Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Sep 8, 2010
Jun 9, 2008
Hang Out (again)
Nyang namanya jalan-jalan pasti enak kalo bareng-bareng, lebih seru dan rame.
Dan lebih enak minta traktiran dadakan dengan alasan "bayarin dulu, ntar diganti" hehe.
Sama kali ini, sesudah pulang show (duo artis yang berkacamata) tiba-tiba didera rasa lapar yang tak terhingga. Akhirnya mampir ke salah satu resto di Surabaya Town Square, buat makan malam. Biasa, tetep pasang aksi foto-foto..dan asisten kami (berbaju biru) selalu gak bisa nahan buat gak ikut sok gaya, meskipun hasilnya selalu bisa ditebak kurang maksimal :) dan malah bikin sumpek.
Ohya, habis kenyang makan, langsung lanjut ke XXI nonton NAGA BONAR. Weiks, saya ketiduran karena boring + sudah tau film lawas ini (yang dipilih Manajer Saya, teh Emma)
1. Memilih menu fav. Durasinya lamaaaa dan penuh debat
2. Slurrrrppp, sup yang dinilai gak terlalu enak. Lah..salah siapa milih itu
3. Toast for the glory ....weiss
4. Manajer (merah) dan Pengarah gaya (hitam) yang 'empet' lihat tingkah polah artisnya ;)
Apr 29, 2008
There's something behind it
" Masa sih Mas, hidup harus dicobaaaaa terus. Kan capek"
" Ya kalau sabar kan enggak capek"
" Tapi masa, cobaan sediiiiiihh terus. Kehilangaaaaan terus."
" Nggak Sayang, cobaan bukan cuma kehilangan dan sedih aja. Banyak hal yang orang gak sadari. Kesenangan dan pemberian-Nya itu bahkan bisa diartikan cobaan"
" Kok bisa, kan dikasih...berarti kan di bahagiakan"
" Bukan Sayang, maksudnya ... bisa nggak kita menjaga amanah pemberian itu. Bisa gak, kita gak sombong karena sudah punya sesuatu itu, dsb .."
"emmm, tapi kan tetep enak, karena mendapatkan sesuatu daripada kehilangan...."
Tetep aja ngototnya...
"Menurut mas, lebih berat...karena kalao kehilangan kita bisa sedih sekarang. Kalo kita dikasiiihhh terus, ternyata kan kita diujiiii terusss. nah kalo gak sadar-sadar itu 'hanya'lah perantara ujian...berarti kan kita gagal dalam jumlah yang banyak...."
Dia diam aja sambil memandang saya, plus melahap iga penyet-nya. Sambil menatap sesuatu yang sebenarnya tidak dia perhatikan...menerawang. Sedih. YA, saya paham kesedihannya karena kehilangan sosok pengganti Ibu nya yang lebih dulu meninggal. Sosok Eyang Uti yang lebih ingin dibahagiakannya suatu hari nanti...
" Nong, misalnya kita sudah punya sesuatu trusss kita merasa diatas angin..dan sombongkan sesuatu yang lebih itu, karena mungkin merasa orang lain gak seberuntung kita...Mas rasa kita bakal menjadi orang yang malah semakin gak punya apa-apa"
"Jadi...??"
" Ya..jadi kalau kita punya sekarang segini, ya ayo kita syukuri...gitu ajah...kalo besok kehilangan sesuatu...anggap itu cobaan...sabar. Nah kalau besok mendapatkan sesuatu, ya anggap itu cobaan ...jangan sombong....Udah ah..ayo cepet pulang..."
Wah, tumben-tumbennya saya bisa jadi sosok wise macem gini :) Mungkin karena melihat keadaannya yang sedih sekali. Sambil meneruskan melahap makan, jam 22.10 .. lanjut bayar bill-nya..
Eh, ternyata biaya TOTAL sama 'rasa' yang udah masuk perut gak setara. Wah...besok-besok gak nyoba lagi ah....soalnya kalau bayar mahal harus setara dengan lezatnya....hehehe
Mar 27, 2008
Kena Pelet Pak BONDAN
“ Kehidupan saya semrwaut
Hubungan rumah tangga Saya kalang kabut
Dan pikiran selalu tidak konsentrasi, karena membayangkan yang lain”
Hubungan rumah tangga Saya kalang kabut
Dan pikiran selalu tidak konsentrasi, karena membayangkan yang lain”
(hehe sengaja dibuat bombastis, seperti headline Koran, halah)
Cukup, cukup.
Begini ceritanya. Semingguan yang lalu, pas lagi liat TV sore-sore. Eh, gak sengaja lihat Om Bondan dengan mak Nyuss-nya. Tahulah, gayanya yang sangat kita banget (suka makan enak, gak takut kolesterol). Lah, ternyata dia jalan-jalan ke Surabaya. Dalam hati weits…pas nih bisa buat referensi kalau cari makan enyak di Surabaya. Masak iyah, mau ngeropotin ibu Manda terus, bentar-bentar sms kalau mau cari makanan di tempat makan alternatif (yang bukan sudah jadi rutinitas maksudnya). Maaf ya mpok kalo sering repotin, minta guidance hehe.
Nah, balik lagi ke om Bondan, dia mampir ke Café-nya CitraRaya, mampir ke Sahara di G-Walk nya Citra Raya, dan juga Mampir ke Le'Ko resto Iga penyet.
Hah? Iga penyet? baru denger sekali deh..
Iya, Iga digoreng ..trus ditaburin bawang goreng, ditaruh di cobek pakai sambal.
Duuuuhh, hati ini mpot-mpotan, apalagi lihat dia minum es Cingcao+susu yang katanya "Wahhh ini benar-benar makk Nyuss". Kaya orang gila, saya langsung lompat dari kursi, beranjak cari bolpoint + kertas, buat nyatet alamat resto Iga itu dan berapa Rupiah-nya. Wahh, dapat dah..
Wah, SiauL !!
Habis lihat tayangan itu, sorenya, malamnya, besok paginya, besokknya lagi, lagi dan lagi..Otak ini pikirannya melayaaaaaaang terus ke tempat Iga penyet Le'ko itu. Gak sempat karena berbagai macem alasan. Hujan sering datang, nunggu bini pulang kadang udah capek diajak hunting keluar (soalnya kan gak langsung makan, tapi masih cari lokasi resto Iga itu), sampai masalah duit yang kadang takut habis banyak.
Dan dengan tekad bulat, pantang menyerah !!
Sore tadi, sesudah Mama pulang kantor, berdua jam 19.00 niat MAU BUKTIKAN APA MULUT PAK BONDAN ITU BENAR !! Grrgghh, sudah semakin penasaran. Ehhh, mau berangkat hujan. tapi itu tidak mematahkan semangat, meski juga masih ditambah traffic jam di mana2. Apalagi jalur arah Tol Satelit, wuiiiiihhh ekor antrian panjang banget. Sampai di kawasan jalan HR Muhammad, penderitaan menyiksa perut ini seolah enggan berhenti. Sudah laper, bunyi kriukkkk-kriukkk ehhh, cari rukonya susah setengah mati. Tanya sana-sini, ternyata Ruko Surya Inti yang kita cari ada bagian I dan II. Nah Lo..
Weittss, gak menyerah dong..
Akhirnya dengan perjuangan juga (tetap temanya kepahlawanan,hehe) Akhirnya ketemu juga, resto Iga Le'Ko yang membuat kita lupa diri. Akhirnya, sudah di budget HARUS MIRIP YANG DIMAKAN PAK BONDAN..hehe
- 1 porsi Iga penyet bumbu sambal pedasnya sedang (15.000)
- 1 porsi sup Iga (15.000)
- 2 porsi nasi, hehe akhirnya nambah lagi 1 porsi (7.500)
- 1 es cincau ukuran sedang (5.000)
- 1 es degan ukuran sedang (5.000)
ya udah...CUKUP ...duit pas budget ajah, namanya juga First testing. Iya kalo makanannya benar-benar enak, la kalo Lidahnya pak Bondan mulai karatan? siapa yang nanggung dong :) Ohya, awalnya kami berdua mau Iga penyet semua. Tapi setelah dipikir-pikir supaya hemat dan bisa cicip beda menu, akhirnya mama pilih Sup-nya. Tapi udah make a deal, saling comot DIPERBOLEHKAN hehe.
Wahh, si penggugah selera telah tiba.
Menurut kaca mata Saya, yang meski krempeng tapi ber-usus besar (alias suka makan) ini, tampilannya menarik. Iga bakar gede-gede potongan tulang plus daging yang membalutnya. Dan sambal yang aroma bawang gorengnya terasa haruumm..Wahhh...serbuu!!
Wahhh, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dah. Acara pak Bondan emang gak nipu. UUUeeeennakk, MAK NYUSSSS bener kata pak Bondan. Seperti perkiraan, total 47.500 Okelah sesuai budget, lagian standar makanan enak resto ya segitu. Jadi tidak ada penyesalan hehe. Pulangnya, menuju TP, kompakan kita bilang "Bulan depan lagiii ya.." Sambil sekalian keinget ortu, kalo pas someday mampir ke Surabaya, ini rekomendasi tepat buat Bapak yang juga suka makan Iga dan juga Mama yang gak kalah lahapnya pasti, hehehe. Wahh, harus sering-sering liat Trans tipi dah, buat referensi :)
Udah deh..kalo tertarik cobain. Sumpah loh, saya gak promosi. Dan sok ikut-ikutan membahas masalah kuliner :) tapi memang patut dicoba. Buka jam 10.00 - 23.00. Tapi ingat, rukonya gak lebar dan pesaing-nya BUANYAKKK. Jadi datang lebih awal biar gak kehabisan, hehe..
Alamatnya
Le'ko - Spesialis Iga Sapi Penyet
Jl. HR. Muhammad
Ruko Surya Inti B-2 Surabaya
Telp. 031-70887877, 71208800
Le'ko - Spesialis Iga Sapi Penyet
Jl. HR. Muhammad
Ruko Surya Inti B-2 Surabaya
Telp. 031-70887877, 71208800
Jan 17, 2008
Pizza-tragic-stories
Beberapa kali, saya lihat tv selalu muncul iklan Pizza versi 'cubit' alias cheezy-bites. Dalam hati, sedikit meleleh liur, berbisik "Kapan ya beli?" ngarep :)
Nah, Senin kemarin habis pulang dari puncak Taman Dayu dan basah-basah kehujanan + kedinginan, pengen maem anget-anget. Bingung mo pilih apa...
Keliling mulai Mayjend - Basra - Pemuda - Monkasel - sampai Raya Darmo, akhirnya pilihan jatuh ke Pizza Hut jalan Raya Darmo. Sambil diingat-ingat, ternyata kalo dipikir-pikir Saya+Ganong belum pernah sekalipun makan 'ditempat'. Selalu bawa pulang, dibungkus. Atau malah juga keseringan dapat bagian kalo kantor dapat kiriman dari pendengar, hehe.
Okelah, standart. Dibukain pintu sama mbak-mbak dg senyum manis (terpaksa sok manis kah ?), dipilihkan tempat duduk, kami pilih double sofa near the window, sambil lihat rintik hujan dan pekat malam, sok romantis. Menu kami pilih, bla-bla-bla. Waiting for moment, berurutan berdatangan beef-spaghetti, jus melon, mineral water, capuccino, dan waiting...waiting...waiting the main menu, pizza nya belum muncul-muncul. Ganong sudah saya suruh makan spaghetti-nya duluan sambil nunggu Pizza muncul. Akhirnya, pan itu muncul. Tunggu dulu, TAPI kok beda sama pesenan ?
Bukannya Saya tadi pesen pan-meatlover ajah? kok malah Cheezy-bites. Wah, gak bener nih, saya protes via SPV-nya, karena memang tidak sesuai pesanan awal. SPV itu marah-marah ngomelin anak buahnya yg nyatet pesenan saya. Oke-lah, dasar hati ini tidak tega, Saya ambil jalan tengah. Sudahlah, saya ambil saja cheezy-bites itu. Dengan empat reason; Sudah terlanjur, kasihan pegawainnya dimarahi, kelamaan nunggu kalau diganti baru, dan mungkin sudah takdir saya untuk mencicipi cheesy-bites seperti keinginan saya dua hari sebelumnya. Hehehe, be carefull what u wih for...
Puas makan, minta bill...
Anjrit...150 rebu melayang for a moment, lihat detil, ternyata cheesy-bites sialan itu yang paling gede nominalnya. Padahal perkiraan awal mau makan budgetnya gak se-gede itu. Menyesal. Sambil pulang ke parkiran, Ganong menggerutu;
"Makanya gak usah terlalu baik sama pegawainya tadi kan enak" Whuaa. APES
Akhirnya, setiap kali lihat iklan cheezy-bites itu muncul di TV, biniku nyindir "Makan tuh, Pizza mu, gak usah Cheezy-bites cheezy-bites -an lagi, nanti bisa kere. Dibelikan bakso cak Suin bisa dipake berenang". Hehe, argumen biniku yang lumayan masuk akal, tentang bakso Goyang Lidah favorit-nya di ujung jalan Diponggo belakang hotel Shangrilla, yang lebih murah, lebih "daging" dan gak bikin shock after eat.
Jan 8, 2008
Alimentaire toxicomane *
Biarin, eh biarpun, Saya bukan jago atau pakar kuliner, seperti teh Manda atau juga kang Jie. Tapi dari dulu, Sahabat saya si Ratu Lemak, tahu persis betapa Saya suka makan, jajan, dan ngemil apapun itu. Meski badan segini, makannya juga buaanyyak. Anehnya (atau malah untungnya) gak bisa cepet gemuk, tetep stabil. Apapun makanannya selalu siap mulut ini melahap. Ibarat Recycle-bin, semua makanan masuk, asal bukan bihun ajah. Ogah. Bihun traumatic stories dah pokoknya, hehe
Berkesempatan makan enak, tenderloin/ filet mignon daging sapi asal Jepang. Spaghetti lezarrie sauce. Duh..saya gak sangka bisa melahapnya. Dapat voucher makan di Marriot (thanks DeW) Campuran ribs nya dengan bumbu slurice yg nyummy…Gak kalap sih, tapi lahap hehe, baru lihat list ternyata bill nya cukup sangat amat mencengangkan saya Rp 234.324,00. Include White wine, Meat crumble, dan Spaghetti cheese. Hiks, harga dengan angka cantik yang bikin sesek dada !! Untung bukan aku yang bayar, pasti langsung muntah ditempat...
*) Alimentaire toxicomane = food addict
Subscribe to:
Posts (Atom)