Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Jul 21, 2013

KRI DEWARUCI (kini)

Pernah mendengar nama KRI DEWARUCI ? 



Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan menjadi salah satu kapal kebanggan, paling populer dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan laut. Bagaimana tidak, kisahnya melanglang buana ke penjuru dunia menjadikan KRI Dewaruci menjadi salah satu 'legenda' di laut dunia. 

Nama Dewaruci sendiri diambil dari tokoh pewayangan jawa, Dewa Ruci yang berhati lembut. Di KRI Dewaruci, pahatan tokoh Dewaruci terpampang di sebuah meja makan oval berukuran 4x6 meter. Dewaruci digambarkan sedang menatap Bima yang mencengkeram naga di lautan. 

Sekelumit kisah, KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida. KRI Dewaruci juga sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Kapal ini juga memiliki marching band sendiri, yaitu marching band taruna Akademi Angkatan Laut yang biasa dikenal dengan nama Gita Jala Taruna. Marching Band ini menjadi salah satu favorit saya (dan mungkin banyak lainnya) saat mereka tampil, dibumbui atraksi naik drum membentuk piramid, atau mayoret melemparkan tongkatnya tinggi sekali. Apalagi waktu itu saya sempat ikut drumband jaman SMP, selalu melongo kalo lihat pertunjukan mereka.

KRI Dewaruci merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953. Lalu pada bulan Juli nya dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri. Amerika, Belanda, Spanyol, Polandia, Jepang dan banyak negara lainnya menjadi saksi hebatnya kapal ini berlayar membawa nama harum Indonesia. Budaya, kulinernya, keramahan awak kapalnya, semua menjadi 'legenda' yang dicintai warga tempat singgahnya. 

Mmmm... tapi kini Dewaruci memasuki fase 'pensiun' dan TNI Angkatan Laut dalam proses mengganti kapal latih KRI Dewaruci dengan kapal sejenis yang lebih canggih. Meski KRI Dewaruci pensiun, tapi tetap dipakai di wilayah Indonesia. jadi bisa dibilang perjalanan internasionalnya yang berakhir, sambil menanti kapal baru yang menurut kabar paling lambat tiba 2014 nanti. 


Dan minggu lalu, saya melihat kapal itu bersandar, nampak tua dan lusuh. Tapi tetap gagah dengan nama dan sejarah besarnya. Meski saya tahu, banyak cerita dibalik diamnya. Banyak tawa dan airmata yang menjadi saksi puluhan Kadet yang bertugas demi nama Indonesia. Semoga kenangannya bisa menjadi cerita, anak cucu kita. 

Jul 20, 2008

Bermimpi di Kampung Sampireun

Hmmmphhh..
Beberapa waktu lalu, tumben-tumbennya bapak sms kasih tau. Dapat 'jatah' seperti biasa, voucher gratisan dari 'pabrik'nya kerja. Ceritanya bapak dapat voucher 2 X akhir pekan, tanggal 20-21-22 Juni dan 4-5-6 Juli lalu. Hiks..tapi kali ini tidak bisa memanfaatkannya, karena “pabrik” tempat saya kerja sungguh – sungguh tidak bisa diajak kompromi. Atau lebih tepatnya, susah buat di tipu-tipu. Selain memang jadwal ketat, biasa....saya ogah repot sama mulut-mulut yang rese' Tapi sekedar ngobatin hati, it's okelah lihat gambar-gambarnya doang. Karena teman-teman saya ternyata banyak juga yang sudah pernah mampir ke tempat ini.

Kampung Sampireun namanya, yang terletak di Kampung Ciparay desa Sukakarya Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kalo keluar tol Cileunyi kurang 30km an lagi – mengarah ke masjid Tarogong – trus ke Tugu Simpang Lima, 11 km an lagi lanjut dah arah ke Sampireun.
Kampung Sampireun diambil dari nama Situ (Danau) Sampireun (dalam bahasa Indonesia berarti Tempat Singgah). Danau ini memiliki sumber mata air yang cukup besar yang masih dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mengairi sawah-sawah. Masih ditambah di satu sudut, dipertahankan kebun bambu yang menambah nuansa sejuk dan tenang dengan suara gemerisiknya. Pokoknya konsep unik “Back To Nature” Kampung Sampireun menjadi tempat favorit dah, buat yang berbulan madu dan untuk meluangkan akhir pekan bagi pribadi-pribadi yang membutuhkan istirahat dari rutinitas sehari-hari di kota besar. Hehehe Sekarang kan emang lagi musim wisata back to nature, sok-sok begaya ala orang kota yang 'ajaib' tiba-tba muncul di desa. Lihat sawah, mandiin kerbau, nyebrang sungai, nanam padi, dsb. Pokoknya patut dicoba dah....
Menampilkan keindahan tema pedesaan, kawasan kampung ini memang layak dicoba untuk relaksasi. Menjauhi hingar bingar tempat dugem, macetnya perjalanan di perkotaan, makanan-makanan 'kotor' junk food, dan bawelnya wanita-wanita salonista. Karena di kampung Sampireun ini, dijamin kamu bakal betah dan merasa TIDAK MAU KEMBALI KE KANTOR YANG BIKIN STRESS itu....hehehe sok kaya PR-nya aja.

DAMN !! saya sangat menyesal tidak memanfaatkannya voucher itu..andai saja tidak ada masa Expired..hehehe. Sumpah, saya berjanji pada diri saya sendiri dan Pancasila (whatt??) untuk meng-agendakan BERLIBUR ke KAMPUNG SAMPIREUN someday I will....promise !!!

Ps: buat Tama, Dena, Lusi dan ko' Yoan..hiks. Jangan pamer foto-foto aja dong. Ajakin yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Jul 11, 2008

Wanted = Hot Jolie

Finally, last night the 'project' is running well. Janjian sama temen2 main, liat WANTED akhirnya keturutan juga. Sesudah berdebat tempat dan jam main (S.E.L.A.L.U), akhirnya keputusan rapat byphone, dan sms MEMUTUSKAN >> Nonton di XXI Sutos studio 3 jam 20.40 wib titik
Sambil liat jam, kurang 100 menitan film mulai, akhirnya cari makan. Keliling SUTOS, HEY..baru beberapa hari gak kesana ternyata ada tempat makan baru (ato Saya udah ketinggalan banget yak?) bernamakan COSI. Look delicious-food and warm-cozy place, tapi gak ah, berhubung laper perut yang sudah ga' bisa diajak main2, jadi harus inget aturan makan saya hehehe. Aturan pertama makan, saat lapar, saya gak bsia diajak makan dalam tema 'mencoba-coba'. Harus sudah tau harga - takaran dan rasa. Soalnya kalo gak, wahhh siap-siap Anda menyesal seumur hidup mengajak saya ..karena mengomel terus selama makan, sesudah makan, dan bahkan berhari-hari sesudah makan..hehehe. Kecuali kalau temanya memang JELAJAH KULINER alias gak laper-laper banget dan sekedar uji nyali, mencoba taste-nya atau menu baru. Meskipun makanan salah, harga bikin bete-dsb, saya mah oke aja.

Akhirnya (L.A.G.I. - L.A.G.I.) makan di Solaria, pilih Mie Chicken sauce Teriyaki seperti biasa. Sehabis kenyang, ngobrol-ngobrol keliling SUTOS bentar. Ke lobby XXI, nunggu bentar karena Wanted belum mulai. Ngobrol sama pacar CECE yang baru pertama kali ini dipertemukan dengan kami, hehehe biasa 'orang' baru selalu habis diceng-in. Lupa namanya KOKO siapa gitu, jadi selama nonton dan sesudah nya cuma call KO...ko...ko aja gitu...terus hehe
Selama nonton, diribetin A'i yang nanyaaaaaa terus ceritanya ini gimana, kok bisa, itu siapa, tadi kemana, terus kenapa...ah, teman nonton yang membosankan. Karena kalau mau nonton di sebelah saya, entah itu mau kentut, nangis, takut, tegang, dsb...HARUS TENANG. Saya maunya fokus (dan gak suka telat mulai awal film) dan hanya menyimak alur ceritanya. Makanan ? no thanks. I'm not food-looser at the cinema :p

Well, ngobrol gak ada habisnya yak..Then we talk about the Movie.
Based upon Mark Millar’s explosive graphic novel series, dan akhirnya digarap sama Sutradara Timur Bekmambetov, atau lebih dikenal as the stunning visualist director *)Weissss dahsyat, yang juga sebagai creator of the most successful Russian film franchise in history, the Night Watch series.
Wanted tells the story of one invisible drone’s transformation into a dark avenger. Karena di tahun 2008 ini, dunia dikenalkan dengan superhero for a new millennium bernamakan Wesley Gibson, yang diperankan James McAvoy dan dulu juga pernah deket sama
Keira Knightly itu *)hiksss. Sebagai Account manager berusia 25 tahun, SHIT..he was the most pathetic, cube-dwelling hypochondriac the planet had ever known...hehehe Apalagi kalo inget BOSS ndut nya, yang chewed him out huorly, masih ditambah pacarnya cheated on him daily. Pokoknya looser abis dah. Until he met a woman named Fox yang diperaninAngelina Jolie si bibir dower-sexy-Lovely ...dan ceritanya.. menjadi bla-bla bla. Udah deh tonton sendiri, gak puas rasanya kalo diceritain.

OK, this movie is the best for last 2 weeks. WAJIB TONTON, karena adrenalinmu akn dipacu dengan adegan seru, such as; kejar-kejaran, tembak-tembakan, jotos-jotosan, berdarah-berdarah, sampai LOOKING for the best scene, pas ANGELINA JOLIE keluar dari bak mandi dan bokongnya geal-geol just walking away, dengan ke sexy annya itu. DAMN !!
Hmpphh, Jolie-Jolie ... udah brojol beberapa kali, tapi kau tetap menggodaku (congrasts for the twin baby)
Okelah, buruan nonton yak. Meskipun saya sudah bisa menduga alur ceritanya (sedikit kecewa) tapi tetap ada hal yang bisa dipetik dari karakter WESLEY, dan cocok buat kita semua.

Wesly will come to learn what no one could ever teach him:
he alone controls his destiny.

Jun 16, 2008

Female Forum @ Empire Palace

Jauh-jauh hari, saya dan seorang wanita pecinta “berat-abis-gila” Andy F. Noya, janjian untuk mengosongkan jadwal tanggal 13 Juni. Ternyata ada lanjutan acara di Mariott dulu, dan kali ini diadakan di Empire Palace .. the luxurious hall ever I see at Surabaya. Acara Female Forum – Market Yourself – Personal Branding Strategy. Awalnya janjian barengan, karena takut saling tunggu akhirnya janjian ketemu di venue saja. Saya ternyata datang lebih awal daripada Ibu satu ini. Acara mulai pukul 09.00 – 15.00, Nara sumber dalam sesi pertama; Bapak Handito Hadi Juwono - President Arrbey Indonesia, Ibu Henny Sutanto - Brand Director HM Sampoerna, dan Ibu Amelia E. Maulana – Head Scholl of marketing Binus Business School dan tentunya Andy F. Noya sang ‘KICK ANDY’ sebagai moderator plus narasumber juga rasanya (akhirnya).

Sebelumnya, saya agak risih datang ke acara ini, karena bertajuk FEMALE FORUM plus di endorse produk pembalap eh..pembalut wanita pula. Tapi berhubung niat pengen ketemuan dengan pak Handito yang sudah janjian sebelumnya, akhirnya saya hancurkan rasa malu itu. Ehh, ternyata pas register di pintu masuk..banyak cowoknya juga :) Lalu saya diantar panitia bertemu khusus dengan pak Handy, kenalan dan bla…bla…bla
Selang 20 menit acara berlangsung, gemes Ibu ini belum dateng juga. Telp-telp, ehh dia bilang sudah di dalam hall. “Lah..dimana yak ?” Wah, ternyata ada di belakang table saya, saling bingung. Wah..bego dah. Lanjut, akhirnya pindah table biar bisa nge-grup sendiri…cas cis cusss..bla ..bla..bla… starting rumpi everything. Ternyata mengantisipasi kekeliruan (baca:kebodohan) saya, dia sampai back up bawa kamera+recorder , plus batere juga. Biar gak kayak dulu  hiksssss .

Ohya, selama acara mata kami juga masih sering terkagum-kagum dengan dekorasi hall yang benar-benar indah itu (ndeso Mode On). Lampu gantung akhirnya jadi korban sasaran foto Ibu ini, juga beberapa tamu lain yang ternyata sama juga ndesonya heheh (indahhh banget aslinya)
Mau masuk sesi kedua, disela lunch…janjian interview pak Handy.
Waktu makan, kirain para Ibu-Ibu itu agak jaim srobot makanan…tapi ya ampuuunn sama aja. Macem singa kebon Binatang Surabaya, yang dilepas langsung girang liat daging segar. Dalam tempo sesingkat-singkatnya, langsung ludes..Hiks, gak sempat milih desert buah, dan es condol (mungkin). Akhirnya cuma (hahh..Cuma??) melahap Siomay, egg-meat roller, nasi langsa, dan apa gitu lupa..

Lanjut sesi kedua, lebih seru..karena hadirnya dua nara sumber wanita; Rieke “Oneng” Dyah Pitaloka dan Susi Pudjiastuti - CEO Susi Air. Bu Susi sosok wanita independent, pekerja keras, yang blak-blak an, American style, good English-Bahasa combination, jujur dan terkesan cuek abiss. Hebat dengan perusahaannya ini.

Sebelum acara berakhir, saya temui pak Handi khusus untuk interview program titik Nol saya. Dibantu Lilis - Radio Giga (thks ya..) pak handi bercerita banyak sesuai arahan saya. Pak Handi sosok humble, care person dan terus ingat saya. Meskipun dulu-dulunya saya sering kontak dia hanya sebagai narasumber on air byphone. Di akhir ngobrol, ternyata pak Handi memberikan kejutan, menyerahkan bukunya 7in1 strategy Toward Global Competitiveness untuk saya.. surprised for me. Meskipun akhirnya dengan jumawa saya berikan padanya untuk koleksi perpus kantor supaya lebih bermanfaat :)

Balik lagi ke forum…bla…bla..bla…
Acara tuntas, kembali bertemu pak Andy F Noya (lagi). Janji mau mampir ke ‘pabrik’ saya kalau ada kunjungan ke Surabaya lagi. Ohya, saya berikan dia little gift..souvenir ultah 25 tahun kantor kami tanggal 11 Juni lalu. Pokoknya ngobrol dengan pak Andy banyak becandanya, seru dah. Jadi ingat Fattu yang ngebet banget pengen ikut Forum ini, biar ketemu ANDY :)

Nunggu si Lilis beres, ehh ketemuan ma Oneng yang nunggu mobil jemputan. Berhubung dia bukan target program acara saya, akhirnya ya sekedar ngobrol saja (tanpa rekam). Akhirnya perbincangan kami mengarah ke Taman Bacaan gratisnya untuk anak-anak korban lumpur Lapindo, di kawasan pasar Porong, yg akhirnya ‘rusak’ oleh oknum tertentu. Ditengah kekecewaanya dia tetap optimis, untuk lanjut terus dengan cara lain. Salah satunya memindahkan ‘materi’ buku-bukunya ke kawasan taman bacaan di DOLLY, yang ternyata kemarin waktu kantor (divisi kami tepatnya) mengadakan program CSR, lokasi taman Bacaan di Dolly itu juga kami kunjungi. Lanjut dah cerita-cerita karena nyambung…bla…bla..bla…

Time out…
Yak, semua harus pamit..selesai..akhirnya pada pulang. Hehe meskipun kami harus kucing-kucingan dengan pak Andy Noya dan Oneng, yang sama-sama pulang. Rencana buat foto-foto Empire decoration batal, karena keburu sore…:) Hmpphhh…hari yang melelahkan. Tapi dapat banyak ilmu, pengalaman, dan kenalan. Thk buat mpok Novri dan Lilis Giga..

Jun 14, 2008

Berbagi itu indah

temans,
Ini kali kedua saya berada di 'pabrik' tempat saya bekerja, pas merayakan ulang tahunnya. Tahun lalu belum terlalu banyak terlibat karena masih baru banget, tapi kali ini ikut terlibat dalam beberapa program - program perayaan ultah yg ke 25 tahunnya.
Nah, ada kegiatan CSR alias Corporate social responsibility alias gampangnya baksos yang dilakukan. Beberapa lokasi atau orang yang dipilih adalah yang menginspirasi, baik dalam hal pekerjaannya atau pelestarian yang sudah dilakukan. Meskipun tidak berjumlah BUANYAK, tapi harapannya bantuan yang sedikit itu bisa membantu meringankan beban kebutuhan mereka. Selama dua hari berturut-turut ikut terus, jujur buat stamina drop, capek dan lemas. Apalagi masih ditambah jam on air yang benar-benar tidak bisa dikompromi... Hrrggghhh kepala mau pecah. Tapi berhubung ingat ini program AMAL, akhirnya hati adem dikit.

Nahh, sekarang mari kulik beberapa pose selama perjalanan. Ini hanya sedikit dari ratusan foto yang ada, hehehe bingung milihya. Yang ada, mas Totok fotografer divisi website 'pabrik' saya dan ANTON fotografer divisi majalah 'pabrik' saya, gak bisa protes memenuhi hasrat narsis tim on air ini :)


Hari pertama, agenda CSR ke tempat komunitas seni yang cross-gender. Ludruk Tobong di kawasan Wonokromo, yang langsung menjadi gambaran pikiran saya..KASIHAN. Tempatnya lembab, kumuh, dan kotor. Sementara di usia mereka yang sudah bukan muda lagi (baca:produktif) untuk mendapatkan pekerjaan, saya salut karena mereka mempertahankan darah seni yang mengalir. Tanpa memikirkan uang. Saya juga diundang mampir, nonton pertunjukkan mereka di malam minggu, yang katanya rame meskipun cuma 20 penonton (what?).


Kali ini penjaga 'dam' Jagir yang kadang bagi sebagian kita (warga SBY) tidak terpikirkan tugasnya, yang ternyata tiap 10menit sekali mengecek luapan ketinggian air. Demi tidak 'terendam'nya sebagian kota SBY...


Menuju rumah 'penjaga' Mangrove di daerah pinggiran Wonorejo sangat melelahkan. Dalam perjalanan terpikir "Ya ampuun, ini ada di peta Surabaya kah?" hehe, soalnya selama ini tahunya cuma pusat kota - mall - cafe - dan foodcourt saja. Sesudah berkeliling lokasi 'kerja'nya, Pak Sonny orang yang kami temui malah menjamu tim kami dengan hidangan top-favorit-saya... KEPITING. Sluurppp, I am the man who eat too much :)


Ini juga, membuat mata saya terbuka. Ternyata di Surabaya masih ada juga transportasi penyebrangan tradisional pakai gethek/perahu bambu. Cuma 500perak per sebrang. Berasa di danau manaaaaaa gitu, se-team kegirangan dapat kesempatan menyebrang PP alias bolak-balik.


Dan, bukan hanya polisi saja yang penting mengatur keruwetan lalu lintas. Kali ini supoltas di kawasan Ngagel yang dapat rejeki. Sosok yang tidak dapat gaji tetap, (maaf) cacat dan rela mengabdi iklas membantu tanpa mengeluh..

Ohya, tidak hanya ini saja..sebenarnya masih ada lagi. Program CSR berlanjut ke taman bacaan di kawasan DOLLY dan Liponsos tempat orang-orang gila. Tapi kang Anton, belum kasih foto2nya :(
Hmpphhh,, semakin sering ikut kegiatan macem beginian..membuat kita akan semakin bersyukurrrrrrrr banget banget banget dan banget. Banyak hal yang sudah kita abaikan, dan ternyata sudah menjadi banyak hal bernama K-E-B-E-R-U-N-T-U-N-G-A-N.

Jun 9, 2008

Hang Out (again)


Nyang namanya jalan-jalan pasti enak kalo bareng-bareng, lebih seru dan rame.
Dan lebih enak minta traktiran dadakan dengan alasan
"bayarin dulu, ntar diganti" hehe.
Sama kali ini, sesudah pulang show (
duo artis yang berkacamata) tiba-tiba didera rasa lapar yang tak terhingga. Akhirnya mampir ke salah satu resto di Surabaya Town Square, buat makan malam. Biasa, tetep pasang aksi foto-foto..dan asisten kami (berbaju biru) selalu gak bisa nahan buat gak ikut sok gaya, meskipun hasilnya selalu bisa ditebak kurang maksimal :) dan malah bikin sumpek.
Ohya, habis kenyang makan, langsung lanjut ke XXI nonton NAGA BONAR. Weiks, saya ketiduran karena boring + sudah tau film lawas ini (yang dipilih Manajer Saya, teh Emma)


1. Memilih menu fav. Durasinya lamaaaa dan penuh debat
2.
Slurrrrppp, sup yang dinilai gak terlalu enak. Lah..salah siapa milih itu
3. Toast for the glory ....weiss
4. Manajer (
merah) dan Pengarah gaya (hitam) yang 'empet' lihat tingkah polah artisnya ;)

May 10, 2008

Meet The THREE Master

Well, if there's a day called 'bad day' ..
uhmm i think this is 'that' day for me

The story begin....

More than 1 weeks ago, I've got information Mr Rhenald Kasali bakal datang ke Surabaya. Jadi bintang tamu acara talkshow di Hotel JW Marriott yang bakal di pandu Andy “Kick-ANDY” F. Noya. Well, it's a good time for me, to meet him (them actually). Okay, akhirnya tanpa sungkan seperti biasa saya hubungi pak Rhenald. Awesome, he's AGREE at all dengan semua permintaan khusus saya untuk menemuinya.
D-Day is coming...Jumat 9 Mei 2008. Bakal nemuin pak Rhenald di Marriott pkl 12.30 after break session, during the talk show I mean. Sesudah ribet gara2 ban bocor (yg bikin Argghhh untuk diceritakan) akhirnya kecapekan. Istirahat bentar maksud hati, BUT ternyata molor se-jam (duh Gusti, susahnya istirahat lamaan dikit). Akhirnya bangun jam 13.00. DAMN !! Am I late ? of course !!! Saya Sms pak Rhenald ternyata beliau baruuu aja break, syukurlah. Karena sekalian janjian dgn manager Marketing kantor saya di event launching Lee Cooper di Tunjungan Plaza3, akhirnya saya pilih meluncur ke KFC Basuki Rahmat buat parkir, daripada masuk parkiran TP3 yang lebih ribet.
Sesudah sampai di parkiran KFC gelael-Basuki rahmat, I called her..
“Mbak Dimana...aku udah masuk TP1 nih...rekamannya kamu bwa kan? aku ditunggu Rhenald nih..”
“Langsung aja ke Hall, barengan aja ke Marriott-nya, tapi rekaman apa??” kata manager marketing-ku tanpa dosa.
“Loh, yang dititipin Supervisor-ku, kan tadi katanya kamu bawa, sms kamu tadi....”
“Ehhhh, aku tu gak sms kamu. lagian alat rekam apa...gak tau...”
Wah-wah-wah...setelah saya cek, ternyata saya salah baca sms. Ternyata IC Recorder (nama alat perekam-sialan itu) dititipin ke teh Novri my Librarian. Hikssss, sudah macett (jam 12 siang jalan Basuki Rahmat SeLALU macet gila-gilaan), susah dapat posisi parkir yang PEWE. Ehh harus balik lagi ke kantor, wah..bisa ancur jadwal janjian dgn pak Rhenald..Lagian siapa saya, seenaknya ngolor-ngolor waktu buat ketemuan...hehe
AKHIRNYA telpon bantuan datang juga;
“Ya udah, aku anterin deh..tungguin ya..” :) terharu mendapatkan bantuan yang tak terduga.hehe, teh Novri janji anterin ke Marriott, sembari Saya meluncur lebih dulu buat nemuin pak Rhenald.
Sampai di Marriott, check tas, body sensor, akhirnya menuju ke Lounge, dan janjian di Resto lt 2 dekat lift, sesuai petunjuk sms pak Rhenald yang saya terima. Ehm, ketemu...after ice breaking with chat little something, I think he's the smart-humble-welcome-person...sambil mempersilahkan saya ikut makan, saya tolak dengan alasan klasik sudah makan (meskipun perut ini ingin berkata jujur spt kata AA GYM, karena sebenarnya lapar dan sedikit feel tasty liat appetizer yang dilahap pak Rhenald). Saya bilang, alat perekam masih on da way, karena low batt. Dag-dig-dug hati ini nungguin mbak Novri, 1 menit – 5 menit – 10 menit..duhh waktu terus berjalan, tapi teh Novri belum muncul juga. 25 menit – 30 menit..akhirnya sesudah 47 menit datang juga (rutin pantau jam hp..hihihih). Tergopoh-gopoh, teh Novri memberikan IC Recorder titipan itu...dan SIAUL !! saya gak paham pengoperasian alat ketjil-jahanam itu. Karena ketemu mas EDDY (thk for help) dari divisi portal web kantor saya, akhirnya minta bantuan dia. Dan ternyata “Wah, aku juga gak bisa Rhen...” Gubrak..!!
Sambil dia mengutak-atik plus bumbu bingung inside, saya semakin gelisah karena ternyata pak Rhenald harus segera ke bandara, langsung balik ke Jkt. “Rhen...gimana, saya tunggu loh..AYO “ kata pak Rhenald. Duh, saya semakin amburadul-gelisah-degdegserr-keringat dingin karena IC Recordernya low batt. It means, I have to go to find someone who help me, dengan tema “Bisakah membelikan baterai buat saya?? please” (*Wajah memelas;mode ON
Ternyata teh Novri lagi-lagi jadi my Saviour..(again) menawarkan mencari bantuan, dan akhirnya dapat sepasang baterai A3 seharga 25ribu. Gila, padahal diluaran cuma 8000. (Upss lupa, ya iyalah...di HOTEL, jadi Nothing cheaper dong) Akhirnya mas EDDY bisa menyalakan, dan siap tinggal pencet start RECord.
wasss-wess-wosss-wasss...pak Rhenald dengan kepandaiannya memberikan tipsnya seperti yang saya pandu...after photo session (of course I'm doing well, hehe. sesuatu yg dulu jarang saya lakukan, meskipun ketemu artis2 hiburan ibu kota,hehe bhs baliho banget yak).
Dengan senang hati-gembira ria, nyamperin mas Eddy lagi di lobby lt 2. Nyalain my lovely EEE Asus, ngecek hasil rekaman..”Loh-loh-loh, mana ya...ehmm, Loh, tapi...” Hampir setengah jam utak-atik EEE-ASUS ternyata SAUDARA-SAUDARA, FILE SAYA TIDAK ADA. NOT FOUND...YAk...selamat dan sukses dah...BADAN saya langsung lemas-lunglai. Sumpah, saya sudah capek-ribet dan pastinya MALU. Bagaimana bisa tdk kerekam, ternyata meskipun recording timer berjalan, tapi malah ngrekam radio dgn bunyi “Zzzzzzzzz...zzzz..zzz”
ANCURRR hidupku...Ancurr !!!
Mana mungkin bisa janjian dg pak Rhenald lagi. Lagian belum tahu kapan jadwal dia mampir ke Sby lagi...why me Lord..how could this happen to me (* singing mode ON

Setelah di 'semangati' lagi sama teh Novri. Akhirnya ganti sasaran, ternyata 'Bapak' saya pak Andrie Wongso juga ada di acara ini. Thks GOD you save me...saya cari dia. Menjelaskan program acara saya TITIK NOL., dan bapak selalu paham (dengan cepat tentunya). Mau rekam, Biatch !!! Recordernya MATI. (Tuhan, datang lagi kah cobaan-MU), ngeles dikit ke pak Andrie untuk mengulur waktunya nunggu saya, saya minta bantuan berlari lagi ke Lobby menuju mas EDDY. Sesudah ON saya balik lari lagi ke venue .Tapi karena pak Andrie sangat terburu-buru, dia janji mau kirim CD spesial sesuai permintaan saya. hehe pak Andrie bilang, "susah saya nolak kamu yang selalu gigih". Saya nyengir kuda dikit...Karena beliau ada acara lagi, asistennya mengajak janjian ketemu di MARRIOTT lagi jam 21.00 buat ngobrol-ngobrol sama pak Andrie Wongso. Yahh, harus saya reject karena jadwal On air saya jam 22.00 ..hikssss
Hmpph, teh Novri masi sempat ngingetin saya (selalu deh rasanya) untuk bisa ketemuan ANDY F NOYA. Ternyata pas banget dia nenteng koper, mau pamitan pak Andrie Wongso. Akhirnya tidak saya sia-siakan ketemu dengan pemandu talk show bermutu ini (catet ya, banyak talk show murahan di Indonesia yang harus ber guru di acara KICK ANDY, soal mutu tentunya). Sambil mengundang pak Andy untuk suatu hari nanti mampir ke tempat saya bekerja, dia antusias..barter no hp...dan akhirnya pamitan, berpisah krn dia juga terburu-buru dengan jadwal flight-nya.

Ehmm, akhirnya tuntas juga pertemuan dengan the Three Musketeer/Master itu, semuanya serba singkat, tapi sangat berkesan dan MEMBUAT SAYA HARUS PAHAM karena menjadi PROSES PEMBELAJARAN...yang salah tentunya tidak boleh terulang lagi...
the End...


thks to
teh Novri as the Saviour
mas Eddy as the Help Solver

Apr 29, 2008

There's something behind it

Sambil nyicipin resto Bu Kris yang (katanya) kesohor itu, makan iga penyet, bakso penyet, dan ayam gorengnya...sampai di obrolan kami. Ya...malam itu sehabis pulang dari rumah sesudah selamatan 3 hari Eyang Uti, trus cari makan malam,

" Masa sih Mas, hidup harus dicobaaaaa terus. Kan capek"
" Ya kalau sabar kan enggak capek"
" Tapi masa, cobaan sediiiiiihh terus. Kehilangaaaaan terus."
" Nggak Sayang, cobaan bukan cuma kehilangan dan sedih aja. Banyak hal yang orang gak sadari. Kesenangan dan pemberian-Nya itu bahkan bisa diartikan cobaan"
" Kok bisa, kan dikasih...berarti kan di bahagiakan"
" Bukan Sayang, maksudnya ... bisa nggak kita menjaga amanah pemberian itu. Bisa gak, kita gak sombong karena sudah punya sesuatu itu, dsb .."
"emmm, tapi kan tetep enak, karena mendapatkan sesuatu daripada kehilangan...."
Tetep aja ngototnya...
"Menurut mas, lebih berat...karena kalao kehilangan kita bisa sedih sekarang. Kalo kita dikasiiihhh terus, ternyata kan kita diujiiii terusss. nah kalo gak sadar-sadar itu 'hanya'lah perantara ujian...berarti kan kita gagal dalam jumlah yang banyak...."

Dia diam aja sambil memandang saya, plus melahap iga penyet-nya. Sambil menatap sesuatu yang sebenarnya tidak dia perhatikan...menerawang. Sedih. YA, saya paham kesedihannya karena kehilangan sosok pengganti Ibu nya yang lebih dulu meninggal. Sosok Eyang Uti yang lebih ingin dibahagiakannya suatu hari nanti...

" Nong, misalnya kita sudah punya sesuatu trusss kita merasa diatas angin..dan sombongkan sesuatu yang lebih itu, karena mungkin merasa orang lain gak seberuntung kita...Mas rasa kita bakal menjadi orang yang malah semakin gak punya apa-apa"
"Jadi...??"
" Ya..jadi kalau kita punya sekarang segini, ya ayo kita syukuri...gitu ajah...kalo besok kehilangan sesuatu...anggap itu cobaan...sabar. Nah kalau besok mendapatkan sesuatu, ya anggap itu cobaan ...jangan sombong....Udah ah..ayo cepet pulang..."

Wah, tumben-tumbennya saya bisa jadi sosok wise macem gini :) Mungkin karena melihat keadaannya yang sedih sekali. Sambil meneruskan melahap makan, jam 22.10 .. lanjut bayar bill-nya..
Eh, ternyata biaya TOTAL sama 'rasa' yang udah masuk perut gak setara. Wah...besok-besok gak nyoba lagi ah....soalnya kalau bayar mahal harus setara dengan lezatnya....hehehe

Apr 7, 2008

JJS

Alkisah beberapa waktu yang lalu, sesudah tahu ada Mall baru yang dilaunching bernamakan Surabaya Town Square alias SUTOS di launching, Naaaaa Saya (X), teteh Ema (Y) Ratu Talk ShoW dengan bayaran berjuta-juta (fakta), plus LG fotografer pribadi (biasalah dari manajemen artis selalu ada yg mendokumentasikan), jalan-jalan sore, cuci mata, sekalian mau ditraktir. BIASA, Ratu Talkshow sedang banyak job. Sesudah keliling kaki mpe gempor, akhirnya...pilih resto Solaria di lantai 2 SUTOS. Maklum, belum terlalu banyak resto yang buka stand di SUTOS. Berikut cerita fiktif itu...

X:
"Wahh teh, akhirnya kita berhasil juga jalan-jalan, meskipun hujjyan, beccyekk dan gak ada ojjyek"
Y: "Iyahh, enak nih..cuma sama kamu aja. Soalnya kalau kunyuk-kunyuk lain ikut, pasti makannya banyaaaakk, cerewet dan bikin repot?"
X: "Aduuh teh, sapa aja kunyuk-kunyuk yang Anda maksud?"
Y: "Yagghh, kamu gimana seeh. Ya itu, inisial L-A-G-A dan Y-U-D-I"
X: "Lahh, pan entu bukan inisial teh ?"
Y: "Ahh sudahlah, habis pose cantik gini, ayo kita pesen makanan"

Menu sudah diserahkan mbak-mbak waitress nya.
Y: "Aku, mau lontong cap gomeh, bajigur, rujak cingur, rempelo ati, sate buaya, kentang bakar, iga panggang...samaaaaaaaa jyus duren di blend sama alpokat dan klengkeng plus semangka.
X: (Gila ini orang, lapar atau kerasukan) Duuh, mbak ...santai aja dong. Aku Chicken katsu ajah deh. Sama juice alpulkat....gak pakai lama ya MBAK !!!
Y: "Ehhhh. eh. mbak..mbak..sama nasi uduk tambah 2 setengah porsi ya!!?
X: (Busyet, teteh kaya ular aja, makan sekali banyak buat diendapkan 2 bulan kedepan)

Waitress nya yang se-tress nungguin dan nyatet pesenan, akhirnya bisa sedikit bernafas lega..after shock
Z: "Baik, saya ulang ya pesenannya...bla...bla ..bla..."
X: (Duuh, malu deh, kan kesannya aku yang rakus)
Sambil mendengarkan pengulangan Waitress nya.
Z: "Baik mbak + mas yang nampaknya l-a-p-a-r sekali. Total semua 1 juta 487 ribu 260 rupiah. Plus PPN 10%.
Y: "HAHHHH??? APAAHH?? SERIUSSS LO??.
teh ema terbelalak kaget, saya malu. Dan akhirnya, pilih nasi bungkus + 2 es teh manis saja. Murah meriah. hihihih

ps: cerita ini hanya fiktif belaka,bilamana ada kesamaan nama, tempat, ide cerita dan gambar wajah. Mohon maaf lahir batin. Semoga ada yang 'berkenan' nraktir lagi, jangan janji-janji manis dan penuh ketidakpastian saja..hihihi. Ohya makasih juga buat photographer amatirnya.

Mar 27, 2008

Kena Pelet Pak BONDAN

“ Kehidupan saya semrwaut
Hubungan rumah tangga Saya kalang kabut
Dan pikiran selalu tidak konsentrasi, karena membayangkan yang lain”
(hehe sengaja dibuat bombastis, seperti headline Koran, halah)


Cukup, cukup.
Begini ceritanya. Semingguan yang lalu, pas lagi liat TV sore-sore. Eh, gak sengaja lihat Om Bondan dengan mak Nyuss-nya. Tahulah, gayanya yang sangat kita banget (suka makan enak, gak takut kolesterol). Lah, ternyata dia jalan-jalan ke Surabaya. Dalam hati weits…pas nih bisa buat referensi kalau cari makan enyak di Surabaya. Masak iyah, mau ngeropotin ibu Manda terus, bentar-bentar sms kalau mau cari makanan di tempat makan alternatif (yang bukan sudah jadi rutinitas maksudnya). Maaf ya mpok kalo sering repotin, minta guidance hehe.

Nah, balik lagi ke om Bondan, dia mampir ke Café-nya CitraRaya, mampir ke Sahara di G-Walk nya Citra Raya, dan juga Mampir ke Le'Ko resto Iga penyet.
Hah? Iga penyet? baru denger sekali deh..
Iya, Iga digoreng ..trus ditaburin bawang goreng, ditaruh di cobek pakai sambal.
Duuuuhh, hati ini mpot-mpotan, apalagi lihat dia minum es Cingcao+susu yang katanya "Wahhh ini benar-benar makk Nyuss". Kaya orang gila, saya langsung lompat dari kursi, beranjak cari bolpoint + kertas, buat nyatet alamat resto Iga itu dan berapa Rupiah-nya. Wahh, dapat dah..

Wah, SiauL !!
Habis lihat tayangan itu, sorenya, malamnya, besok paginya, besokknya lagi, lagi dan lagi..Otak ini pikirannya melayaaaaaaang terus ke tempat Iga penyet Le'ko itu. Gak sempat karena berbagai macem alasan. Hujan sering datang, nunggu bini pulang kadang udah capek diajak hunting keluar (soalnya kan gak langsung makan, tapi masih cari lokasi resto Iga itu), sampai masalah duit yang kadang takut habis banyak.

Dan dengan tekad bulat, pantang menyerah !!
Sore tadi, sesudah Mama pulang kantor, berdua jam 19.00 niat MAU BUKTIKAN APA MULUT PAK BONDAN ITU BENAR !! Grrgghh, sudah semakin penasaran. Ehhh, mau berangkat hujan. tapi itu tidak mematahkan semangat, meski juga masih ditambah traffic jam di mana2. Apalagi jalur arah Tol Satelit, wuiiiiihhh ekor antrian panjang banget. Sampai di kawasan jalan HR Muhammad, penderitaan menyiksa perut ini seolah enggan berhenti. Sudah laper, bunyi kriukkkk-kriukkk ehhh, cari rukonya susah setengah mati. Tanya sana-sini, ternyata Ruko Surya Inti yang kita cari ada bagian I dan II. Nah Lo..

Weittss, gak menyerah dong..
Akhirnya dengan perjuangan juga (tetap temanya kepahlawanan,hehe) Akhirnya ketemu juga, resto Iga Le'Ko yang membuat kita lupa diri. Akhirnya, sudah di budget HARUS MIRIP YANG DIMAKAN PAK BONDAN..hehe
- 1 porsi Iga penyet bumbu sambal pedasnya sedang (15.000)
- 1 porsi sup Iga (15.000)
- 2 porsi nasi, hehe akhirnya nambah lagi 1 porsi (7.500)
- 1 es cincau ukuran sedang (5.000)
- 1 es degan ukuran sedang (5.000)
ya udah...CUKUP ...duit pas budget ajah, namanya juga First testing. Iya kalo makanannya benar-benar enak, la kalo Lidahnya pak Bondan mulai karatan? siapa yang nanggung dong :) Ohya, awalnya kami berdua mau Iga penyet semua. Tapi setelah dipikir-pikir supaya hemat dan bisa cicip beda menu, akhirnya mama pilih Sup-nya. Tapi udah make a deal, saling comot DIPERBOLEHKAN hehe.

Wahh, si penggugah selera telah tiba.
Menurut kaca mata Saya, yang meski krempeng tapi ber-usus besar (alias suka makan) ini, tampilannya menarik. Iga bakar gede-gede potongan tulang plus daging yang membalutnya. Dan sambal yang aroma bawang gorengnya terasa haruumm..Wahhh...serbuu!!

Ehhhhmmm,,nyammmm...nyamm...
Wahhh, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dah. Acara pak Bondan emang gak nipu. UUUeeeennakk, MAK NYUSSSS bener kata pak Bondan. Seperti perkiraan, total 47.500 Okelah sesuai budget, lagian standar makanan enak resto ya segitu. Jadi tidak ada penyesalan hehe. Pulangnya, menuju TP, kompakan kita bilang "Bulan depan lagiii ya.." Sambil sekalian keinget ortu, kalo pas someday mampir ke Surabaya, ini rekomendasi tepat buat Bapak yang juga suka makan Iga dan juga Mama yang gak kalah lahapnya pasti, hehehe. Wahh, harus sering-sering liat Trans tipi dah, buat referensi :)
Udah deh..kalo tertarik cobain. Sumpah loh, saya gak promosi. Dan sok ikut-ikutan membahas masalah kuliner :) tapi memang patut dicoba. Buka jam 10.00 - 23.00. Tapi ingat, rukonya gak lebar dan pesaing-nya BUANYAKKK. Jadi datang lebih awal biar gak kehabisan, hehe..

Alamatnya
Le'ko - Spesialis Iga Sapi Penyet
Jl. HR. Muhammad
Ruko Surya Inti B-2 Surabaya
Telp. 031-70887877, 71208800

Mar 22, 2008

Media Visit - Tanjung Perak

Selasa kemarin 18 Maret, saya dan kawan-kawan SS Media grup melakukan kunjungan profesional kepelabuhanan Tanjung Perak, ke Pelindo III dan TPS tepatnya. 13 orang rombongan buruh pabrik ini diantaranya, dari Radio SS (YOYONG, IMAN, ISA, NUKE, EKA, LAGA, RENDRA, EKO, ROMMY), Radio Giga (ERIN, DEVY), suarasurabaya.net (IPING), dan Mossaik Media Commucation (MANDA).



Sesudah dijamu Pelindo dengan hidangan super duper lezatnya (hehehe teh Manda sampai puasssss cocok menunya), kita lanjut foto mau naik kapal PANAMA. Eiks..lanjut ke TPS dulu ding..lihat peti kemas berjejer2, trus dapat souvenir ala kadarnya. Sesudah 'dipaksa' pakai rompi dan helm orange akhirnya lanjut ke Pelabuhan Jamrud Utara, pantau bongkar muat dari tower, dan langsung ke dermaga TPS melihat operasional container crane. Wah sudah deh, runut dan lengkap ceritanya disini ...


Hehe buat saya, ini kali pertama sampai ke tempat kaya gini. Dan sekali seumur hidup, naik diatas ketinggian 90 meter diatas laut. Waktu dapat tantangan "berani naik tower crane?" Wah, gak saya sia-siakan dengan jawab IYA. I'm not scared, but 'lil 'bit nervous I think so. Sampai diatas, yaahhh..gak takut tuh, malah lari-larian sama mbak Iping hehe. Lihat bawah, atau luasnya laut lepas, ya ampun..sungguh kecil manusia ini. Tidak ada apa-apanya dibanding ciptaan-NYA yang Maha hebat. Trus juga sempat masuk operating room controlnya, hehehe ternyata ada mic-nya juga. Agak gemetar kali ini, soalnya lantai terbuat dari kaca dan tembus pandang ke bawah 90 meter. Deg-degan, sok berasa mau pecah nginjek kaca.
Beda sama teman saya Wepe, yang baru keluar lift naik malah gregotan kakinya gemeteran, mau pipis - eek - gak kuat jalan. Padahal baru keluar dari lift, gak berani jalan dan minta turun lagi. Gitu ajah minta pertama naiknya, eee sampai diatas nyerah..keder duluan. Weeiks

Mulai pagi jam 10.00 sampai sore jam 17.30, wuih capeknya gak main. Pulang, saya, Laga, Wepe, teh Manda, Bu Nuke dan Mr Yoyong Bur pulang semobil, mirip formasi kaya berangkatnya. Hahaha, dalam perjalan pulang, si BOSS kami 'babat' habis soal minta traktiran. Yaaaaaahhhhh dari Perak sampai balik halaman kantor, gak ditraktir blass. Yeee, pelit. Padahal se-mobil sudah kroncongan, gara - gara perut cuma diisi sajian di TPS yang bungkusnya dapat predikat label 'penuh salah duga' dari teh Manda. Hiks...