Showing posts with label SS. Show all posts
Showing posts with label SS. Show all posts

Jun 26, 2008

Si 'Ganti Hati"

Yahh batal.......... *kecewa sangat

Kaki ini sudah terlanjur melangkah ke lantai 4 Gedung Graha Pena, tempat janjian kami via sms. Ditemani wepe, lewatin traffic jam yang benar-benar menguras tenaga rasanya sia-sia. Tahu sendiri, jam makan siang di jalur-jalur jalan protokol Surabaya sangat-sangat menggila. Bikin stress dan emosi naik turun.
Tapi mau gimana lagi, orang yang saya temui memang punya “hak” untuk melakukan penundaan yang tidak sesuai harapan saya. Padahal saya sudah dikejar deadline dan tidak tidur mulai jam 23.00 – sampai 11.siang lebih ini....membuat mata saya rasanya juga susah diajak kompromi. Hanya mandi keramas yang buat badan saya sedikit segar dan mata tak terpejam, dan punya kekuatan untuk menemui 'nya'.

Pak Dahlan..nama yang biasa saja bagi saya. Tapi penegasan nama belakangnya Iskan, membuat banyak orang pasti langsung ngeh, atas sosok pimpinan perusahaan media Cetak yang terbesar di Jatim dan mulai merajai tanah air. Dua kata digabung menjadi DAHLAN ISKAN, seseorang yang juga pernah mempertaruhkan nyawanya untuk ganti hati. ya, ganti hati dalam arti sebenarnya. Ohya saya baru tahu ada blog beliau disini. Lengkap ceritanya soal ganti hati, seperti di versi vetak JawaPos yang berantai itu.

Nah, sebagai produser yang baik dan benar * wekk saya sangat paham kesibukan beliau sebagai pimpinan, yang pasti jamnya tidak se-nganggur saya. Dan saya semakin paham ketidaktepatan janji beliau, karena alasan mengantarkan 'nyonya' ke rumah sakit. Apalah daya dan kuasa saya untuk menolaknya, jelas tidak. Akhirnya pertemuan diundur petang pukul 18.00, dan beliau malah 'berjanji' akan meluangkan waktu SATU JAM BERSAMA SAYA. Halah, kaya talkshow ajah..
Petang, 18.15 menit (kembali karena alasan macet jam pulang kantor) terlambat sedikit, aya kembali memencet tombol lift langsung ke lantai 4. Begitu pintu lift terbuka, ternyata pak Dahlan sudah menunggu saya di kursi lobby, ngobrol bersama tamunya, yang akhirnya memutuskan untuk beranjak karena melihat kedatangan saya.
Pak Dahlan, meskipun seringnya hanya ngobrol by phone, tapi rasanya pertemuan itu sudah sangat sering terjadi karena rasa akrab itu muncul pada raut mukanya. Nampak tetap semangat, meskipun mengaku baru bisa istirahat waktu menemui saya, dan masih diunggu jadwal pertemuan dengan tamu lainnya..yang ternyata seorang calon Gubernur Jatim, yang ternyata harus menunggu jadwal pertemuan saya dengan pak Dahlan beres dulu. Hehe, antri ya pak calon gubernur... Rasanya pertemuan itu sungguh berkesan bagi saya. Jujur, ‘materi’ yang beliau sampaikan dalam rekaman saya, sangat-sangat memberi pencerahan. Next time saya bakal posting 'petuah-petuah'nya itu. Terimakasih pak Dahlan..

Jun 16, 2008

Female Forum @ Empire Palace

Jauh-jauh hari, saya dan seorang wanita pecinta “berat-abis-gila” Andy F. Noya, janjian untuk mengosongkan jadwal tanggal 13 Juni. Ternyata ada lanjutan acara di Mariott dulu, dan kali ini diadakan di Empire Palace .. the luxurious hall ever I see at Surabaya. Acara Female Forum – Market Yourself – Personal Branding Strategy. Awalnya janjian barengan, karena takut saling tunggu akhirnya janjian ketemu di venue saja. Saya ternyata datang lebih awal daripada Ibu satu ini. Acara mulai pukul 09.00 – 15.00, Nara sumber dalam sesi pertama; Bapak Handito Hadi Juwono - President Arrbey Indonesia, Ibu Henny Sutanto - Brand Director HM Sampoerna, dan Ibu Amelia E. Maulana – Head Scholl of marketing Binus Business School dan tentunya Andy F. Noya sang ‘KICK ANDY’ sebagai moderator plus narasumber juga rasanya (akhirnya).

Sebelumnya, saya agak risih datang ke acara ini, karena bertajuk FEMALE FORUM plus di endorse produk pembalap eh..pembalut wanita pula. Tapi berhubung niat pengen ketemuan dengan pak Handito yang sudah janjian sebelumnya, akhirnya saya hancurkan rasa malu itu. Ehh, ternyata pas register di pintu masuk..banyak cowoknya juga :) Lalu saya diantar panitia bertemu khusus dengan pak Handy, kenalan dan bla…bla…bla
Selang 20 menit acara berlangsung, gemes Ibu ini belum dateng juga. Telp-telp, ehh dia bilang sudah di dalam hall. “Lah..dimana yak ?” Wah, ternyata ada di belakang table saya, saling bingung. Wah..bego dah. Lanjut, akhirnya pindah table biar bisa nge-grup sendiri…cas cis cusss..bla ..bla..bla… starting rumpi everything. Ternyata mengantisipasi kekeliruan (baca:kebodohan) saya, dia sampai back up bawa kamera+recorder , plus batere juga. Biar gak kayak dulu  hiksssss .

Ohya, selama acara mata kami juga masih sering terkagum-kagum dengan dekorasi hall yang benar-benar indah itu (ndeso Mode On). Lampu gantung akhirnya jadi korban sasaran foto Ibu ini, juga beberapa tamu lain yang ternyata sama juga ndesonya heheh (indahhh banget aslinya)
Mau masuk sesi kedua, disela lunch…janjian interview pak Handy.
Waktu makan, kirain para Ibu-Ibu itu agak jaim srobot makanan…tapi ya ampuuunn sama aja. Macem singa kebon Binatang Surabaya, yang dilepas langsung girang liat daging segar. Dalam tempo sesingkat-singkatnya, langsung ludes..Hiks, gak sempat milih desert buah, dan es condol (mungkin). Akhirnya cuma (hahh..Cuma??) melahap Siomay, egg-meat roller, nasi langsa, dan apa gitu lupa..

Lanjut sesi kedua, lebih seru..karena hadirnya dua nara sumber wanita; Rieke “Oneng” Dyah Pitaloka dan Susi Pudjiastuti - CEO Susi Air. Bu Susi sosok wanita independent, pekerja keras, yang blak-blak an, American style, good English-Bahasa combination, jujur dan terkesan cuek abiss. Hebat dengan perusahaannya ini.

Sebelum acara berakhir, saya temui pak Handi khusus untuk interview program titik Nol saya. Dibantu Lilis - Radio Giga (thks ya..) pak handi bercerita banyak sesuai arahan saya. Pak Handi sosok humble, care person dan terus ingat saya. Meskipun dulu-dulunya saya sering kontak dia hanya sebagai narasumber on air byphone. Di akhir ngobrol, ternyata pak Handi memberikan kejutan, menyerahkan bukunya 7in1 strategy Toward Global Competitiveness untuk saya.. surprised for me. Meskipun akhirnya dengan jumawa saya berikan padanya untuk koleksi perpus kantor supaya lebih bermanfaat :)

Balik lagi ke forum…bla…bla..bla…
Acara tuntas, kembali bertemu pak Andy F Noya (lagi). Janji mau mampir ke ‘pabrik’ saya kalau ada kunjungan ke Surabaya lagi. Ohya, saya berikan dia little gift..souvenir ultah 25 tahun kantor kami tanggal 11 Juni lalu. Pokoknya ngobrol dengan pak Andy banyak becandanya, seru dah. Jadi ingat Fattu yang ngebet banget pengen ikut Forum ini, biar ketemu ANDY :)

Nunggu si Lilis beres, ehh ketemuan ma Oneng yang nunggu mobil jemputan. Berhubung dia bukan target program acara saya, akhirnya ya sekedar ngobrol saja (tanpa rekam). Akhirnya perbincangan kami mengarah ke Taman Bacaan gratisnya untuk anak-anak korban lumpur Lapindo, di kawasan pasar Porong, yg akhirnya ‘rusak’ oleh oknum tertentu. Ditengah kekecewaanya dia tetap optimis, untuk lanjut terus dengan cara lain. Salah satunya memindahkan ‘materi’ buku-bukunya ke kawasan taman bacaan di DOLLY, yang ternyata kemarin waktu kantor (divisi kami tepatnya) mengadakan program CSR, lokasi taman Bacaan di Dolly itu juga kami kunjungi. Lanjut dah cerita-cerita karena nyambung…bla…bla..bla…

Time out…
Yak, semua harus pamit..selesai..akhirnya pada pulang. Hehe meskipun kami harus kucing-kucingan dengan pak Andy Noya dan Oneng, yang sama-sama pulang. Rencana buat foto-foto Empire decoration batal, karena keburu sore…:) Hmpphhh…hari yang melelahkan. Tapi dapat banyak ilmu, pengalaman, dan kenalan. Thk buat mpok Novri dan Lilis Giga..

Jun 14, 2008

Berbagi itu indah

temans,
Ini kali kedua saya berada di 'pabrik' tempat saya bekerja, pas merayakan ulang tahunnya. Tahun lalu belum terlalu banyak terlibat karena masih baru banget, tapi kali ini ikut terlibat dalam beberapa program - program perayaan ultah yg ke 25 tahunnya.
Nah, ada kegiatan CSR alias Corporate social responsibility alias gampangnya baksos yang dilakukan. Beberapa lokasi atau orang yang dipilih adalah yang menginspirasi, baik dalam hal pekerjaannya atau pelestarian yang sudah dilakukan. Meskipun tidak berjumlah BUANYAK, tapi harapannya bantuan yang sedikit itu bisa membantu meringankan beban kebutuhan mereka. Selama dua hari berturut-turut ikut terus, jujur buat stamina drop, capek dan lemas. Apalagi masih ditambah jam on air yang benar-benar tidak bisa dikompromi... Hrrggghhh kepala mau pecah. Tapi berhubung ingat ini program AMAL, akhirnya hati adem dikit.

Nahh, sekarang mari kulik beberapa pose selama perjalanan. Ini hanya sedikit dari ratusan foto yang ada, hehehe bingung milihya. Yang ada, mas Totok fotografer divisi website 'pabrik' saya dan ANTON fotografer divisi majalah 'pabrik' saya, gak bisa protes memenuhi hasrat narsis tim on air ini :)


Hari pertama, agenda CSR ke tempat komunitas seni yang cross-gender. Ludruk Tobong di kawasan Wonokromo, yang langsung menjadi gambaran pikiran saya..KASIHAN. Tempatnya lembab, kumuh, dan kotor. Sementara di usia mereka yang sudah bukan muda lagi (baca:produktif) untuk mendapatkan pekerjaan, saya salut karena mereka mempertahankan darah seni yang mengalir. Tanpa memikirkan uang. Saya juga diundang mampir, nonton pertunjukkan mereka di malam minggu, yang katanya rame meskipun cuma 20 penonton (what?).


Kali ini penjaga 'dam' Jagir yang kadang bagi sebagian kita (warga SBY) tidak terpikirkan tugasnya, yang ternyata tiap 10menit sekali mengecek luapan ketinggian air. Demi tidak 'terendam'nya sebagian kota SBY...


Menuju rumah 'penjaga' Mangrove di daerah pinggiran Wonorejo sangat melelahkan. Dalam perjalanan terpikir "Ya ampuun, ini ada di peta Surabaya kah?" hehe, soalnya selama ini tahunya cuma pusat kota - mall - cafe - dan foodcourt saja. Sesudah berkeliling lokasi 'kerja'nya, Pak Sonny orang yang kami temui malah menjamu tim kami dengan hidangan top-favorit-saya... KEPITING. Sluurppp, I am the man who eat too much :)


Ini juga, membuat mata saya terbuka. Ternyata di Surabaya masih ada juga transportasi penyebrangan tradisional pakai gethek/perahu bambu. Cuma 500perak per sebrang. Berasa di danau manaaaaaa gitu, se-team kegirangan dapat kesempatan menyebrang PP alias bolak-balik.


Dan, bukan hanya polisi saja yang penting mengatur keruwetan lalu lintas. Kali ini supoltas di kawasan Ngagel yang dapat rejeki. Sosok yang tidak dapat gaji tetap, (maaf) cacat dan rela mengabdi iklas membantu tanpa mengeluh..

Ohya, tidak hanya ini saja..sebenarnya masih ada lagi. Program CSR berlanjut ke taman bacaan di kawasan DOLLY dan Liponsos tempat orang-orang gila. Tapi kang Anton, belum kasih foto2nya :(
Hmpphhh,, semakin sering ikut kegiatan macem beginian..membuat kita akan semakin bersyukurrrrrrrr banget banget banget dan banget. Banyak hal yang sudah kita abaikan, dan ternyata sudah menjadi banyak hal bernama K-E-B-E-R-U-N-T-U-N-G-A-N.

Mar 22, 2008

Media Visit - Tanjung Perak

Selasa kemarin 18 Maret, saya dan kawan-kawan SS Media grup melakukan kunjungan profesional kepelabuhanan Tanjung Perak, ke Pelindo III dan TPS tepatnya. 13 orang rombongan buruh pabrik ini diantaranya, dari Radio SS (YOYONG, IMAN, ISA, NUKE, EKA, LAGA, RENDRA, EKO, ROMMY), Radio Giga (ERIN, DEVY), suarasurabaya.net (IPING), dan Mossaik Media Commucation (MANDA).



Sesudah dijamu Pelindo dengan hidangan super duper lezatnya (hehehe teh Manda sampai puasssss cocok menunya), kita lanjut foto mau naik kapal PANAMA. Eiks..lanjut ke TPS dulu ding..lihat peti kemas berjejer2, trus dapat souvenir ala kadarnya. Sesudah 'dipaksa' pakai rompi dan helm orange akhirnya lanjut ke Pelabuhan Jamrud Utara, pantau bongkar muat dari tower, dan langsung ke dermaga TPS melihat operasional container crane. Wah sudah deh, runut dan lengkap ceritanya disini ...


Hehe buat saya, ini kali pertama sampai ke tempat kaya gini. Dan sekali seumur hidup, naik diatas ketinggian 90 meter diatas laut. Waktu dapat tantangan "berani naik tower crane?" Wah, gak saya sia-siakan dengan jawab IYA. I'm not scared, but 'lil 'bit nervous I think so. Sampai diatas, yaahhh..gak takut tuh, malah lari-larian sama mbak Iping hehe. Lihat bawah, atau luasnya laut lepas, ya ampun..sungguh kecil manusia ini. Tidak ada apa-apanya dibanding ciptaan-NYA yang Maha hebat. Trus juga sempat masuk operating room controlnya, hehehe ternyata ada mic-nya juga. Agak gemetar kali ini, soalnya lantai terbuat dari kaca dan tembus pandang ke bawah 90 meter. Deg-degan, sok berasa mau pecah nginjek kaca.
Beda sama teman saya Wepe, yang baru keluar lift naik malah gregotan kakinya gemeteran, mau pipis - eek - gak kuat jalan. Padahal baru keluar dari lift, gak berani jalan dan minta turun lagi. Gitu ajah minta pertama naiknya, eee sampai diatas nyerah..keder duluan. Weeiks

Mulai pagi jam 10.00 sampai sore jam 17.30, wuih capeknya gak main. Pulang, saya, Laga, Wepe, teh Manda, Bu Nuke dan Mr Yoyong Bur pulang semobil, mirip formasi kaya berangkatnya. Hahaha, dalam perjalan pulang, si BOSS kami 'babat' habis soal minta traktiran. Yaaaaaahhhhh dari Perak sampai balik halaman kantor, gak ditraktir blass. Yeee, pelit. Padahal se-mobil sudah kroncongan, gara - gara perut cuma diisi sajian di TPS yang bungkusnya dapat predikat label 'penuh salah duga' dari teh Manda. Hiks...

Sep 4, 2007

Capek

Wah, kemarin kena semprot !!
Gara-gara telat 15 menit (iya sih salah), tapi emang dia nya agak sentimen.

Dasar banci tua !! (hehehe)

Memang sentimen dari awal. Padahal banyak yang lebih telat dari aku.
Pakai ngancem mau laporin ke Manager segala. Sok perfect. Awas ya, kita liat nanti, sesempurna-sempurna nya orang, pasti suatu saat juga ada lemahnya. I'm Waiting for strikes back !!

Rasanya juga capek banget, ada HATE MONDAY syndrome. Habis liburan akhir pekan, ketemuan anak tidur malam sama anak, rasanya gak mau balik lagi ke Surabaya untuk lanjutin kerja. Naik bus telat dikit.

Kadang pengen sih, kerja yang beda. gak di media lagi. Ah, gak usah ngayal dah...semua kata orang harus dihadapi...Saya yakin semua 'jalan' yang dilewati ini, sudah diberi 'marka' dan 'rambui' oleh-Nya

Cuma dikit sedih aja, dimana-mana tempat kerja, adaaaaaaaaa aja seseorang yang jadi 'penyakit' .
Huhhh, rasanya pengen semprot balik mukanya pake Baygon. :(

Aug 31, 2007

Rumah lama vs. Rumah baru


Ada Kawan saya yang baru datang ke Surabaya. Culun saya bilang...
Sama seperti waktu-waktu dulu, pas Saya belum paham dengan kondisi Surabaya. Dan Saya maklum :)
tiba di satu perbincangan,
" Ren, gimana rumah barunya?" katanya
" Rumah baru gundulmu, yang mana?" kataku sambil ngikik
" Kamsudku (maksudku) tempat gawe mu itu loh, lebih gimana kek" Ralat dia
" O...itu, ya running well-lah sampai sekarang..." Jelasku singkat, sambil melahap potongan donat Tira-Miss-You nya J.Co (ingat bini-ku, donat fav nya).

Actually, there's something 'more than that'.
Bicara perbedaan tempat kerja (masiiiiiih aja topiknya hehehe), memang ada perbedaan luamyan krusial yang sepertinya bisa terjadi di semua orang. mari kita telaah apa saja perbedaannya, Halah ...
Rumah Lama vs Rumah Baru dalam kerjaan sekaarang, rasanya mirip SMA ke Perguruan Tinggi ato Kuliahan:
- Orangnya masih sedikit, gak terlalu banyak, perhatian dsb masih bisa fokus ke beberapa orang
- Persahabatan masih juga sering dijumpai, tulus...rame-rame
- Ditempat kerja dulu, persis SMA. Gurunya suka teriak-teriak, kalo misalkan kita gak ngumpulin kerjaan masih suka ditagih-tagih. Diusahakan nilai kita bisa dikatrol untuk baik dan tidak ketinggalan suatu agenda. Sama juga, di tempat kerja lama masih ada 'moment' kaya Guru dan murid itu.
- Di tempat lama mirip sekolahan, hanya ada ilmu pasti.... 1 + 1 ya = 2 (umpamanya). Sampai untuk pelajaran besok juga bakal tau apa yanga kan muncul materinya
- hehehe, tempatnya juga se uplik, seperti sekolahan, teknologi pun kadang juga terbatas

Nah, kalo rumah baru sekarang;
- Orangnya buanyaaaak banget, perhatian gak akan didapat kalau memang tidak 'menonjol'. Disinilah eksistensi untuk menunjukkan diri memang sangat dibutuhkan. istilahnya kalo memang gak 'bersinar' ya gak bakal dianggep
- Yang namanya persahabatan tulus, (mungkin) sedikit susah ditemui. Ada kawan tapi mungkin hanya beberapa orang saja. Karena yang lain pada sibuk dengan urusan masing-masing.
- Di tempat baru, miriiiiip banget kuliahan. kita jadi anak kampusnya, dan memang gak ada lagi 'guru' yang memanjakan kita dengan nyari-nyari kalo kita gak ikut ulangan, alias bisa susulan. Di rumah baru gak bisa, mirip dosen-dosen independen yang memang gak butuh kita, tapi kita yang dibuat butuh mereka. Jadi kalo kita meleng dikit, wahhhh jangan harap kita 'kecipratan' ilmunya. Semua dituntut kemandirian
- Sama kaya di tempat kuliah, di rumah baru banyak hal yang bisa berubah bukan ilmu pasti. Sesuatu pasti ada jawabnya. Bukan hanya 1 jawaban lebih dari 5 kemungkinan pun bisa jadi, pusing jadinya. Belum lagi, kiota gak tau 'what happen tomorrow" kita harus siap-siap sendiri terima apapun pelajarannya
- Hehehe, kalo di tempat baru, tempatnya luasssss dan lebih canggih semuanya.

Ahhh, jadi inget jaman sekolah..pengen lagi lanjutin kuliah. Tapi ribuan faktor masih menghadang...
jadi inget omonganku sendiri dulu di blog (postingan kapan lupa)
" Seperti apa hidup kita nanti dan bagaimana caranya mendapatkan apa yang kita inginkan , hanya kita yang tahu jawabnya dan mengusahakannya"
Nah, kamu sendiri gimana ? sudah siap belum cari rumah baru ???

Aug 14, 2007

Kasus HP

Hehehe, kemarin berdebat panjang dan saling gugat .Loh..
SPV-ku bang Mus, berencana beli HP, bingung dan puyeng mau beli HP merek apa dan tipe apa.
nah, sebagai konsultan yang baik (halah), ya aku sarankan aspek penting dalam perencanaan beli hp versi-ku:
- Lihat spec nya : lebih condong kemana kita butuh: video - musik - nyimpen data - games atau yang lain ?
- Lihat duitnya : seberapa besar kantong dan rekening yang siap dikuras
- Lihat gengsinya : sekedar ngikutin trend atau memang jadi 'aset forever' atau malah tahan malu beli yg kuno


Aspek2 itu penting (halah) karena akan mempengaruhi mood pakai nantinya, hehehe. Kemarin aku saranin Nokia 9500i, karena dia mobile, banyak data - video - dan all about saving data, data, data lah...
Hehehe ternyata pilihan jatuh ke Nokia N70 hehehe, katanya Terjangkau - Bisa upload Video banyak - Ngirim berita juga mampu dan - Trendy alias gak kuno-kuno amat. Wah, lumayan pinter dah, bisa mendukung pekerjaan jadi jurnalis


Padahal, di genggaman, sudah ada tawaran 93i yang lebih menggiurkan, tapi di reject hehehe. Pasti lah alasan sudah jelas, problema KANTONG.
Semoga impian mu cepat terkabul mas, whahaha