Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Dec 2, 2012

Pelajaran P.E.L.I.T


P.E.L.I.T
Mendengar kata itu saja saya sudah sebal dan jengkel, apalagi mungkin mendapat predikat itu.

Bermula dari beberapa waktu lalu, teman-teman kongkow after office hour di Starbucks bawah kantor, ngobrol kesana-kemari, ngomongin mulai hal seriusan sampai becandaan, mulai dari atasan sampai bawahan pula. Ujung-ujungnya final talk, waktunya bayar bill. 

Semua berusaha atau mungkin nampak mengeluarkan uang dari dompet masing-masing, tanpa terkecuali. Ehh salah !!! Ternyata ada satu orang brengsek teman yang diam mematung bak model Lookbook, tak bergeming dan memberi senyum andalannya. Tidak nampak usaha untuk mencoba bayar, atau mungkin basa-basi "Guys I don't get my wallet in my ass !!" or something like that. Nothing, just keep on quiet mission.

Okay. I've got the clue !
Do you have a kind of freakin' ass friend like him / her ?
Want to slap on their face right ?

Rasanya sih, kadang kita tidak perlu mengingatkan apa yang harus dilakukan saat kita 'bersama-sama' dalam suatu gank atau gerombolan teman, setelah melaksanakan 'ibadah' makan / minum bersama. Biasanya mau tidak mau, kalau mungkin sudah sangat akrab / fair secara kedekatan, kita sudah menentukan siapa yang akan bayarin cost nya. Entah itu bergantian atau malah mungkin dibayar dulu "didepan" kasir dan "urunan" dibelakang.

Rasanya susah ya, mau ajak teman kalau kelakuannya selalu ga bisa diberi kelonggaran. Pengennya sih tombol atau alarm kesadaran sudah ada tanpa harus perlu kita bantu switch on atau switch off kan. Udah gede, harusnya tau mana yang bayar sendiri atau bukan.

TAPI, dalam kehidupan yang jenis pertemanan beragam ini, kadang perlu juga hal ini tidak bisa dibiarkan atau kita akan 'kasihan' terus-menerus kedepannya. Mungkin perlu lewat kitalah tipikal teman seperti 'mereka' itu (iya benar, M.E.R.E.K.A. karena jumlah orang dengan gaya seperti ini BANYAK) perlu diberi bantuan pelajaran. 

Sesekali gapapa, keterusan....runyam jadinya. Maka itu perlu tindakan.
Cukup dengan kata-kata sopan namun mengena.

"Hmm..Mas, kamu belum bayar. Bayar sendiri ya !"
Tegas, singkat, padat, dan JELAS. Hingga mas kasir pun tersenyum mendengarnya.


Baik teman, selamat tinggal..
Karena pertemanan itu bagaikan buih kopi yang kental diatasnya, dan mampu larut karena adukan. 'Jalan' mu sudah ku-buka-kan, tinggal kesadaranmu yang perlu kau bangunkan.

sekian.



Jul 24, 2010

Adikku ( by Mario Teguh)






Note:
thx buat "Mbak" yg sudah mengirimkan aku inspirasi email ini.
terimakasih, berbagi ... saat aku terjatuh dan terhempas lagi.
doakan adikkmu ini mendapatkan jalan atas semua yg terjadi.

Jul 19, 2010

Usang, penuh makna

Pic of Zara shoes (private collection)


Aku ingat beberapa masa yang aku lewati dengan mu.

Aku ingat betapa konyolnya aku saat pertama kali aku bertemu denganmu.
Tak bisa tidur, gelisah dan kuberdoa semoga pagi lekas menyambutku.
Agar aku bisa menikmati keindahanmu dan semua memandangku dan kamu.

Hei, tak terlalu lama bukan ?
Perasaan baru kemarin isi dompetku terkuras demi memilikimu.
Tapi perasaan itu sudah tak pernah lagi ada di benakku
Tak pernah kurasakan keceriaan saat aku menghampirimu.

Maaf harus kubilang, kau sudah menjadi bagian masa laluku.
Tapi terimakasih, atas segala kenangan dan menemani perjalananku.
Ya, perjalanan terjal yang selalu aku hadapi denganmu.
Dan tak pernah kau mengeluh sekalipun atas kegagalanku.

Ah sudahlah, kau tahu aku.
Tak pernah ingin mengungkit masa lalu.
Cukup hanya kau dan aku yang tahu.

Jun 18, 2010

Jalan Baru,,


Ya ampun pindah lagi ? gak kerasan ya ? dipecat ya ? wah sukses ya ? Selamat ya ! bla...bla..bla..

Beberapa pertanyaan terlontar mantan teman-teman saya di radio dulu, waktu saya hadir di acara ulang tahun ke 27 radio tersebut beberapa waktu yang lalu. Sebagian ada yang kaget, ada yang biasa aja, ada yang sok curious, ada yang bernada interogasi...bla bla bla.
Meski mereka tidak tahu, sudah lama saya pindahnya..

Darling, i've to told you one point. I'm never being dumped or fired by my company. That's is my own decision ....

Loh tapi kan sudah enak, sudah senang di bank, mapan..bla bla bla.
Yes Darling, but let me sure, every one has their own decision and opportunity. Terserah kamu, untuk mau ambil atau tidak. Sekali lagi yang mau saya tekankan, HIDUPMU adalah CARAMU, PILIHANMU, dan HASILMU. Semua keputusan ada ditangan kamu sendiri.

Terserah kamu mau dengan cara apapun, untuk memenuhi banyak mimpi di otakmu, banyak harapan di kepalamu, banyak keinginan di hatimu.

Terserah kamu mau dengan pilihan apapun, untuk menentukan mana yang terbaik bagimu, mana yang terasa paling tepat dari feeling mu.

Dan pastinya, hasil yang kau akan dapatkan suatu saat nanti adalah dari pilihanmua sendiri. Dan aku berharap tidak ada penyesalan sedikitpun atas apa yang telah kau pilih dengan caramu sendiri. Karena akhirnya hanya urusanmu dan Dia untuk mempertangungjawabkannya.

Balik lagi... :)
Pastinya saya tidak menjelaskan hal itu ke semua teman-teman saya yang ribet bertanya. Bisa - bisa saya butuh waktu khusus untuk press-Con, sementara ga ada yg akan hadir karena bertanya siapa saya ? haha. Paling - paling saya akan bilang "Iya nih, ngejar biar biar budget susu anak biar nambah" ato kadang dengan senyuman penuh makna saja sudah cukup.

Guys, hidup saya hanya sekali.
Kalau mempertanyakan ke-loyal-an atas tempat saya bekerja, saya akan jawab saya tipikal punya loyalitas tinggi. Terhitung seumur hidup, saya hanya bekerja di 4 tempat, rata-rata 2 tahun. Bahkan di tempat kerja yang pertama bertahan sampai lebih dari 6 tahun :)

Ayolah...
Mimpi kita banyak kan ? masih suka tantangan kan ? kadang merasa butuh challenge yang lebih besar kan ? dan tentunya diimbangi dengan harapan utama dapat penghasilan yang "cukup" kan?

Saya tidak pernah takut, diomongin orang, dikata-katain orang, dsb. Karena berpindah kerja, mencoba hal baru, dan selalu berusaha mengejar impian saya. Saya jalankan semua sesuai porsi yang sudah diatur-Nya. Dan pekerjaan yang kita miliki adalah sebagian ibadah untuk Nya bukan ? Saya juga sangat banyak berterimakasih, untuk semua perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Karena pastinya atas merekalah pribadi dan kesempatan saya saat ini terbentuk.

Well, saya tidak ingin terlalu repot dengan urusan orang lain dalam caranya mengejar impian atau cita-cita. Lebih baik saya fokus pada plan hidup saya. Karena meski beberapa mimpi saya tercapai, mimpi saya yang lain antri masih banyak.. Karena entah mengapa, harapan-optimisme-dan semangat dalam hidup saya terus membara, atas alasan masih ingin terus mengejar impian itu.

dan Kamu ?

Apr 22, 2009

Best friend

Best friend...
Saya masih bingung mendeskripisikan makna ini..

Apakah sahabat yang mulai dari kecil hingga kini juga masih tetap menyandang "best"
Apakah diantara beribu-ribu teman itu, hanya boleh satu saja yang dianggap sahabat terbaik..
Ataukah yang mana ??

Bagi saya yang tidak termasuk kategori memiliki ribuan teman ini (bahkan dalam jejaring maya juga), mungkin hanya segelintir orang yang saya masih anggap tepat menyandang gelar itu. Meskipun harus dibagi dalam beberapa masa tentunya.

Ada orang-orang, yang bukan sanak-keluarga, ataupun punya hubungan saudara,bahkan kita tidak tahu dari mana mereka datangnya. Tiba-tiba saja mereka hadir bagai "menyelamatkan" cerita hidup kita. Memberi warna dalam beberapa "adegan" usia kita, dan memberikan inspirasi yang mungkin sampai sekarang juga masih terngiang saja di benak.

Pun harus kita akui, sedekat-dekatnya kita dengan sahabat terbaik itu, kalau toh akhirnya harus dipisahkan jarak, rasa itu akan kian lama terasa berbeda. Berubah, bahkan tak salah jika akhirnya memudar. Seperti foto dalam album kenangan terbaik saya, bersama mereka.

Di masa kanak-kanak, saya punya sahabat, yang saya anggap terbaik. Tentunya di masa itu.
Di masa-masa SD pun, saya juga memilikinya. Culun.
Di masa-masa SMP, saya masih ingat betapa kompaknya dia, dengan pendirian saya.
Di masa-masa SMA, betapa hebatnya sahabat saya itu, selalu ada saat saya butuhkan.
Di masa-masa kuliah, beberapa diantaranya benar-benar memberikan perhatian lebihnya.

Di masa-masa kerja, di radio pertama saya, betapa banyak yang mem-back up saya.
Bahkan sampai saat ini...
Ada saja orang-orang yang saya rasa "dihadirkan" Nya, untuk membantu kehidupan dan cerita hidup saya.

Bukannya men-dramatisir.
Saya ingat-ingat saja, mereka selalu menemani, dan berada di samping saya.
Meski saya dalam keadaan tersulit pun.
Tidak menceramahi saya, melainkan mendengarkan saya dulu (meski akhirnya juga diceramahi).
Selalu paham kondisi saya....bla...bla...bla...

Tapi yang saya tak habis pikir, "durasi" mereka untuk hadir menemani hidup saya sangat tidak kompromi sekali. Inginnya saya, selalu di back-up mereka. Bahkan angan-angan bodoh ini, andaikan besok jadi Mentri, pasti mereka jadi tim sukses saya :)

Beberapa teman terbaik saya itu, kadang meninggalkan saya, disaat kondisi ini masih belum siap menerima. Masih butuh bimbingan, masih butuh ungkapan yang jujur dan dukungan moril (sampai bahkan dukungan materiil), dan banyak bentuk dukungan lainnya.

Kini, ada lagi teman saya, yang harus melangkahkan kakinya untuk memenuhi harapan-harapan terbesarnya. Bahkan saya ingat betul, harapan dan impian besar mereka, turut pula mempengaruhi dan meng inspirasi hidup saya.

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih pada orang-orang itu. Meski tidak saya sebutkan, saya tahu mereka merasa.
Pernah menjadi bagian terbaik dalam kehidupan saya.
Pernah memberikan makna terbesar dalam perjalanan karir, dan keluarga saya.
Pernah menjadikan semua angan-impian itu smeakin dekat, untuk saya raih.

Terimakasih, sekali lagi terimakasih.


Ps: Good luck for my newest best-friend ever !!
Let's strike out & Win !!!

Nov 5, 2008

Berakhir : Akhirnya...

Selama hampir 11 tahun, hidup saya berputar - putar diantara 3 hal ; mic, lagu, dan telpon.
Dan bisa dikatakan AKHIRNYA DATANG JUGA.


DATANG waktu bagi saya untuk mengakhirinya....
Don't ask me, what I feel deep inside my heart ? Betapa ribuan lagu, kenangan dan cerita hidup saya terukir dan berjalan sangat penuh warna dengan pekerjaan yang saya anggap sangat-sangat menyenangkan itu.

MENJADI PENYIAR RADIO ?? Emang bisa mencukupi kebutuhan mu nantinya ?
Kalimat yang ingin saya buktikan pada Mama, kalo memang dugaannya salah. Buktinya hampir 11 tahun ini, saya alhamdulillah masih mampu memenuhi kebutuhan, dari HANYA menjadi seorang penyiar radio.

Keputusan dan tekad untuk 'membuktikan' itulah yang juga mengantarkan saya pada keputusan untuk pergi meninggalkan, KissFM yang menjadi "Sekolah Dasar" saya di dunia broadcast, dan memilih untuk "kuliah" di sebuah radio kenamaan (katanya sih) bernamakan SS . Mimpi dan harapan saya belum berhenti, karena dalam benak dan pikiran saya, keputusan itu tepat. Karena saya merasa 'naik tingkatan' atau 'naik kasta' atau 'naik prestige' dengan nama besar 'pabrik' baru saya itu. Masih didukung ahli-ahli yang bertebaran di dalamnya, sehingga gairah dan keinginan untuk memetik sari ilmu itu semakin besar-berkobar, menyala-nyala dan pastinya TAK TERHENTIKAN.

Hmmmph,
ternyata semua tidak berjalan seperti yang kita inginkan...

Tapi..
Tungu, tunggu dulu....ternyata saya salah. Saya RALAT...
ternyata semua seperti yang saya inginkan (waktu itu).

Awal pertama kali saya masuk di radio SS, entah kenapa bisa, pikiran kecil saya sedikit memberi bisikan, dan berkata ;
" Kamu hanya akan bertahan 2 tahun saja, tidak lebih"

Damnnn !!
Ternyata benar. Saya tidak sekedar nge-cap, sok Mama Laurent, atau sok di pas-pasin ato apalah. Anda tidak percaya pun juga tidak ada ruginya bagi saya.
Tapi....satu hal yang bisa saya ambil hikmahnya...
Ternyata yang terjadi hari ini, sebagian dari 'harapan' dan doa kita di masa lalu.

Kembali mundur beberapa tahun yang lalu. Pikiran saya pun juga berpikir, saya juga tidak mau kok SELAMANYA jadi PENYIAR RADIO..
Waktu itu impian saya dikala masih culun...
- Nikah di usia muda (supaya pas anak udah gede, kita gak tua-tua banget)
- Kerja kantoran, di tempat gede dengan posisi yang lumayan enak, dan karir jelas.
- Pulang naik mobil disambut anak istri
- dan bisa siaran sekali-kali. Hanya untuk melampiaskan kangen saja.... 2 minggu sekali juga boleh, tapi milih acara yang high rating dan banyak incoming call-nya ...

Haaahahahaha...harapan dan mimpi anak culun yang aneh !!!

Sep 10, 2008

Tukang ngeluh #1 = cuma OMDO

Dulu, di tempat kerja saya yang lama, ada kawan yang sukanya cerita tentang kehidupannya yang un-perfect menurutnya. Gaji pas-pasan lah, tanggungjawab berlebih-lah, jam kerja mencekik leher lah, dan suka dikatain Boss lah...wah kumplit pokoknya.

Dengan gaya dan emosi yang meluap-luap seperti lakon sinetron nomor wahid, dia selalu berbagi cerita dengan saya. Di ruangan saya, merepet ke meja kerja saya, di sela-sela makan siang saya, dan bahkan kadang disela-sela saya jeda On air. Katanya sudah gak tahan, ingin berhenti. Sesekali mengajak dan menawari, apakah saya juga tidak merasakan hal yang sama dengannya. Hmmm...tertarik juga sih, dengan namanya perubahan (ke yang lebih baik tentunya).

Hingga suatu waktu...batas di dalam diri saya sudah memuncak. Ternyata, saya bagaikan menggenggam api dalam sekam (ehh, bener ya istilahnya? ). Sumpah, saya merasa pikiran saya tidak menyatu lagi. Saya merasa bagaikan burung, berada dalam sangkar yang kekecilan. Kalau toh, masih sulit bagi saya terbang bebas di langit lepas, pikir saya tidak apa-apa juga kok, andai kembali mendapatkan sangkar. Asal yang lebih luas. hal itu saya yakini bagian dari proses, untuk saya bisa mendapatkan 'alam bebas' nantinya.


Tiba saya sampaikan 'lagu perpisahan' untuk semua, termasuk teman saya itu. Loh, responnya kok tidak sesuai harapan saya. Mana 'empati'nya ? mana juga luapan keinginan besarnya untuk 'mengikuti' jejak saya? Mana semangatnya untuk mendapatkan hal lain sesuai dengan janji manisnya dan petisi-petisi pedasnya waktu itu ?
Hitungan Minggu berganti bulan, dan bahkan disusul hitungan bulan berganti tahun.
Ya ampun, ternyata teman saya itu masih 'mendekam' di dalam sana. Tempat yang sudah saya tinggalkan ratusan hari lalu. Parahnya, teman saya masih mengeluh hal yang SAMA

Well, saya ingin lemparin kulit duren dan beling kaca ke mulutnya. Jadi geregetan nerima curhatan yang gak penting darinya sampai saat ini. Lha dari kemarin dia kemana aja, betapa BODOHNYA tanpa dibarengi usaha untuk mendapatkan sesuatu yang selalu diinginkannya. Hmm, andai dia tahu, padahal justru disaat kita merasa terpojok, terjepit dan putus asa, kadang ada 'kekuatan' yang benar-benar membantu kita. MELAWAN keputusasaan itu dan semakin MELAJU kencang....

Hmm, sudahlah...saya jadi empet dan eneg bahasnya. Kalau ingin perubahan, ya ayo maju, cari dan jalani proses baru menuju perubahan itu. Jangan asal bunyi saja, jangan hanya OMDO omong doang saja, jangan ngeluh saja..bukti bukti bukti...buktikan. Karena hakekatnya, perubahan pada kehidupan kita, hanya akan terjadi atas usaha kita. Kalau anda sudah 'mengakar' di tempat yang sama selama lebih dari 3 tahun dan merasa kecewa, truss hanya mengeluh saja ? ya ampun, betapa bodohnya anda.

Dan saya? apakah yakin dengan langkah ini?
Ada hal-hal yang kadang tak bisa kita terjemahkan. Namanya keyakinan.
Di luar sana ada keyakinan, meraih suatu harapan baru, untuk mewujudkan impian
Saya yakin itu...

Sep 7, 2008

Menjadi tua..

Hal yang mungkin paling dan sangat ditakui, manusia..satu diantaranya menjadi tua. Tapi kali ini, sedikit cerita tentang 'orang tua' yang semoga bisa menginpirasi semua ..

Jumat, itu...
Tua yang pertama...
Saya lihat, masih menengadah tanpa memperdulikan kepulan asap kendaraan, yang hitemnya melebihi pantat panci. Bapak-2 usia 60th-an, deket lampu merah. Mengemis, dengan pakaian compang-camping. Di siang hari bolong, panaaaaas, puasaan pula (mungkin buat dia udah biasa).

Tua yang kedua...
Waktu cari makan berbuka, beli ice juice langganan depan rumah megah SUTJIPTO, calon Gubernur jatim yang kalah di putaran pertama itu *hehehe, gak penting yak* . Sudahlah....
Liat bapak-2 usia sekita 50-th an dengan uban merata memutih, bilang beli Aqua. Kirain penjaga tokonya beli Aqua galon gede gitu. Waktu ditanyain, mana anak atao yang bantuin, tnyta bilang cuma beli yang botolan, nyesuain duitnya dan krn gak kuat angkatnya. Lalu beranjak pergi, menuntun sepeda tua....mungkin lebih dari separuh usia saya..

Tua yang ketiga...
Sehabis beli juice alpukat, meluncur ke DarmoPark. Diluar area pertokoan itu, ada warung Tahu Campur Lamongan yang TOP BGT. Rameeee, dan murrraaah. *kapan-2 cobain yak*
Sambil melahap, datang sepasang suami istri tua...
Rewel.. minta yang gak banyak petis lah, daging jangan alot-alot lah, jangan pedes banget lah dsb...sang istri terlihat menggandeng tangan suaminya, membantunya duduk di kursi kayu. Sambil melihat suaminya yg mengeluh sakit pinggangnya....

Pulanggg...rebahan...
Inget orang-orang tua tadi...
Inget Mama + Bapak ...orang tua saya
Apa kabar mereka jauh disana, yang jarang saya tanyai kabarnya. Sibuk? gak juga
Inget apa saya bisa membahagiakan mereka nantinya.
Tanpa mereka harus meminta bantuan ke orang lain, yang bukan anaknya.

Inget juga, bayangan masa tua.
Apa saya juga masih akan terus bersama-sama pasangan jiwa saya.
Sama-sama beruban, kulit keriput, pelupa, dan sakit-sakitan...
dan apakah saya masih punya kesempatan, tetap memegang erat tangannya ?

Langkah saya,
- Waktu itu langsung nelpon Mama + Bapak. Tanya kabar, dan bilang rindu. Minta doa
- Langsung menelpon bini (dan mendengar suara Deeva diujung sana) bilang rindu, dan aku mencintaimu..

Air mata ini menetes...segera bergegas ambil wudhu. Mau taraweh..
dan mau meminta pada Sang Pemberi.. "Berilah kebahagiaan disaat aku tua nanti,.."

Jul 21, 2008

Life is an Option..right??

Anggapan dan metafora imajinasi manusia, layaknya buih-buih samudra yang tiada habisnya. Tak berujung, selalu mengundang keingintahuan dan merasa menjadi sangat berbeda dengan pribadi atau jiwa yang murni. Perasaan-perasaan yang menjadi ke-gamang-an, selalu dan mungkin kadang menjadi hambatan melaju, untuk menentukan apa jawaban di masa depan.
Keputusan.
Ya, pilihan diantara persimpangan itu menjadi titik balik, bernamakan keputusan.
Kata banyak orang bijak, hidup akan selalu dibenturkan dengan dua pilihan. Keberuntungan bagi jiwa, andai pilihan-pilihan itu tidak merugikan. Namun demikian, akan tetap terasa sesak dan menekan pikiran, karena sungguhpun pilihan itu sama lezatnya, noda ber-namakan 'ego' selalu membuatnya terasa sulit. Bahkan untuk 2 pilihan yang sama baiknya.

Lalu bagaimana dengan pilihan tak berimbang ?
temans, mari mengingat-ingat. Bukankah semuanya diciptakan berpasangan, yang kadang tak kesemuanya itu bisa kita raih..hanya sebelah saja. Meski terasa timpang, inilah beratnya menjadi sosok yang harus memilih. Keraguan yang kadang 'memaki' pilihan yang tak tepat, semakin terasa menghantui, meskipun bahkan batin ini saja belum memilih...
Benarkah tak berimbang? Darimana kita tahu pilihan kita benar atau bahkan salah ?
Jauh-jauh hari, perasaan-perasaan, tanda-tanda, atau signal-signal..pasti sudah dikirimkan otak kita, melaju ke hati, dan berbuntut pada tindakan.. atau bahkan singkatnya bisa saja dari hati langsung menuju ke PILIHAN. Sebenarnya, segala macam pertimbangan itu, muskil terkalahkan oleh keputusan kita pribadi.

Rute pilihan yang harus saya pilihpun, berliku...bak sinetron yang tak saya ketahui dimana skenario dan tema latarnya. Tapi apakah salah, kalau saya harus berhenti dari 'sinetron' satu dan berpindah ke sinetron yang lainnya? Bukankah itu juga pilihan? meskipun saya akui, saya tidak menuntaskan 'episode' dari cerita yang tidak saya inginkan itu. Sebagai sosok pribadi yang kurang sempurna, harapan saya berlapis ego...ada pilihan akhir yang benar-benar tepat, sesuai 'tebakan'. Tidak sedikitpun saya sesali, kalau saya salah mengambil 'peran' dari cerita ini. Karena bagi saya, babak ini menghantarkan saya pada kisah lanjutan yang saya harap akan lebih membuat jiwa saya terisi dengan nyaman, dan tidak hampa.

Saat kita memang harus benar-benar memilih, harapan kita semoga itu sebuah keputusan yang tepat. Saya pribadi percaya, garis pilihan saya..membimbing dan bahkan menempatkan diri saya pada lajur ini, lajur yang sudah di gariskan-NYA. Lalu apakah Tuhan akan melepaskan saya, andai pilihan ternyata salah?. Tidak, huruf akan terangkai menjadi kata, diikuti menjadi baris kalimat, dan membingkai sebuah paragraf. Hingga akhirnya, akan ditutup dengan tanda TITIK, yang bahkan masih akan dilanjutkan lagi hingga bertemu satu tanda TITIK yang mengakhiri segalanya.
Saya pribadi, ingin menuju TITIK penutup itu dengan cara yang indah. Agar kelak, "paragraf-paragraf" yang telah saya buat, bisa dibaca jiwa lain dan anak-anak saya yang berucap..

"Benar-benar cerita yang indah...."

Jun 21, 2008

Love Inside

Love bring us the joy with it's own destiny

Memanfaatkan waktu yang singkat-sempit-pendek, penting bagi kami untuk menjaga harmoni dan sinergi (halah) as a passion for love. Pertemuan yang kadang singkat karena terbentur tema pekerjaan, menjadi hal yang butuh pemahaman dan kewajaran tinggi bagi kami berdua. Jujur, konsentrasi tema CARI DUIT masih menjadi bahasan utama kami sehari-hari, coz we never know what tomorrow is..Karena masih sama-sama muda, kami benar-benar ingin semuanya kami jalani dengan sepenuh kemampuan dan tenaga kami.

Di usia perkawinan kami 2 tahun yang masih seumur jagung ini, saya benar-benar ingin dan berharap bahwa kenangan dan perjuangan yang kami lakukan akan berakhir sesuai mimpi dan kemauan kami. Syukur-syukur melebihi ekspektasi itu ..Ngeri juga lihat infotainment atau acara gosip-gosip yang banyak menceritakan perpisahan melulu. Sampai tadi juga berhayal, bagaimana masa tua nanti. Dan kami sepakat tidak mau repotin Deeva, cukup berdua saja menghabiskan masa tua..hehe (halah)

Kalau saya kurang bersyukur, pasti karena rasa 'manusia' saya terlalu mendominasi. Tidak terlalu sering melongok ke bawah. Sebentar melihat banyak hal lain yang ternyata lebih kurang dan jauh diatas 'rasa kurang kita'. Hari ini saya masih terus belajar dan belajar banyak, bahwa hal-hal sederhana bisa menumbuhkan rasa cinta. Meski tanpa dibalut arti kemewahan, ternyata memasak berdua membuat kami juga belajar menjadi 'tim' yang dituntut untuk membingkai kebersamaan. Simple sih, tapi kesederhanaan itu yang nantinya membuat suatu hal akan terasa istimewa. Seperti kata Mama saya....

Hari inipun saya paham, ternyata kesetiaan itu penting untuk dicamkan. Tapi alangkah indahnya kalau unsur kesetiaan itu muncul, disaat pasangan kita dalam ketidakberdayaan. Lenyap sudah rasa egois yang kadang membakar nurani, dan keangkuhan yang membelenggu pikiran ini. Semuanya luluh, melihat kebahagiaan yang bisa dijalani dalam kesempurnaan kebersamaan.
Terimakasih Tuhan, atas segala-Mu
Pemberian, Ujian, Cobaan, dan Ampunan Mu
Kemarin adalah sejarah..
Besok adalah masa depan dan mimpi
dan sekarang adalah perjuangan

Selamat makan..

*Melahap bebek goreng + sayur lalapan + sambal pedas top bini Saya
Ditutup desert melon dan pepaya segar...alhamdullilah

Jun 13, 2008

Kata si Kiri

Lelah selepas terjaga....Tiba-tiba saja saya lamat-lamat bisa mendengarkan pembicaraan lirih si kiri dan si kanan,

si Kiri ; “Wah mendangar curhatmu saja membuat aku miris dan rasanya pengen bales”
si Kanan ; “Ah gak juga...”
si Kiri ; “ Tekanan di tempatmu besar juga ya. Miris jadinya melihat kegigihanmu. Padahal, ngapain juga kamu repot-repot susah payah. Bukannya kehidupanmu sudah lebih-lebih-lebih dari cukup? dan layak membuatmu menjadi Radja di istanamu sendiri?”
si Kanan ; “Gak mau ah, kurang seru nanti”
si Kiri ; “Ayolah, masak tidak ada sedikitpun keinginan, untuk melibas mereka. Kenapa kamu gak bilang saja sebenarnya, bapakmu petinggi negara? Kerja di bank milik negara. Dan bukannya kamu sedikit bisa bilang dengan congkak. Toh gaji bapakmu pasti lebih tinggi 5 kali level gaji bos mu, atau bahkan mungkin 10 kali gaji para manajermu yang congkak itu.”
si Kanan ; “ Ahh, apalah guna lha wong itu pangkat bapakku, bukan aku. Rasanya dompleng namanya juga tidak terlalu membuatku bangga. Gengsi IYA. Malu jadi benalu..”
si Kiri ; (sial, pertanyaan salah) “Kalo kamu gengsi, kenapa mau dicelotehin terus sama bos mu yang mungkin aja SOK BOSSY”
si Kanan ; “Hey..ini namanya mandiri, kerja ikut orang. Let's follow the rules

si Kiri ; “Okelah, katamu kamu dilecehkan karena penampilanmu biasa-biasa saja, ya pakai saja koleksimu yang puluhan dan nge-jogrok di lemari pakaianmu itu..”
si Kanan ; “ Ahh, gak deh,biasa aja. Apalagi teman seruangan saya suka 'ribut bin riweuh' kalo ada perubahan penampilan. Trendy atau nyentrik dikit, langsung dibahas. Lagian bahasnya juga gak jelas, gak pada ngaca tampilan mereka seperti apa adanya..gak paham mode, ribut.”
si Kiri ; “At least kan mereka gak banyak cingcong...”
si Kanan ; “Iya, tapi kalo timing kerjanya gak pas buat 'menor-menor' trus buat apa?”
si Kiri ; “Hey, kadang kita harus punya timing pas buat nge-hook orang yang sok banget itu. Baik itu level mu, atasmu alias bos mu, atau siapapun yang kadang sudah meremehkanmu. Itu namanya harga diri Bung”

si Kanan ; “Sst.....benar kita harus bisa mempertahankan harga diri. Tapi, ada satu titik dimana kita harus berusaha sendiri. Menjalani kehidupan ini sebagai proses. Bukan hanya hasilnya saja yang kita ingini, tapi perjalanan itu yang nanti malah kita akan kenang..dan ingat terus. Itu yang seru.
si Kiri ; “Tunggu, tunggu..jadi ini ceritanya 'penyamaran'mu kah ?”
si Kanan ; “Bukan. lagian semua 'embel-embel' yang kita miliki bisa saja lenyap dalam sekejap. Kata bang Haji, semua itu hanya titipan...hehehe”
si Kiri ; Dass (terdiam...)
Andaikan saja para manajer yang sombong itu tahu. Betapa 'tidak-ada-apa-apanya' kalau dibandingkan kamu, Kanan. Dan andai saja mereka bisa merasakan, suatu hari mereka tidak akan terus merasakan 'posisi enak' ... ahh, pasti hati-kecil-licik saya akan sedikit tertawa melihatnya...
si Kanan ; hmmpph..hush.

Jun 2, 2008

Selamat Hari Kita

Masih kuingat, saat aku tuliskan pertanyaan bodoh di lembar majalahmu..
"Boleh kenalan ...gak?"
Di depan perpusatakaan kampus itu, kau malah mengacuhkanku. Tapi Aku tak putus asa..
Kuselipkan nomor telponku kedalam tasmu, waktu kau sibuk membaca buku.
Tapi Ahh...
bodohnya aku, mana mungkin perempuan yang menelpon laki-laki...bodoh..bodoh..

3 hari berlalu, aku masih ingat kamu dan terbayang-bayang wajahmu.
Sedikit berpikir, apakah ini cinta ataukah rasa penasaranku seperti biasanya saja.
Tak kuduga, kamu benar-benar membuatku selalu memikirkanmu.
Pertemuan demi pertemuan akhirnya berjalan
Meski akhirnya kita harus berpisah, karena keras nya ego-ku dan nafsuku...

......

......

Tak terasa juga, perjalanan demi perjalanan membuat kita semakin menyatu
Aku hanya bingung dan sempat tak yakin, apakah Tuhan telah mengatir kau jodohku..
Aroma perjuanganmu untuk selalu disampingku sangat aku rasakan
Rasa percayamu membuatku semakin mantap untuk menuntunmu..

Akhirnya 2 tahun yang lalu kuberanikan diri, Aku ucapkan janji indahku untukmu...
Kunyatakan sanggup, menjadi cawan tatakan cangkir rapuhmu
Kusuarakan mampu, menjadi klompen perjalanan masa depanmu...

Gambaran kau tepat menjadi penawar ku makin nampak
Kau masih nantikan aku, yang kadang mencari arah tak tentu
Kau pun masih percayakanku, bahkan disaat akupun sudah tak percayai diriku sendiri
Dan pemberian terbaikmu atas nyawa kecilnya, semakin membuatku merasa kau tepat untukku

Terimakasih sampai saat ini kau masih mau menungguku
Menanti banyak pintu harapan dan impian yang kita inginkan bersama
Sambil menanti waktu, saat uban kita semakin merata..kuharap kau masih disampingku
dan maafkanlah aku, saat kau mungkin semapt membatin, AKU tak selalu dapat membanggakanmu....

May 10, 2008

Meet The THREE Master

Well, if there's a day called 'bad day' ..
uhmm i think this is 'that' day for me

The story begin....

More than 1 weeks ago, I've got information Mr Rhenald Kasali bakal datang ke Surabaya. Jadi bintang tamu acara talkshow di Hotel JW Marriott yang bakal di pandu Andy “Kick-ANDY” F. Noya. Well, it's a good time for me, to meet him (them actually). Okay, akhirnya tanpa sungkan seperti biasa saya hubungi pak Rhenald. Awesome, he's AGREE at all dengan semua permintaan khusus saya untuk menemuinya.
D-Day is coming...Jumat 9 Mei 2008. Bakal nemuin pak Rhenald di Marriott pkl 12.30 after break session, during the talk show I mean. Sesudah ribet gara2 ban bocor (yg bikin Argghhh untuk diceritakan) akhirnya kecapekan. Istirahat bentar maksud hati, BUT ternyata molor se-jam (duh Gusti, susahnya istirahat lamaan dikit). Akhirnya bangun jam 13.00. DAMN !! Am I late ? of course !!! Saya Sms pak Rhenald ternyata beliau baruuu aja break, syukurlah. Karena sekalian janjian dgn manager Marketing kantor saya di event launching Lee Cooper di Tunjungan Plaza3, akhirnya saya pilih meluncur ke KFC Basuki Rahmat buat parkir, daripada masuk parkiran TP3 yang lebih ribet.
Sesudah sampai di parkiran KFC gelael-Basuki rahmat, I called her..
“Mbak Dimana...aku udah masuk TP1 nih...rekamannya kamu bwa kan? aku ditunggu Rhenald nih..”
“Langsung aja ke Hall, barengan aja ke Marriott-nya, tapi rekaman apa??” kata manager marketing-ku tanpa dosa.
“Loh, yang dititipin Supervisor-ku, kan tadi katanya kamu bawa, sms kamu tadi....”
“Ehhhh, aku tu gak sms kamu. lagian alat rekam apa...gak tau...”
Wah-wah-wah...setelah saya cek, ternyata saya salah baca sms. Ternyata IC Recorder (nama alat perekam-sialan itu) dititipin ke teh Novri my Librarian. Hikssss, sudah macett (jam 12 siang jalan Basuki Rahmat SeLALU macet gila-gilaan), susah dapat posisi parkir yang PEWE. Ehh harus balik lagi ke kantor, wah..bisa ancur jadwal janjian dgn pak Rhenald..Lagian siapa saya, seenaknya ngolor-ngolor waktu buat ketemuan...hehe
AKHIRNYA telpon bantuan datang juga;
“Ya udah, aku anterin deh..tungguin ya..” :) terharu mendapatkan bantuan yang tak terduga.hehe, teh Novri janji anterin ke Marriott, sembari Saya meluncur lebih dulu buat nemuin pak Rhenald.
Sampai di Marriott, check tas, body sensor, akhirnya menuju ke Lounge, dan janjian di Resto lt 2 dekat lift, sesuai petunjuk sms pak Rhenald yang saya terima. Ehm, ketemu...after ice breaking with chat little something, I think he's the smart-humble-welcome-person...sambil mempersilahkan saya ikut makan, saya tolak dengan alasan klasik sudah makan (meskipun perut ini ingin berkata jujur spt kata AA GYM, karena sebenarnya lapar dan sedikit feel tasty liat appetizer yang dilahap pak Rhenald). Saya bilang, alat perekam masih on da way, karena low batt. Dag-dig-dug hati ini nungguin mbak Novri, 1 menit – 5 menit – 10 menit..duhh waktu terus berjalan, tapi teh Novri belum muncul juga. 25 menit – 30 menit..akhirnya sesudah 47 menit datang juga (rutin pantau jam hp..hihihih). Tergopoh-gopoh, teh Novri memberikan IC Recorder titipan itu...dan SIAUL !! saya gak paham pengoperasian alat ketjil-jahanam itu. Karena ketemu mas EDDY (thk for help) dari divisi portal web kantor saya, akhirnya minta bantuan dia. Dan ternyata “Wah, aku juga gak bisa Rhen...” Gubrak..!!
Sambil dia mengutak-atik plus bumbu bingung inside, saya semakin gelisah karena ternyata pak Rhenald harus segera ke bandara, langsung balik ke Jkt. “Rhen...gimana, saya tunggu loh..AYO “ kata pak Rhenald. Duh, saya semakin amburadul-gelisah-degdegserr-keringat dingin karena IC Recordernya low batt. It means, I have to go to find someone who help me, dengan tema “Bisakah membelikan baterai buat saya?? please” (*Wajah memelas;mode ON
Ternyata teh Novri lagi-lagi jadi my Saviour..(again) menawarkan mencari bantuan, dan akhirnya dapat sepasang baterai A3 seharga 25ribu. Gila, padahal diluaran cuma 8000. (Upss lupa, ya iyalah...di HOTEL, jadi Nothing cheaper dong) Akhirnya mas EDDY bisa menyalakan, dan siap tinggal pencet start RECord.
wasss-wess-wosss-wasss...pak Rhenald dengan kepandaiannya memberikan tipsnya seperti yang saya pandu...after photo session (of course I'm doing well, hehe. sesuatu yg dulu jarang saya lakukan, meskipun ketemu artis2 hiburan ibu kota,hehe bhs baliho banget yak).
Dengan senang hati-gembira ria, nyamperin mas Eddy lagi di lobby lt 2. Nyalain my lovely EEE Asus, ngecek hasil rekaman..”Loh-loh-loh, mana ya...ehmm, Loh, tapi...” Hampir setengah jam utak-atik EEE-ASUS ternyata SAUDARA-SAUDARA, FILE SAYA TIDAK ADA. NOT FOUND...YAk...selamat dan sukses dah...BADAN saya langsung lemas-lunglai. Sumpah, saya sudah capek-ribet dan pastinya MALU. Bagaimana bisa tdk kerekam, ternyata meskipun recording timer berjalan, tapi malah ngrekam radio dgn bunyi “Zzzzzzzzz...zzzz..zzz”
ANCURRR hidupku...Ancurr !!!
Mana mungkin bisa janjian dg pak Rhenald lagi. Lagian belum tahu kapan jadwal dia mampir ke Sby lagi...why me Lord..how could this happen to me (* singing mode ON

Setelah di 'semangati' lagi sama teh Novri. Akhirnya ganti sasaran, ternyata 'Bapak' saya pak Andrie Wongso juga ada di acara ini. Thks GOD you save me...saya cari dia. Menjelaskan program acara saya TITIK NOL., dan bapak selalu paham (dengan cepat tentunya). Mau rekam, Biatch !!! Recordernya MATI. (Tuhan, datang lagi kah cobaan-MU), ngeles dikit ke pak Andrie untuk mengulur waktunya nunggu saya, saya minta bantuan berlari lagi ke Lobby menuju mas EDDY. Sesudah ON saya balik lari lagi ke venue .Tapi karena pak Andrie sangat terburu-buru, dia janji mau kirim CD spesial sesuai permintaan saya. hehe pak Andrie bilang, "susah saya nolak kamu yang selalu gigih". Saya nyengir kuda dikit...Karena beliau ada acara lagi, asistennya mengajak janjian ketemu di MARRIOTT lagi jam 21.00 buat ngobrol-ngobrol sama pak Andrie Wongso. Yahh, harus saya reject karena jadwal On air saya jam 22.00 ..hikssss
Hmpph, teh Novri masi sempat ngingetin saya (selalu deh rasanya) untuk bisa ketemuan ANDY F NOYA. Ternyata pas banget dia nenteng koper, mau pamitan pak Andrie Wongso. Akhirnya tidak saya sia-siakan ketemu dengan pemandu talk show bermutu ini (catet ya, banyak talk show murahan di Indonesia yang harus ber guru di acara KICK ANDY, soal mutu tentunya). Sambil mengundang pak Andy untuk suatu hari nanti mampir ke tempat saya bekerja, dia antusias..barter no hp...dan akhirnya pamitan, berpisah krn dia juga terburu-buru dengan jadwal flight-nya.

Ehmm, akhirnya tuntas juga pertemuan dengan the Three Musketeer/Master itu, semuanya serba singkat, tapi sangat berkesan dan MEMBUAT SAYA HARUS PAHAM karena menjadi PROSES PEMBELAJARAN...yang salah tentunya tidak boleh terulang lagi...
the End...


thks to
teh Novri as the Saviour
mas Eddy as the Help Solver

Apr 30, 2008

Miss you

Kemarin pas lagi bete-betenya, kemarin pas lagi sedih-sedihnya.. dan kemarin pas lagi merasa 'so lonely' dan lagi sumpek-sumpeknya ngadepin 'life-hard-story- ini. Inget orang rumah, inget masa lalu. Pengen banget bisa kumpul lagi barengan. Gak jauh-jauhan, dan biar bisa ngobrol. Atau dengerin aku cerita seru dan semuanya tertawa. Atau sekedar mengulang tradisi habis makan malem bareng (wajib) jam 19.00, kumpul depan TV cerita-cerita what's goin' on a day..

Tapi sayang, waktu yang membuatnya semakin jauuuuuuuhhh, semua punya jalan hidup sendiri-sendiri. Ma Sista, mon Frère, ainsi que mes parents. Il ya beaucoup de moment que j'ai pu essayer de me rappeler toute la journée .. et me fait pleurer. Parce que je les manquez tellement...

Sometimes I feel so lonely, yes..when inside blank to think
J'aimerais bien savoir comment il se sentirait d'être à l'abri
Je voudrais pouvoir briser toutes les chaînes me
Je voudrais pouvoir dire toutes les choses que je dois dire
Dire les haut-dire clair..Pour le monde entier à entendre

Okelah, mellow day memang harus dihadapi dan juga harus segera berakhir.
Hope tomorrow sunshine blowing the good day. And my bad-story carry on, fly away
Please... I wanna try to fly again.... yes again. Dan ternyata sesaat membatin rindu, dan butuh dukungan ...Mama telpon, tanya kabar.....

How my heart didn't break away...
when actually, she stills reminds me all the way.
And maybe, also feel what I feel..
Oh my beautiful Mom..sorry I lie to you. Don't tell you the truth
Because I love you so, and don't wanna make you hurt
Mom, I'm fine.. but not inside actually

Thank for your feeling, when you still understand me
Even tough far far away...

Apr 29, 2008

There's something behind it

Sambil nyicipin resto Bu Kris yang (katanya) kesohor itu, makan iga penyet, bakso penyet, dan ayam gorengnya...sampai di obrolan kami. Ya...malam itu sehabis pulang dari rumah sesudah selamatan 3 hari Eyang Uti, trus cari makan malam,

" Masa sih Mas, hidup harus dicobaaaaa terus. Kan capek"
" Ya kalau sabar kan enggak capek"
" Tapi masa, cobaan sediiiiiihh terus. Kehilangaaaaan terus."
" Nggak Sayang, cobaan bukan cuma kehilangan dan sedih aja. Banyak hal yang orang gak sadari. Kesenangan dan pemberian-Nya itu bahkan bisa diartikan cobaan"
" Kok bisa, kan dikasih...berarti kan di bahagiakan"
" Bukan Sayang, maksudnya ... bisa nggak kita menjaga amanah pemberian itu. Bisa gak, kita gak sombong karena sudah punya sesuatu itu, dsb .."
"emmm, tapi kan tetep enak, karena mendapatkan sesuatu daripada kehilangan...."
Tetep aja ngototnya...
"Menurut mas, lebih berat...karena kalao kehilangan kita bisa sedih sekarang. Kalo kita dikasiiihhh terus, ternyata kan kita diujiiii terusss. nah kalo gak sadar-sadar itu 'hanya'lah perantara ujian...berarti kan kita gagal dalam jumlah yang banyak...."

Dia diam aja sambil memandang saya, plus melahap iga penyet-nya. Sambil menatap sesuatu yang sebenarnya tidak dia perhatikan...menerawang. Sedih. YA, saya paham kesedihannya karena kehilangan sosok pengganti Ibu nya yang lebih dulu meninggal. Sosok Eyang Uti yang lebih ingin dibahagiakannya suatu hari nanti...

" Nong, misalnya kita sudah punya sesuatu trusss kita merasa diatas angin..dan sombongkan sesuatu yang lebih itu, karena mungkin merasa orang lain gak seberuntung kita...Mas rasa kita bakal menjadi orang yang malah semakin gak punya apa-apa"
"Jadi...??"
" Ya..jadi kalau kita punya sekarang segini, ya ayo kita syukuri...gitu ajah...kalo besok kehilangan sesuatu...anggap itu cobaan...sabar. Nah kalau besok mendapatkan sesuatu, ya anggap itu cobaan ...jangan sombong....Udah ah..ayo cepet pulang..."

Wah, tumben-tumbennya saya bisa jadi sosok wise macem gini :) Mungkin karena melihat keadaannya yang sedih sekali. Sambil meneruskan melahap makan, jam 22.10 .. lanjut bayar bill-nya..
Eh, ternyata biaya TOTAL sama 'rasa' yang udah masuk perut gak setara. Wah...besok-besok gak nyoba lagi ah....soalnya kalau bayar mahal harus setara dengan lezatnya....hehehe

Apr 28, 2008

Dua hal kedua; kecelakaan

temans,
Dua mingguan terakhir ini, selama saya jarang posting ...beberapa rentetan hal ganda terjadi dalam hidup Saya

Jumat 18 April,
Pas pulang sendirian dari Royal Plasa, naik motor motor lewat jalan trobosan. Deket perempatan Kutai Brownies AMANDA entu, ehhhh pas nyebrang ditabrak motor yang gak liat kalau ada penyebrang macem Saya. Padahal yang nyebrang juga banyak, tapi 'rejeki' itu menimpa Saya. Parah sih enggak, sakit banget sih juga enggak, karena cuma perih dikit. Tapi yang bikin Saya jengkel KAGET nya itu loh yang bikin senewen. Akhirnya, muncullah makian-makian Saya bahasa Kebon Binatang Surabaya, Hantu-hantuan, dan kotor-kotoran..hehe beragam. Bapak-bapak yang awalnya melotot, dan mau ambil nada tinggi, akhirnya kalah. Saya bentak dengan keras, karena faktanya memang dia yang salah...Huhh, Saya malu. Soalnya lalin macet selama 10 menitan, panjaaaannng. Gara-gara saya ajak berantem orang itu. Padahal Saya jiper juga liat fisiknya yang lebih gede. Tapi berhubung omongan saya lebih sok 'gedhe', dia yang mengkerut...

Minggu 20 April,
Pulang dari Lamongan, naik Miow sama bini. Gara-gara mata siwer + ngantuk + gak mood naik motor + males pulang + males siaran malam + masih ingin ketemu Deeva + nglamun ....Akhirnya jatuh dengan sendirinya di dekat Terminal Yosowilangun, perbatasan Gresik-Sby. Huhuhuhu, kaki kiri saya kesleo parah. Panggil tukang pijat, sampai Saya teriak-teriak kesakitan plus uraian air mata yang tak tertahankan ... *drama*. Saya juga bolos 3hari dari pekerjaan, yang anehnya ternyata tidak saya rindukan sama sekali :(

Yahhh, akhirnya sampai drama ini dituliskan, kaki Saya masih pincang sebelah dan dibalut bebat yang ketat, supaya gak tambah kesleo...Hmpphhh, 2 kejadian yang apes....

Apr 26, 2008

Dua hal pertama; Perpisahan

Ev'ry time we say goodbye I die a little
Ev'ry time we say goodbye I wonder why a little
Why the Gods above me who must be in the know
Think so little of me they allow you to go
(Ev'ry time we say goodbye - Simply Red)

Wahh..
Lama gak posting ya *sok lupa
Banyak gara-garanya, such as masalah blokir memblokir blog oleh pemerintah dan bahkan (maybe) kantor saya. Soalnya blogspot dibuka susah seh. Masalah pribadi yang terkoyak-koyak, halah. Dan masalah kantor yang belibet. Belum lagi banyak kerjaan numpuk, dan otak kreatif agak lemot diajak ber-ide mencurahkan dalam bentuk tulisan. Padahal banyak yang sudah mau 'dimuntahkan' eh, diceritakan.

Selama blank idea kemarin, saya alami Dua hal yang pertama. Maksudnya ? dua hal sama yang saya hadapi..perpisahan. Hal yang saya B-E-N-C-I sangat. Memang ada banyak hal datang dan pergi. Entah kita sudah siap menghadapinya atau belum, semuanya tiba-tiba spontan menyapa kita. Seperti aroma pagi, yang selalu muncul saat kita masih berniat 'tuk terlelap. Sama seperti Saya, harus kehilangan seorang teman. Ya, teman bercanda pertama, dan senior Saya yang paling seru diajak cerita soal musik, family share, sampai soal future plan. Dia akhirnya berani melangkah pergi..Ya B-E-R-A-N-I melangkah pergi, saat merasa ada ketidakadilan yang semakin menyurutkan semangatnya selama lebih kurang 7 tahun terakhir ini. Saya salut atas keputusannya, yang lebih bijak dan tepat, daripada penjilat-penjilat dan sosok tua yang 'terjebak' dan 'terlambat' dan tetap berpijak tidak berani melangkah. Hanya berani membual dan menggerutu di balik 'kelambu' kemunafikan. Pengecut !!!
Ahhh, saya hanya bisa berdoa untuk Kakak saya yang satu itu. Semoga Tuhan memberi kemudahan, rejeki, dan banyak kesempatan di lahan emas di luar sana.

Sementara perpisahan kedua, Eyang Uti bini saya meninggal dunia karena sakit kanker hati. Hikss, alangkah sedihnya saya. Karena beliau-lah yang selama ini sangat berarti bagi pertumbuhan Deeva dan perkembangannya. Selain babysitter, Eyang Uti-lah yang selalu mendampingi
Deeva selama jauh dari kami berdua. Dia menjadi harapan kami, untuk mampu mencurahkan banyak cinta bagi Deeva ..Dalam kondisi yang sudah kritis, Eyang Uti tidak mau mengaku sakit meskipun harus menemani Deeva tidur setiap malam.. bahkan masih terus mengucap maaf waktu di RS, karena sedih tidak bisa menemani Deeva . Inilah yang membuat Saya berlinangkan air mata...
Ya..sudahlah, semoga Eyang Uti diterima disisi-Nya dan diampuni segala salah dan dosa.. Terimakasih atas segala cinta yang tulus selama ini, untuk putri Saya
Deeva . Semoga cinta dan kasihmu masih akan diingat Deeva kelak. Terimakasih sangat Uti.

Wave the Old World goodbye
It's time to say hello to the New World
Praying it will be right
That the world may soon see the light
I'll be waving, oh waving
And I'll be waiting...
(Wave the Old World goodbye - Simply Red)

Apr 8, 2008

Demokrasi bagi saya

temans,
Banyak kasus yang terjadi di negeri ini, paling ribet-riweuh-rame tentang SARA yang kadang membuat semuanya ikut angkat bicara, saling beradu pendapat mengedepankan ideologi masing-masing pihak. Untuk menjadikannya yang ter-agung dan tetap menjadi no 1.
Tunggu dulu..
Apakah ukuran cantik & jelek ?
Apakah ukuran enak & gak enak ?
Apakah ukuran bagus & gak bagus ?
Lalu apakah ukuran puas & gak puas ?
Kacamata sebagai ukuran individulah jawabannya.
Saya ingat, saat usia saya masih belasan, bau parfum (gak mau ah, disebut bau kencur) Saya sering dibelikan baju yang kadang sama warna atau kalo tidak sama model dengan kakak laki-laki saya, yang memang beda 2 tahun umurnya dengan Saya. Awalnya sih saya ok – ok aja. Sekali dua kali, mikirnya seru bisa kembaran, tapi sebelnya, Saya malah dianggap sebagai ‘Kakak’ karena kata orang yang lihat tampang saya lebih tua daripada kakak saya. SIAL
Tapi lama-lama, jiwa –Indie, Rock n’ Roll, pemberontak– (atau apalah sebutannya) ini, berontak. Merasa ada suatu hal yang mengganjal dan rasanya dipaksakan. Mulai saya, jago ngeles dan sering mengungkapkan untuk berbeda. Hanya sekedar ingin tidak sama dan tanpa alasan, sampai saya mendebat dengan alasan pribadi saya, sesuai ukuran pribadi saya. Dan itu berlanjut bukan hanya soal pakaian saja, tapi juga menu makanan sehari-hari, atau pas mau menentukan tempat makan di luar, dan banyak hal lainnya. Sejak saya berani untuk ‘vokal’ itulah, keluarga saya akhirnya mulai paham sudah terjadi demokarsi. Karena mereka akhirnya selalu menanyakan pada Saya sebelum memutuskan sepihak, kalau tahu hasilnya untuk kepentingan bersama termasuk saya.

Pemahaman atas unsur objektif atau subjektif, sungguh susah disama ratakan antar sesama pemilik kepala+otak+akal, yang disebut manusia ini. Karena kadang ukuran bagus menurut saya belum tentu tepat ukuran itu untuk ‘kacamata’ orang lain, Begitu juga berlaku sebaliknya, puas untuk ukran orang lain belum tentu saya bisa sependapat. Keadaan inilah yang kadang membuat kemajemukan semakin berarti. Keberagaman yang kadang susah disatukan, dengan potret keindahan, karena adanya perbedaan yang seharusnya semua ‘wajib’nya patut untuk dipertahankan.
Buah pemikiran-pemiikiran yang berbeda, beragam dan sering silang pendapat inilah yang seharusnya terus diusahakan untuk disatukan. Dalam artian tidak diseragamkan, tapi dengan benih-beih kesepakatan, atau dalam taraf kategori bisa dikompromikan bersama. Bukan dipaksa. Tapi berusaha saling menghargailah jawabnya.
Tapi ahhh sayang, banyak hal dan pihak yang masih belum bisa menerima kemajemukan. Andai saja semua tahu, kalau semua sama dan seragam pasti akan terasa membosankan dan tidak seru. Dan andai saja semua mengerti, kalau semua tidak beragam, maka akan berhenti ide-ide liar dan menarik lainnya…yang kadang kemunculannya memang kadnag bisa membawa angin segar atau bahkan perubahan besar atas hal yang membosankan itu..
Ohya just info, saya berani mengungkapkan pendapat sesudah masuk SMA atau bekerja tepatnya. Karena merasa sudah punya ‘duit’ sendiri, jadi saya mulai bisa berlagak membelot dan gak takut uang jajan dipotong. Hehe, kalau belum kerja dan dapat duit sendiri, entah apa saya bisa seberani waktu itu. Atau jangan-jangan masih sama seperti Anda yang sering mengorbankan kata hati dan perasaan? Menerima ‘paksaan’ orang lain?. Atau bahkan pekerjaan yang anda cintai 'menjajah' anda tanpa bisa membalas dengan argumen versi Anda?

Ah, andai semua tahu betapa indahnya perbedaan itu…
Peace out !!

Apr 7, 2008

Manusia (sok) pelupa

" Duuuh, rasanya ingat deh. Tapi dimana yah??
Perasaan udah dicatet disini deh ??!!"
@%^#$^%@ * Puyeng

temans,
Geregetan, Saya cari lembaran notes 'pengingat'. Soalnya ada undangan pernikahan teman, bulan April ini. Cuma berhubung undangan via SMS udah dihapus, dan dipindah ke kertas, malah keselip entah dimana rimbanya. Sebenarnya bukan salah kertasnya yang gak ketemu. Tapi mungkin salah Saya sendiri (otak saya tepatnya) kenapa tidak 'mencoba' untuk mengingatnya.
Yah.. 'M-E-N-C-O-B-A'
Kenapa pakai kata mencoba? Saya yang memang kadang malas melakukannya. Meski kadang tahu otak ini memang mampu dan punya kapasitas untuk melakukannya (menyimpan memori berlebih). Dan Saya dapatkan jawabannya disini...

Sebagai gantinya malas itu, Saya harus tempel-tempel catetan dimana-mana, masukkan entry di organizer Agenda dan HP. Tanggal ultah teman, sodara, hari-hari penting, dan banyak hal-hal penting lainnya yang memang wajib saya ingat, hari H-nya. Wah, jangan ditanya soal jauh-jauh deh, saya juga suka lupa - setengah inget setengah lupa - atau bahkan gak inget sama sekali. Misalnya;
- Hari ultah Ortu, dan 2 Kakak saya. Gak hapal tanggal, cuma ingat bulan aja.
- Alamat-alamat sodara jauh. Ingat lokasi, lupa detil alamatnya
- No telpon atau hp teman/ sodara. Jarang ada ingatnya
- Atau balas sms teman, yang kadang Saya anggepnya gak urgent-urgent banget
- dan lain-lain dah...
WAhhh, otak ini kadang memang harus dipaksa untuk mengingat hal-hal yang remeh temeh itu. Yang akdang akan sangat bermanfaat sekali pas kita butuh dadakan. Ohya, jangankan nomer telpon orang lain, kemarin pas HP low batt, dan harus telpon balik Bini saya dirumahnya ...walhasil TIDAK Saya lakukan. Lha wong nomor telpon rumah Bini saja saya gak hapal. sumpah ....hihihi
TAPI, otak pengingat saya gak lemot-lemot amat loh (termasuk mampu menghapal dengan baik, Label Music yang menaungi para penyanyi Indo atau Manca, saya masih jago...halahh). Saya hapal beberapa hal yang memang perlu sangat untuk saya hapal. Termasuk ultah bini, anak, tanggal nikah, dan no gsm HP bini (hihihihi, lagi-lagi no Flexy bini, Saya gak hapal). Ditambah beberapa no hp dan tanggal lahir teman-teman terdekat saya. Ohya, tapi ini gak berlaku untuk wawasan dan kepinteran loh, hehehe. yang itu gak bisa main-main karena harus benar-benar diingat, gak bisa setengah-setengah.. halah. Soalnya dibilang lemot bin dodol dong, kalo lupa segalanya. Atau malah bego :) gak enak kan?

Ahh, nggak semua perlu diingat kok. Justru ribut dan berantakin meja, cari catetan ini seninya...Seni bagi saya yang tukang lupa ini... :)

Mar 31, 2008

I’m confused

Quant à l'avenir, aujourd'hui je me sens si mal,
Combien de temps je pourrais rester ici?
Parfois que je veux abandonner
Quand je devrais rendre?
S’il vous plaît dites-moi que puis-je faire maintenant
Parce que j'ai vraiment aimer ce monde, je veux dire l'industrie de radiodiffusion
Mais cela dépendra en réalité, il doit avoir une meilleure vie

S’il vous plaît dites-moi Seigneur, donne-moi ton signe
Je dois faire quelque chose
Plus mieux. Pour moi ou ma petite famille

Je suis tellement fatiguée