapi tetap aku tahan.
Tidak se inchi-pun aku tempelkan tanganku di klakson.
Aku biarkan mereka semua “meneriaki” ku dibelakang sana.
Aku tunggui dengan sabar Bapak itu sampai akhirnya, GOD. Alhamdulillah. It’s Wrap !!
Dia “menghilang” di jalan yang berbeda denganku.
Dan aku masih terus membayangkannya.
Betapa dia mencintai anaknya.
Betapa dia sangat ingin membahagiakan anaknya.
Betapa besar cinta kasihnya, demi anaknya.

Kamu tahu, aku dapat melihatnya dari mana?
Saat aku melihatnya membonceng anaknya, di depan. Sementara di belakang, dia ikat kuat-kuat sepeda plastik roda tiga, dengan tali rafia lusuh, masih lengkap dengan plastik pembungkusnya, nampak baru saja dibeli. Dan sambil menstarter sepeda bututnya, dia pegangi anaknya erat. Sambil sesekali khawatir sepeda baru untuk buah hatinya itu terjatuh,

Tuhan, betapa bahagianya anak itu.
Memilki Bapak dengan cinta kasih luar biasa.
Akhirnya aku tidak kuasa menahan lagi.
Ya benar, siang hari itu. Dijalan. Sendiri. Saya menangis.
Cengeng memang.



pic: courtesy "Father & Son" and "La Vita e bella" the movie

May 12, 2010

Eat, Pray, Love

" People think a true soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that's holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life. A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then they leave. And thank God for it."

(pic. taken from : aboutjulia.com)


May 8, 2010

Komunikasi

Pengennya asih cuma nge-post gitu doang. Tapi bakalan ada yang ngerti gak yah ? :)


Maksud saya gini, Saya merasa sumber dari segala macam sumber permasalahan, kebuntuan, pertikaian, saling marah, bla bla bla adalah satu hal jawabnya, KOMUNIKASI yang kurang bagus.

- Adanya salah persepsi di pemikiran pihak lain, mungkin tanpa kita sadari gaya atau arah komunikasi kita yang buruk. Kita tidak lancar menyampaikannya, kita salah mengartikan maksud kita, atau kita salah menggunakan pilihan bahasa yang sepaham dengan jatidiri lawan bicara kita.

- Adanya pertengkaran dengan pasangan, mungkin bisa jadi karena komunikasi kita tidak sampai dengan jelas sesuai keinginan kita. Dan pasanganpun menanggapinya dengan scheme pemikiran yang dia miliki saat itu.

- Adanya omelan dari Bos sampai teguran keras dari Bos, bisa jadi karena dia menyampaikannya tanpa “bahasa” komunikasi yang mudah dimengerti. Sementara kita mungkin juga tidak berani meng”komunikasi”kannya dengan lebih jelas untuk tau arah yang diminta. Hingga kadang kita sendiri akhirnya menerka-nerka langkah apa yang harus dilakukan.

- Adanya banyak masalah yang dihadapi Negara kita, toh juga tidak lepas dari adanya unsur miss-komunikasi yang sering dominan terjadi.


Tapi emang kalau lulusan sarjana Komunikasi bias langsung lancar semuanya gitu ?
Mmm, gak juga saya rasa.

Contohnya : macem Penyiar ON Air tiba-tiba garing banget pas bawain acara OFF Air. Atau mungkin (ini beneran mungkin lo) pelukis-pelukis yang “mampu”nya menyampaikan lewat karya, bukan secara harafiah dari bahasa komunikasi alias omongan. Yang so pasti kadang kita juga mungkin masih perlu mengernyitkan dahi kalau melihat arti lukisan mereka.


Trus apa yang harus dilakukan untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar ?
Menurut saya, satu saja yang diperlukan. KEBERANIAN. Semua orang bisa kok mengungkapkan cara komunikasinya dengan gaya atau “bahasa” masing-masing. Hanya saja mereka perlu menambah keberanian untuk mampu menjelaskan lebih detil dan lebih mau memahami kalau lawan mereka mungkin tidak paham, salah tangkap info, dsb.

Atau kamu punya cara lain kah? Terserah deh.

Well, sepertinya saya juga harus segera “berkomunikasi” dengan Mama saya,
Saya kangen, saya kadang memikirkannya, saya kadang mengkhawatirkan kesendiriannya.
Tapi saya selalu saja tidak mampu atau kadang lebih bejatnya TIDAK MAU meng-“komunikasi”kannya seringkali.

Ya,,,saya akan segera menelponnya...



Mar 11, 2010

Filosofi "Lampu Merah"


Eh, inget gak...
Tadi sewaktu kamu melintas di perempatan, dan melihat countdown timer traffic light semakin berjalan mundur.. Apa yang kamu lakukan ?

Mempercepat laju kendaraan agar kebagian "warna hijau" itu ?
Memperlambat laju karena merasa tidak akan keburu ?
Biasa saja karena memang tidak terlalu terburu-buru ?
Atau biasa saja, dan tetap melenggang begitu saja meski tahu warna kuning telah menyala, tanpa perduli. Pokoknya masih bisa.

Hal alamiah yang tidak bisa kita prediksi dan jawab disini tentunya.
Karena saya juga tidak tahu beragam kepentingan yang mungkin ada di benakmu, saat melaju.
Bisa jadi sore ini, menerobos lampu merah adalah hal yang sangat "haram" bagi sebagian dari kita, karena sudah santai pulang kerumah. Sementara konsep melanggar lampu merah bisa jadi sangat "halal" di pagi hari tadi saat kita dikejar waktu kerja atau deadline atau janji dan beragam alasan lain untuk tepat waktu.

Pertanyaannya adalah,
Kenapa untuk sebagian dari kita yang terburu-buru menerjang lampu merah itu,tidak sedikit merubah perilaku. Jawaban gampangnya: Kenapa gak berangkat lebih awal, supaya gak ugal-ugalan
nerjang lampu merah segala..

Tapi bukan itu sayang,
Banyak dari sebagian diri kita, sudah berangkat pagi-pagi, dengan prediksi tidak akan terlambat di tempat kerja, dan tentunya tidak perlu buru-buru sampai ngebut segala melaju kendaraan menuju tempat kerja kita. Sekarang masalahnya adalah...
"Menerobos Lampu Merah atau tidak, itu adalah pilihan kita di saat itu juga, di detik itu juga."

Sama dalam kehidupan kita sayang,
Kita tidak akan pernah bisa memprediksikan perubahan yang ada di depan kita.
Apa yang kita rencanakan, apa yang kita persiapkan bisa berubah setiap waktu.
Pun bahkan bisa "bercabang" menjadi 2 pilihan yang amat sangat harus segera diputuskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Saya menyebutnya Pilihan yang Spontan

Kadang hasil dari pilihan-pilihan kita itu, akan sangat berdampak dengan hasil yang akan kita hadapi dan rasakan berhari-hari atau bertahun-tahun kemudian.
Mungkin dengan memilih menerobos lampu merah, kita akan merasa lekas sampai ditujuan.
Tapi pernahkah terpikir, bahwa maut menunggu kita, jika kita lengah sedikit saja, karena hal tersebut sangat berbahaya ?

Sama persis seperti hari ini, pilihan "jalan" bercabang ada di muka saya.
Saya harus tentukan segera secepatnya.
Saya ingin "selamat di tempat tujuan" tapi juga "tidak ingin terlambat di tempat tujuan"

Kamu ?

Mar 10, 2010

Let's ask yourself ..

Heiiiii...
apakah saya boleh menyerah?
apakah saya boleh mengaku kalah?
apakah saya boleh bilang tak sanggup?

BOLEH !!!

Ada beberapa bagian dari pikiran kita, yang mau tak mau harus sedikit banyak mengakui, bahwa kadang kenyataan yang terjadi tidak 100% tepat di jalurnya sesuai permintaan kita, request kita, atau harapan kita.

Banyaknya kendala atau rintangan yang kita hadapi dalam keseharian, pekerjaan, pertemanan, hubungan dengan sesama dsb, kadang membuat kita segera mengambil keputusan untuk lekas "mengakhirinya"

Sekarang pertanyaannya adalah...
"Kalau kamu sudah menyerah, atau mengaku kalah..lantas apa yang akan kamu lakukan?"

pertama,
Mungkin bisa saja saya DIAM.
Ya benar, saya hanya diam, tidak menggubris, tidak mempedulikan, tidak mempersoalkan. Maunya HILANG-kan saja "keinginan' itu dari target-target yang telah kita susun.
BERES kan? Intinya saya tidak mamu memperpanjang lagi, tidak mau mendengar "masalah" itu lagi, tidak mau mengurusi sedikitpun, bahkan tidak mau amit-amit benar kalau problem itu datang lagi. Masa bodoh. TITIK


kedua,
Mungkin saya akan mengaku kalah, tapi untuk saat ini saja.
Ya benar, saya hanya ingin mereka atau dia atau bahkan kalian tahu, saya kalah dan terpuruk saat ini, hanya saat ini. Tapi beri waktu saya beberapa saat lagi. Saya sedang mempersiapkan "amunisi" dan "peluru-peluru" terbaik serta pilihan saya, untuk meluluh lantakkan kebahagiaan kalian atas kegagalan saya kemarin. Saya hanya butuh sedikit konsentrasi sedikitt saja, untuk kembali menggapai impian atau harapan saya yang "terkatung-katung" itu.

ketiga,
Mmmm, saya masih menggantung...entah ingin melanjutkan "perjuangan" saya itu lagi, atau tidak. Saya masih belum punya plan, belum punya strategi harapan-harapan macam apa lagi yang akan saya susun..Bingung.
Saya masih malu untuk memulainya lagi. Dari awal ? apa saya sanggup ? Saya ragu.

Mmmm,
sepertinya hari ini kembali saya mendapatkan pencerahan...
bahwa kadang mengakui kekalahan dan mulai menyusun strategi baru untuk menang adalah bukan hal yang memalukan. Ingat ya, bukan memalukan.

Inget gak katanya Oprah Winfrey ?

"You can have it All..You just can't have it all at One time"


Huffft, sepertinya..
saya sudah menemukan pilihan apa yang akan saya lakukan..semoga kamu juga...jalan kedua jawabnya.

Wish U Luck !!

Oct 15, 2009

To be what u want to be

"There's a heart that must be free to fly
That burns with a need to know
The reason why.."


"Kelak, aku ingin menjadi pribadi yang sangat mencintai isi hati dan diriku sendiri "

What ?? Jadi selama ini ? sampai kamu segede ini ?
Begitu pertanyaan saya, dan membuat saya ternganga ...mangap gak karuan (untung gak ngiler)
Tertegun, saya menatap mata kosongnya yang menerawang entah ke alam mana.
Seolah-olah saya tak sanggup untuk mengejarnya, bahkan hanya untuk memasuki alam pikirnya.

Iya..,,
teman saya yang curhat tentang esensi kebahagiaan dan membahagiakan.
Hal yang kadang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Jujur, Tidak pernah sekalipun.

Dalam benak saya, tentunya saya hanya menginginkan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang saya dapatkan dari banyk hal, banyak cara, banyak orang, dan dari..ini..itu dsb.
Semuanya tentu (mungkin) sama seperti saya. Tapi apa halnya, membahagiakan terkadang susah untuk dijalankan. Boro-boro menjalankan dan mendapatkan apresiasi, kalau yang ada malah celoteh aneh, gak jelas, dan berbuntut caci maki ? Saya belum se-wise itu, masih dalam tahap proses B.E.L.A.J.A.R

Kembali ke teman saya....,
Dimana tenryata jalan yang dipilih adalah membahagiakan orang lain, sementara seluruh isi hati, jiwa dan tubuhnya menjadi sesuatu yang sangat tidak punya arti baginya sendiri.

Saya bilang dia dungu.Tapi dia menolak.
Dia mengatakan menemukan arti kebahagiaan sesungguhnya, karena berhasil membuat orang lain sangat sangat bahagia atas "tindakan" nya.

Well guys...i can't tell u the truth story. Not now (maybe) hehehe..
But, what I can share is...
Pernahkah kau merasakan "tidak menjadi dirimu sendiri". Hanya demi meng-agungkan apa pandangan orang..atau terlebih membuat mereka puas dan bahagia ?? Sementara hati Anda meronta ?
I told U........I can't do that...
and how about you ? just ask your heart...


" Every day..It's as if I play a part
Now I see .. If I wear a mask
I can fool the world, But I cannot fool my heart

Why must we all conceal
What we think, how we feel?
Must there be a secret me
I'm forced to hide?
I won't pretend that I'm
Someone else for all time "
(Reflection by Lea Salonga)

Sep 30, 2009

Tiupan jiwa

Foto saat saya masih di Radio SS (pak Errol ; pegang kertas)


Kemarin saya kembali menemukan pencerahan hidup :)
Dan tak henti-hentinya hati ini mengucapkan syukur alhamdullillah, benar-benar banyak petunjuk yang selalu diberikan-Nya

Dalam berbagai macam kendala yang saya hadapi, situasi hidup yang tidak menentu, kegundahan dan kegelisahan saya ...Beberapa "orang" muncul menemui saya, dimana mereka memberikan "pencerahan" pada saya. Seolah-olah mereka mampu menatap apa yang sebenarnya terjadi dalam sorot mata saya...

Seperti siang kemarin, saat saya berkunjung ke kantor "lama" saya, dimana saya hampir tidak bertemu dengannya dalam satu tahun terakhir ini. Bapak Errol Jonathans, beliau Direktur di media tempat saya dulu menimba ilmu (saya yakin orang-orang banyak yang tahu beliau). Saya berkunjung dalam rangka silaturahmi dengan rekan-rekan lama, mereka-mereka yang pernah menjadi bagian dalam hidup saya. Dimana kala itu mungkin boleh dibilang, buanyak susahnya..tapi saya tidak pernah mengeluh menyesali keadaan.

Kami berbincang, saling menanyakan keadaan. Dan betapa senangnya, beliau masih sangat ingat dengan kondisi keadaan saya saat dulu masih bekerja di tempatnya. Salut karena dia masih mengingatnya..Hingga tiba dalam satu perbincangan....

" Intinya adalah Fokus, Mencintainya, dan Kesempatan"

Maksudnya fokus, Beliau menasehati saya dalam berkarir seperti saat ini harus benar-benar fokus dan loyal. Jangan sampai hanya karena iming-iming sedikit saja, langsung tergiur. Beliau meng-istilahkan-nya seperti mencangkul di sawah. Saat ini, saya sedang mencangkul, menanam bibit, dan masih harus sering - sering menyiraminya, hingga sabar menunggu buahnya dipanen. Sama seperti pekerjaan yang saya miliki, Beliau berharap saya bisa tetep be patient, tidak hanya terkecoh dengan tawaran-tawaran pihak lain yang kadang malah menjerumuskan kita..
Dan saya mengakuinya, kebanyakan sifat dari kita generasi muda adalah tidak sabaran, ingin cepat beres dan menikmati hasilnya..Tapi beliau tertawa, dan mengaku tidak setuju memasukkan saya dalam kategori "muda" dengan alasan karena saya sudah beranak istri :)

Mencintai maksudnya, dalam melakukan pekerjaan kita harus benar-benar mencintai pekerjaan itu. kalau pondasinya sudah cinta, maka tidak akan roboh dihantam badai apapun..Namanya juga orang cinta, diapa-apakan juga tetap cinta. Beliau mengumpamakan, seperti pernikahan yang harus terus disirami setiap saat, tidak hanya diucapkan janji saat di akad nikah saja. Tapi pernikahan bisa bertahan lama karena faktor pupuk dan harus terus menerus memeliharanya dengan baik. Nah, dengan apa? dengan cinta.

Pelajaran bab terakhir kita adalah Kesempatan :) hehe Beliau mengatakan (bagus nih) "Kesempatan datang disaat yang tak diduga, entah kita telah siap atau bahkan saat kita sangat tidak siap.
Jadi, dalam mencapai jenjang karir yang lebih tinggi, harus benar-benar "prepare" karena hal itu lebih baik dibandingkan kalau kita tidak punya kesiapan suatu apa.. Bahkan kesempatan memang tidak mengenal situasi. Saat kondisi kita masih lemah, belum ready, belum mampu dsb, dsb, kesempatan itu tiba-tiba bisa muncul. Dan pastinya .."Wusssshhh..." kesempatan itu terbang begitu saja.

Pertemuan disela-sela kesibukan beliau yang sangat singkat ini benar-benar kembali menerangkan hati dan jiwa saya. Apalagi Beliau juga yakin, saya "mampu" dan pasti "bisa" menghadapi segala yang ada. Beliau juga masih sangat ramah dan welcome, menerima kehadiran saya. Bahkan dia berharap sayabisa membawa nama almamater emakin harum di "luar" sana. Meskipun tidak harus menjadi orang media, tapi dimanapun spirit menjaga nama baik almamater tersebut haruslah tetap ada. Saya pribadi juga mengucapkan banyak rasa terimakasih karena dulu juga sempat dibimbing oleh beliau.

"Saya sudah yakin sejak Kamu dulu datang kesini, kamu orang yang capable. Berhubung sekarang sudah menemukan sawah yang cocok, jadi sabar dan tunggulah panennya"

That's it.. the most important point for bright future.
The key are Focus, Love, and Opportunity.

Sep 28, 2009

Run Away


"Kapan bisa benar-benar berlari ?" pertanyaan yang saya gak terlalu susah menjawabnya.

Pertama, kalau memang dalam kondisi terdesak dimana kita harus segera berlari
Kedua, kalau memang muncul keinginan mengejar sesuatu hingga harus berlari
Atau bahkan Kamu punya banyak jawaban lainnya yang tidak sama dengan saya. Boleh !
Dengan alasan-alasan yang bermunculan itu, so pasti kita akan berlari...

Tapi pernahkah Kamu tahu, saat semuanya baik-baik saja..tidak ada masalah..tidak ada alasan yang benar-benar memaksamu untuk berlari, tapi Kamu malah menggerakkan kaki & segera bersiap untuk berlari ?

Hmm.. I mean...
It's too common, kalau kita kepepet kita bisa atau mampu mengatasinya.
Nah, sekarang kita balik posisinya.

Disaat Kita menikmati "comfort zone" apakah kita mau dan sanggup untuk berlari ??
Apakah kita tidak takut, ternyata tujuan lari itu tidak lebih baik daripada comfort zone yang ada ??

Saya pribadi, sempat terombang-ambing dalam ketidakpastian...terlena dengan kenyamanan itu..dan mencoba terus untuk berlari...karena saya tahu ada secercah tali "finish" yang saya nanti di ujung sana.

Saya tidak akan bisa menujunya hanya dengan "jalan kaki"
Ya..benar, saya butuh berlari.
Saya tahu tujuan saya itu, saya akan lompati pagar pembatas itu.
Tidak ada alasan bagi saya untuk terus menikmati sesuatu yang pasti-pasti saja.
Naluri dan adrenaline ini terlalu menggelora, hingga kian bergejolak..

Saya berlari, dan akan terus berlari...
Menuju sesuatu yang ada disana...bernamakan P.E.N.G.H.A.R.A.P.A.N