Showing posts with label Work. Show all posts
Showing posts with label Work. Show all posts

Oct 12, 2011

Setahun sudah ...

Hei, tidak terasa kembang api kembali menggelegar di langit
Menggeliat silih berganti dan menebarkan pesona kemewahan singkat
Tanda genap setahun perjalanan kantor "tempat saya mencari nafkah"

Tidak terasa juga setahun menjalani jungkir balik menjalani semua
Memulai dari awal, dengan tim asli, sampai menghadapi gonta-ganti personil
Semua penuh dengan cerita yang mungkin akan menjadi box office di benak saya sendiri

Well, it's hard to say "it's all fine"
Semuanya masih saya jalani, berharap bisa dan mampu memberikan kontribusi yang terbaik bagi tempat ini.
Selama masih dapat kesempatan dan menjadi rejeki.

Selamat merayakan 1 tahun, GrandCitySurabaya ...
Senang menjadi bagian perjalanan 'kelahiran'mu

10.10.11

Jun 10, 2009

Fabulous May

Younger than the others :)
Yang mana hayoo... ??!!


Now I can clearly think for too many good reasons....
that sometime better late than faster ;)

Meski ada “sandungan” sedikit, dan sempat berbuntut “sedikit” akhirnya waktu lah yang membantu kembali mendewasakan saya menghadapinya.

May, headline of my life it's all about C.A.R.E.E.R
It's boost up better than before, with an opportunity that I never seen before.
Yeah, too many friends told me that I'm the lucky one, blessin' or else. Because one reason :
“ an Opportunity always unpredictable”

I believe it....

Last month I've got and opportunity, meet and greet with the highest level person at work. They called Board of Director and Board of Commissioner...

GILA.. !!
Dalam sebuah perusahaan, benar-benar kesempatan emas bisa langsung “bersentuhan” dengan orang-orang level prestisius di sebuah perusahaan. Yakin deh, temen-temen pasti anggep saya katrok atau gimana gitu. Tapi percaya juga deh, untuk temen-temen yang bekerja di sebuah perusahaan skala besar / nasional atau bahkan dengan share saham internasional, pasti tahu, paham dan maklum atas ke “katrok “ an Saya ini ;)

Bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan para Komisaris dan Direktur Utama, benar-benar kebanggaan bagi saya (dan teman-teman saya juga yang pake nyelametin segala ...hehe gak penting yak )


Yes, even we're just little bit talking each others..
It's showing an opportunity..that I believe in...
Starting with any impossible dreams that became so simple and possible

I can reach my dreams...Nothing impossible

And.... YOU can Also dream and reach it harder !!!
Trust me...

Oct 9, 2008

THE REASON FOR RESIGNATION

Such a long time ago, I've got an e-mail from mbak Iping - suarasurabaya.net . Don't know why, I keep it inside my inbox. I thought, it could be important (for me) future !!. Now days, when "that time" is too close for me, it's necessary need to read. Very inspiring, and get the message !!


+++ Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan? +++
WHY TO MOVE (OR NOT TO MOVE)

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007). Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana. Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.

Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih
menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.

Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO
perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat. Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir.

Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini. Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian
terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka.
Lebih dari alasan apapun, dia (atasan) adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckinghamdan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules. Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi?
Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai.
Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit. Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Pada saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan. Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?


Hmpph ...how about you ?
Let me sure..this is the sign for me..to find Lentera Jiwa (finally)



Sep 28, 2008

Karir Plintat Plintut

Sore masih belum menggantung gelap, baru aja kebangun. itupun gegara hp bunyi. Sial, tertera nomor kantor, satu dari sekian nomor yang rasanya saya ingin black list dari satelitnya langsung...hahaha. Sambil berharap bukan sesuatu yang 'repotin',
“Hallo....maaf ganggu”
Ternyata salah satu dari tim Riset kantor. Namanya juga tim R&D Riset and Development, pasti gak jauh-jauh yang ditanyain, di survey, dimintai opini, dimintai penilaian atas sesuatu, dsb dsb..
Dengan suara parau, setengah bangun tidur + masih batuk akut :) akhirnya meluncurlah jawaban-jawaban sok keren demi melayani sesi wawancara. Seperti biasanya, mirip ditodong wartawan2 infotainment klarifikasi soal gosip ..hehehe. Kali ini temanya seputar KARIR......hmmm menarik juga

Menurut kamu apa karir itu?
Wahh, kalau sesuai kamus susah dah inget pengertian aslinya paan. Tapi berhubung jawaban merupakan cerminan dan opini pribadi, okelah I try to make the right answer :)
Karir itu menurut saya, merupakan pencapaian atau tingkatan dalam pengembangan kompetensi dan kemampuan diri.

Antara gaji, fasilitas dan bonus, wich is yang paling penting men support karir?
Hmm, berat juga..tapi menurut saya yang paling mempengaruhi seseorang semakin terpacu adalah gaji dan fasilitas, kalo bonus gak dulu kali ya. Karena namanya bonus, pasti sesuatu yang gak bisa banget kita harapkan...ya just bonus. It's a bonus, gak lebih.
Gaji ini yang penting karena jujur lahhh, kita kerja ekspektasinya ya gaji. Dengan karir naik, pasti faktor penunjang bernama GAJI sangat kita harapkan bisa ikut terkaytrol naik juga.
Sementara soal fasilitas, naaahh ini juga very very supporting all career activities. kantor yang memberikan fasislitas karyawannya, pasti akan sangat mampu mengembangkan kompetensi dirinya dengan bantuan instrumen2 faslitas itu. Nah, kalo karir kita naik dan fasilitas masih sama-sama itu saja, ya sama juga bo'ong...lalu dimana yang namanya peningkatan kartir itu ??

Menurut kamu di tempat kerja kamu, apakah peningkatan karir itu ada?
Hmmm, berat ya Jeng...kalo saya jawab ini bisa-bisa saya di grounded dari dunia nyata ini dan dikirim ke alam baka..hahaha. Tapi okelah, jujur karena struktur organisasi dalam dunia broadcast itu sempit – pendek – atau apalah sebutannya, maka progress peningkatan karir itu tidak bisa secepat perusahaan lain yang lebih lebar jajaran organisasinya, dan lebih nampak pergerakannya. Nah, di radio anggap aja kayak nonton bioskop, siapa datang duluan ya dapat tempat enak duluan. Kita bisa nempatin kursi yang enak itu, kalo si Empunya pindah, pergi tanpa pamit, atau mati atau bahkan kosong belum dipilih. Gitu kan ??

Jadi anda pesimis dengan progress karir di tempat anda sekarang??
Hmmm, sedikit banyak..IYA. Meskipun saya akui, di tempat kerja saya..instrumen atau pacuan untuk sama sama mengembangkan karir itu ada, dan senior pasti bantu. Tapi berhubung “kue” itu sedikit, dan tidak bisa dibagi rata, makanya tidak semua bisa menikmati potongan lezatnya. Bisa saja sebagian orang hanya dapat remahnya saja, atau sejenisnya...hehe

Si Jeng tukang interview langsung ketawa dengan semua jawaban bla bla saya yang tanpa tedeng aling-aling alias blak – blakan. Sambil komentar..."Hmm, oke sebenarnya aku sudah tau semua jawabannya, melihat darI fakta. tapi kan aku butuh nulis pernyataanmu."
Pletakk,
Saya merepet bicara...
"Hmm, ya deh, ada lagi Jeng yang harus saya jawab?
Hah, cukup...please deh tanya lebih banyak lagi, supaya saya ketliatan lebih sibuk dan sok penting, Ayoo dong...
Lah, kapan ? janji ya ..janji ya....
pertanyaan yang lebih heboh gitu lo, bagaimana hub saya dengan Sheila marcia atau bagaimana peranan saya dalam kasus Ryan atau apaan kek.....ditampilkan di headline website atau di majalah life & style gitu loh ya..."

Nut....nut...nut.... suara gagang telpon ditutup paksa *dibanting

"Jeng...Jeng...Jeng....!!!"

Sep 10, 2008

Tukang ngeluh #1 = cuma OMDO

Dulu, di tempat kerja saya yang lama, ada kawan yang sukanya cerita tentang kehidupannya yang un-perfect menurutnya. Gaji pas-pasan lah, tanggungjawab berlebih-lah, jam kerja mencekik leher lah, dan suka dikatain Boss lah...wah kumplit pokoknya.

Dengan gaya dan emosi yang meluap-luap seperti lakon sinetron nomor wahid, dia selalu berbagi cerita dengan saya. Di ruangan saya, merepet ke meja kerja saya, di sela-sela makan siang saya, dan bahkan kadang disela-sela saya jeda On air. Katanya sudah gak tahan, ingin berhenti. Sesekali mengajak dan menawari, apakah saya juga tidak merasakan hal yang sama dengannya. Hmmm...tertarik juga sih, dengan namanya perubahan (ke yang lebih baik tentunya).

Hingga suatu waktu...batas di dalam diri saya sudah memuncak. Ternyata, saya bagaikan menggenggam api dalam sekam (ehh, bener ya istilahnya? ). Sumpah, saya merasa pikiran saya tidak menyatu lagi. Saya merasa bagaikan burung, berada dalam sangkar yang kekecilan. Kalau toh, masih sulit bagi saya terbang bebas di langit lepas, pikir saya tidak apa-apa juga kok, andai kembali mendapatkan sangkar. Asal yang lebih luas. hal itu saya yakini bagian dari proses, untuk saya bisa mendapatkan 'alam bebas' nantinya.


Tiba saya sampaikan 'lagu perpisahan' untuk semua, termasuk teman saya itu. Loh, responnya kok tidak sesuai harapan saya. Mana 'empati'nya ? mana juga luapan keinginan besarnya untuk 'mengikuti' jejak saya? Mana semangatnya untuk mendapatkan hal lain sesuai dengan janji manisnya dan petisi-petisi pedasnya waktu itu ?
Hitungan Minggu berganti bulan, dan bahkan disusul hitungan bulan berganti tahun.
Ya ampun, ternyata teman saya itu masih 'mendekam' di dalam sana. Tempat yang sudah saya tinggalkan ratusan hari lalu. Parahnya, teman saya masih mengeluh hal yang SAMA

Well, saya ingin lemparin kulit duren dan beling kaca ke mulutnya. Jadi geregetan nerima curhatan yang gak penting darinya sampai saat ini. Lha dari kemarin dia kemana aja, betapa BODOHNYA tanpa dibarengi usaha untuk mendapatkan sesuatu yang selalu diinginkannya. Hmm, andai dia tahu, padahal justru disaat kita merasa terpojok, terjepit dan putus asa, kadang ada 'kekuatan' yang benar-benar membantu kita. MELAWAN keputusasaan itu dan semakin MELAJU kencang....

Hmm, sudahlah...saya jadi empet dan eneg bahasnya. Kalau ingin perubahan, ya ayo maju, cari dan jalani proses baru menuju perubahan itu. Jangan asal bunyi saja, jangan hanya OMDO omong doang saja, jangan ngeluh saja..bukti bukti bukti...buktikan. Karena hakekatnya, perubahan pada kehidupan kita, hanya akan terjadi atas usaha kita. Kalau anda sudah 'mengakar' di tempat yang sama selama lebih dari 3 tahun dan merasa kecewa, truss hanya mengeluh saja ? ya ampun, betapa bodohnya anda.

Dan saya? apakah yakin dengan langkah ini?
Ada hal-hal yang kadang tak bisa kita terjemahkan. Namanya keyakinan.
Di luar sana ada keyakinan, meraih suatu harapan baru, untuk mewujudkan impian
Saya yakin itu...

Jul 27, 2008

Mengundurkan diri ??!!!

Temans, mengundurkan diri dari jabatan dan pekerjaan di perusahaan, merupakan judul yang amat sangat menegangkan. Berat? pasti. Ada alasan kuat? itu juga pasti. Tapi kalau toh memang sudah menjadi keputusan bulat, hendaknya tekad kuat itu tidak terpatahkan dengan keraguan. Pokoknya harus lanjut terus menghadapai, what next challange yang masih membentang di depan kita....(halah)
Bicara soal alasan mengundurkan diri, pastilah menjadi hal pribadi masing-masing dan bahkan rahasia. Hehehe, yang paling umum dan wajar diantaranya:
- karena alasan gaji kurang cocok
- karena tekanan pekerjaan / atasan / rekan kerja yang berlebihan
- karena alasan mendapatkan tawaran di tempat lain yang lebih baik
- dsb.

Tapiiii, ternyata sesudah melakukan survey kecil-kecilan dengan gaya AC-Nielsen, hehe saya dapatkan jawaban-jawaban diluar nalar, yang ternyata juga bisa menjadi alasan mengundurkan diri dari pekerjaan. Sorry, atas nama pertemanan, nama saya samarkan ^*^
1. Mengundurkan diri karena sopir angkot, kok bisa ?
Teman saya Dani, lumayan cantik dan bodynya sexy juga. Kerja jadi SPG di Mall ternama, dan sudah terjamin bonus dan tunjangan. Waktu Saya tanya kenapa mau pindah kerja, ternyata Dani sering digodain sopir angkot yang sering dinaikinya dari rumah sampai tempat kerja. Jadi demi alasan menghindari sopir angkot itu, dia cari kerjaan lain..hohohoho
2. Mengundurkan diri karena rokok, kok bisa ?
Sinta, rasanya sudah gak betah dengan pekerjaannya di media cetak mentereng Surabaya. Di jam makan siang, merasa terjajah dan teraniaya, karena asap rokok membumbung tinggi, memenuhi ruang makan dan membuatnya terganggu. Apa karena jantung bisa sesak? Ah gak juga, ternyata Sinta gak mau rambut + bajunya bau asap rokok. karena bikin mual kalau asap rokok itu nempel di tubuhnya ...weleh-weleh
3. Mengundurkan diri karena film / sinetron, kok bisa ?
Yang ini bikin saya gregetan. Rina stop dari kerjaannya, karena selalu mendapat shift sore sampai malam. Waktu saya tanya, tenryata sudah gak betah karena alasan BAIM. Yak, anda benar. BAIM..si BAIM itu lo, yang lucu, masih kecil-balita jadi bintang sinetron Cinta SMA di RCTI....ampun dah..
4. Mengundurkan diri karena Boss ganteng, kok bisa ?
Iya, teman saya Dewiq. Sekretaris perusahaan vendor telekomunikasi kenamaan, cabang Surabaya. Berhubung Bos-nya guanteeeeenggg banget (katanya), dan sayangnya sudah ber-anak-istri, akhirnya Dewiq mengundurkan diri demi alasan mengembarakan cinta yang tak kesampaian, karena takut kebablasan, hahaha GAK KUAT NAHAN BEIIII-RAAAHHH-HEEEII ...halah...sinetron sekali.
5. Mengundurkan diri karena toilet, kok bisa ?
Mas Pram (sekali lagi saya tegaskan nama samaran, hehe) kerja di body-builder-gym terkenal di Mall pusat kota Surabaya. Perawakannya tinggi-tegap-macho bin bikin cewek cenut-cenut kalo liat. Termasuk juga cowok yang 'beda', kalo pas ngeliat sekujur tubuhnya. Nah, dua Mingguan terakhir sibuk cari lowongan kerja di koran. Ternyata, di tempatnya kerja meskipun toilet dua gender sudah dipisahkan, Male & Female, tapi masalahnya, sesudah beres kerjaan, waktu mandi ato sauna, Mas Pram bilang sering 'diintipin' plus 'disenggol-senggol' sama pelanggan Gym yang ber-gender sama dengan dia...Wakakakak, Apes nian kau mas Pram..?

Demikian sekelumit hasil in-ves-ti-gasi saya..btw, tentunya kejadian mereka tidak secara bersamaan.
Hehe, maaf temans, bagi yang merasa saya interview dengan keji kemarin-kemarin. Beberapa nama diatas hanya sample saja, bahwa pilihan mengundurkan diri selama ini bukan hanya karena gaji semata kok. Ternyata banyak hal bisa jadi alasan....

Lalu, alasan mu ?

Jun 16, 2008

Female Forum @ Empire Palace

Jauh-jauh hari, saya dan seorang wanita pecinta “berat-abis-gila” Andy F. Noya, janjian untuk mengosongkan jadwal tanggal 13 Juni. Ternyata ada lanjutan acara di Mariott dulu, dan kali ini diadakan di Empire Palace .. the luxurious hall ever I see at Surabaya. Acara Female Forum – Market Yourself – Personal Branding Strategy. Awalnya janjian barengan, karena takut saling tunggu akhirnya janjian ketemu di venue saja. Saya ternyata datang lebih awal daripada Ibu satu ini. Acara mulai pukul 09.00 – 15.00, Nara sumber dalam sesi pertama; Bapak Handito Hadi Juwono - President Arrbey Indonesia, Ibu Henny Sutanto - Brand Director HM Sampoerna, dan Ibu Amelia E. Maulana – Head Scholl of marketing Binus Business School dan tentunya Andy F. Noya sang ‘KICK ANDY’ sebagai moderator plus narasumber juga rasanya (akhirnya).

Sebelumnya, saya agak risih datang ke acara ini, karena bertajuk FEMALE FORUM plus di endorse produk pembalap eh..pembalut wanita pula. Tapi berhubung niat pengen ketemuan dengan pak Handito yang sudah janjian sebelumnya, akhirnya saya hancurkan rasa malu itu. Ehh, ternyata pas register di pintu masuk..banyak cowoknya juga :) Lalu saya diantar panitia bertemu khusus dengan pak Handy, kenalan dan bla…bla…bla
Selang 20 menit acara berlangsung, gemes Ibu ini belum dateng juga. Telp-telp, ehh dia bilang sudah di dalam hall. “Lah..dimana yak ?” Wah, ternyata ada di belakang table saya, saling bingung. Wah..bego dah. Lanjut, akhirnya pindah table biar bisa nge-grup sendiri…cas cis cusss..bla ..bla..bla… starting rumpi everything. Ternyata mengantisipasi kekeliruan (baca:kebodohan) saya, dia sampai back up bawa kamera+recorder , plus batere juga. Biar gak kayak dulu  hiksssss .

Ohya, selama acara mata kami juga masih sering terkagum-kagum dengan dekorasi hall yang benar-benar indah itu (ndeso Mode On). Lampu gantung akhirnya jadi korban sasaran foto Ibu ini, juga beberapa tamu lain yang ternyata sama juga ndesonya heheh (indahhh banget aslinya)
Mau masuk sesi kedua, disela lunch…janjian interview pak Handy.
Waktu makan, kirain para Ibu-Ibu itu agak jaim srobot makanan…tapi ya ampuuunn sama aja. Macem singa kebon Binatang Surabaya, yang dilepas langsung girang liat daging segar. Dalam tempo sesingkat-singkatnya, langsung ludes..Hiks, gak sempat milih desert buah, dan es condol (mungkin). Akhirnya cuma (hahh..Cuma??) melahap Siomay, egg-meat roller, nasi langsa, dan apa gitu lupa..

Lanjut sesi kedua, lebih seru..karena hadirnya dua nara sumber wanita; Rieke “Oneng” Dyah Pitaloka dan Susi Pudjiastuti - CEO Susi Air. Bu Susi sosok wanita independent, pekerja keras, yang blak-blak an, American style, good English-Bahasa combination, jujur dan terkesan cuek abiss. Hebat dengan perusahaannya ini.

Sebelum acara berakhir, saya temui pak Handi khusus untuk interview program titik Nol saya. Dibantu Lilis - Radio Giga (thks ya..) pak handi bercerita banyak sesuai arahan saya. Pak Handi sosok humble, care person dan terus ingat saya. Meskipun dulu-dulunya saya sering kontak dia hanya sebagai narasumber on air byphone. Di akhir ngobrol, ternyata pak Handi memberikan kejutan, menyerahkan bukunya 7in1 strategy Toward Global Competitiveness untuk saya.. surprised for me. Meskipun akhirnya dengan jumawa saya berikan padanya untuk koleksi perpus kantor supaya lebih bermanfaat :)

Balik lagi ke forum…bla…bla..bla…
Acara tuntas, kembali bertemu pak Andy F Noya (lagi). Janji mau mampir ke ‘pabrik’ saya kalau ada kunjungan ke Surabaya lagi. Ohya, saya berikan dia little gift..souvenir ultah 25 tahun kantor kami tanggal 11 Juni lalu. Pokoknya ngobrol dengan pak Andy banyak becandanya, seru dah. Jadi ingat Fattu yang ngebet banget pengen ikut Forum ini, biar ketemu ANDY :)

Nunggu si Lilis beres, ehh ketemuan ma Oneng yang nunggu mobil jemputan. Berhubung dia bukan target program acara saya, akhirnya ya sekedar ngobrol saja (tanpa rekam). Akhirnya perbincangan kami mengarah ke Taman Bacaan gratisnya untuk anak-anak korban lumpur Lapindo, di kawasan pasar Porong, yg akhirnya ‘rusak’ oleh oknum tertentu. Ditengah kekecewaanya dia tetap optimis, untuk lanjut terus dengan cara lain. Salah satunya memindahkan ‘materi’ buku-bukunya ke kawasan taman bacaan di DOLLY, yang ternyata kemarin waktu kantor (divisi kami tepatnya) mengadakan program CSR, lokasi taman Bacaan di Dolly itu juga kami kunjungi. Lanjut dah cerita-cerita karena nyambung…bla…bla..bla…

Time out…
Yak, semua harus pamit..selesai..akhirnya pada pulang. Hehe meskipun kami harus kucing-kucingan dengan pak Andy Noya dan Oneng, yang sama-sama pulang. Rencana buat foto-foto Empire decoration batal, karena keburu sore…:) Hmpphhh…hari yang melelahkan. Tapi dapat banyak ilmu, pengalaman, dan kenalan. Thk buat mpok Novri dan Lilis Giga..

Jun 14, 2008

Berbagi itu indah

temans,
Ini kali kedua saya berada di 'pabrik' tempat saya bekerja, pas merayakan ulang tahunnya. Tahun lalu belum terlalu banyak terlibat karena masih baru banget, tapi kali ini ikut terlibat dalam beberapa program - program perayaan ultah yg ke 25 tahunnya.
Nah, ada kegiatan CSR alias Corporate social responsibility alias gampangnya baksos yang dilakukan. Beberapa lokasi atau orang yang dipilih adalah yang menginspirasi, baik dalam hal pekerjaannya atau pelestarian yang sudah dilakukan. Meskipun tidak berjumlah BUANYAK, tapi harapannya bantuan yang sedikit itu bisa membantu meringankan beban kebutuhan mereka. Selama dua hari berturut-turut ikut terus, jujur buat stamina drop, capek dan lemas. Apalagi masih ditambah jam on air yang benar-benar tidak bisa dikompromi... Hrrggghhh kepala mau pecah. Tapi berhubung ingat ini program AMAL, akhirnya hati adem dikit.

Nahh, sekarang mari kulik beberapa pose selama perjalanan. Ini hanya sedikit dari ratusan foto yang ada, hehehe bingung milihya. Yang ada, mas Totok fotografer divisi website 'pabrik' saya dan ANTON fotografer divisi majalah 'pabrik' saya, gak bisa protes memenuhi hasrat narsis tim on air ini :)


Hari pertama, agenda CSR ke tempat komunitas seni yang cross-gender. Ludruk Tobong di kawasan Wonokromo, yang langsung menjadi gambaran pikiran saya..KASIHAN. Tempatnya lembab, kumuh, dan kotor. Sementara di usia mereka yang sudah bukan muda lagi (baca:produktif) untuk mendapatkan pekerjaan, saya salut karena mereka mempertahankan darah seni yang mengalir. Tanpa memikirkan uang. Saya juga diundang mampir, nonton pertunjukkan mereka di malam minggu, yang katanya rame meskipun cuma 20 penonton (what?).


Kali ini penjaga 'dam' Jagir yang kadang bagi sebagian kita (warga SBY) tidak terpikirkan tugasnya, yang ternyata tiap 10menit sekali mengecek luapan ketinggian air. Demi tidak 'terendam'nya sebagian kota SBY...


Menuju rumah 'penjaga' Mangrove di daerah pinggiran Wonorejo sangat melelahkan. Dalam perjalanan terpikir "Ya ampuun, ini ada di peta Surabaya kah?" hehe, soalnya selama ini tahunya cuma pusat kota - mall - cafe - dan foodcourt saja. Sesudah berkeliling lokasi 'kerja'nya, Pak Sonny orang yang kami temui malah menjamu tim kami dengan hidangan top-favorit-saya... KEPITING. Sluurppp, I am the man who eat too much :)


Ini juga, membuat mata saya terbuka. Ternyata di Surabaya masih ada juga transportasi penyebrangan tradisional pakai gethek/perahu bambu. Cuma 500perak per sebrang. Berasa di danau manaaaaaa gitu, se-team kegirangan dapat kesempatan menyebrang PP alias bolak-balik.


Dan, bukan hanya polisi saja yang penting mengatur keruwetan lalu lintas. Kali ini supoltas di kawasan Ngagel yang dapat rejeki. Sosok yang tidak dapat gaji tetap, (maaf) cacat dan rela mengabdi iklas membantu tanpa mengeluh..

Ohya, tidak hanya ini saja..sebenarnya masih ada lagi. Program CSR berlanjut ke taman bacaan di kawasan DOLLY dan Liponsos tempat orang-orang gila. Tapi kang Anton, belum kasih foto2nya :(
Hmpphhh,, semakin sering ikut kegiatan macem beginian..membuat kita akan semakin bersyukurrrrrrrr banget banget banget dan banget. Banyak hal yang sudah kita abaikan, dan ternyata sudah menjadi banyak hal bernama K-E-B-E-R-U-N-T-U-N-G-A-N.

May 11, 2008

da Enemy story

temans, bicara soal musuh...duh gak bakal ada habisnya.
Hari ini bisa jadi teman, besok bisa jadi lawan.
Hari ini rekan kerja, besok bisa jadi rival.
Hari ini bisa share cerita-cerita, besok sudah jadi penyebar gossip utama..
Banyak dahh.... persaingan-persaingan yang penting atau bahkan gak penting...
Hihihi, sambil mikir-mikir berapa banyak dan siapa saja musuh-musuh saya (semoga dikit jumlahnya).
Saya baca postingan seseorang di milis kantor kami..

Pelajaran hari ini : Jangan punya musuh di dunia. Karena siapa tahu;
Tiba-tiba, musuhmu menjadi bos barumu
Tiba-tiba, musuhmu menjadi teman 1 tim mu
Tiba-tiba, musuhmu menjadi kakak iparmu
Tiba-tiba, musuhmu menjadi anak buahmu yang menentukan kenaikan pangkatmu
Tiba-tiba, musuhmu menjadi keluarga barumu
Tiba-tiba, musuhmu menjadi orang yang ternyata menentukan langkah masa depanmu
Wahhh, lucu juga nih..soalnya ada benarnya juga yak...dan ternyata postingan itu mendapat respon dari temen-temen kantor juga...yang tentunya beragam;
Ada yang sok wise, hehe
Makasi mbak pelajaran tuk hari ini.....kr,
Punya musuh bikin hidup selalu tidak tenang
Punya musuh bikin rezeki menjauh
Punya musuh bikin hidup selalu dipenuhi dengan amarah
Punya musuh bikin cepat tua, karena memendam kebencian di hati
Ada yang puyeng;
Musuh itu baik atau buruk?
Ada yang optimis ;
Bagimana jika :
- Musuhmu akan membuatmu jadi lebih waspada.
- Musuhmu akan membuatmu jadi lebih inovatif
- Musuhmu akan membuatmu jadi lebih ulet untuk mengunggulinya.
- Musuhmu akan membuatmu jadi lebih memahami indahnya arti persahabatan.
Kalo gitu gimana?
Ada yang optimis+pesimis;
Kalo musuh dalam selimut sih baik menurutku bisa diajak kerjamasa, hehehe
Tapi kalo musuh di kantor yang sama ya buruklah,
kan susah dijadikan team work!

Hehehe, soal musuh, ya berhati-hatilah...Namanya juga musuh, tinggal kita pintar-pintar saja melatih radar kita, mengantisipasi keberadaan mereka. Good Luck yaah !!

May 10, 2008

Meet The THREE Master

Well, if there's a day called 'bad day' ..
uhmm i think this is 'that' day for me

The story begin....

More than 1 weeks ago, I've got information Mr Rhenald Kasali bakal datang ke Surabaya. Jadi bintang tamu acara talkshow di Hotel JW Marriott yang bakal di pandu Andy “Kick-ANDY” F. Noya. Well, it's a good time for me, to meet him (them actually). Okay, akhirnya tanpa sungkan seperti biasa saya hubungi pak Rhenald. Awesome, he's AGREE at all dengan semua permintaan khusus saya untuk menemuinya.
D-Day is coming...Jumat 9 Mei 2008. Bakal nemuin pak Rhenald di Marriott pkl 12.30 after break session, during the talk show I mean. Sesudah ribet gara2 ban bocor (yg bikin Argghhh untuk diceritakan) akhirnya kecapekan. Istirahat bentar maksud hati, BUT ternyata molor se-jam (duh Gusti, susahnya istirahat lamaan dikit). Akhirnya bangun jam 13.00. DAMN !! Am I late ? of course !!! Saya Sms pak Rhenald ternyata beliau baruuu aja break, syukurlah. Karena sekalian janjian dgn manager Marketing kantor saya di event launching Lee Cooper di Tunjungan Plaza3, akhirnya saya pilih meluncur ke KFC Basuki Rahmat buat parkir, daripada masuk parkiran TP3 yang lebih ribet.
Sesudah sampai di parkiran KFC gelael-Basuki rahmat, I called her..
“Mbak Dimana...aku udah masuk TP1 nih...rekamannya kamu bwa kan? aku ditunggu Rhenald nih..”
“Langsung aja ke Hall, barengan aja ke Marriott-nya, tapi rekaman apa??” kata manager marketing-ku tanpa dosa.
“Loh, yang dititipin Supervisor-ku, kan tadi katanya kamu bawa, sms kamu tadi....”
“Ehhhh, aku tu gak sms kamu. lagian alat rekam apa...gak tau...”
Wah-wah-wah...setelah saya cek, ternyata saya salah baca sms. Ternyata IC Recorder (nama alat perekam-sialan itu) dititipin ke teh Novri my Librarian. Hikssss, sudah macett (jam 12 siang jalan Basuki Rahmat SeLALU macet gila-gilaan), susah dapat posisi parkir yang PEWE. Ehh harus balik lagi ke kantor, wah..bisa ancur jadwal janjian dgn pak Rhenald..Lagian siapa saya, seenaknya ngolor-ngolor waktu buat ketemuan...hehe
AKHIRNYA telpon bantuan datang juga;
“Ya udah, aku anterin deh..tungguin ya..” :) terharu mendapatkan bantuan yang tak terduga.hehe, teh Novri janji anterin ke Marriott, sembari Saya meluncur lebih dulu buat nemuin pak Rhenald.
Sampai di Marriott, check tas, body sensor, akhirnya menuju ke Lounge, dan janjian di Resto lt 2 dekat lift, sesuai petunjuk sms pak Rhenald yang saya terima. Ehm, ketemu...after ice breaking with chat little something, I think he's the smart-humble-welcome-person...sambil mempersilahkan saya ikut makan, saya tolak dengan alasan klasik sudah makan (meskipun perut ini ingin berkata jujur spt kata AA GYM, karena sebenarnya lapar dan sedikit feel tasty liat appetizer yang dilahap pak Rhenald). Saya bilang, alat perekam masih on da way, karena low batt. Dag-dig-dug hati ini nungguin mbak Novri, 1 menit – 5 menit – 10 menit..duhh waktu terus berjalan, tapi teh Novri belum muncul juga. 25 menit – 30 menit..akhirnya sesudah 47 menit datang juga (rutin pantau jam hp..hihihih). Tergopoh-gopoh, teh Novri memberikan IC Recorder titipan itu...dan SIAUL !! saya gak paham pengoperasian alat ketjil-jahanam itu. Karena ketemu mas EDDY (thk for help) dari divisi portal web kantor saya, akhirnya minta bantuan dia. Dan ternyata “Wah, aku juga gak bisa Rhen...” Gubrak..!!
Sambil dia mengutak-atik plus bumbu bingung inside, saya semakin gelisah karena ternyata pak Rhenald harus segera ke bandara, langsung balik ke Jkt. “Rhen...gimana, saya tunggu loh..AYO “ kata pak Rhenald. Duh, saya semakin amburadul-gelisah-degdegserr-keringat dingin karena IC Recordernya low batt. It means, I have to go to find someone who help me, dengan tema “Bisakah membelikan baterai buat saya?? please” (*Wajah memelas;mode ON
Ternyata teh Novri lagi-lagi jadi my Saviour..(again) menawarkan mencari bantuan, dan akhirnya dapat sepasang baterai A3 seharga 25ribu. Gila, padahal diluaran cuma 8000. (Upss lupa, ya iyalah...di HOTEL, jadi Nothing cheaper dong) Akhirnya mas EDDY bisa menyalakan, dan siap tinggal pencet start RECord.
wasss-wess-wosss-wasss...pak Rhenald dengan kepandaiannya memberikan tipsnya seperti yang saya pandu...after photo session (of course I'm doing well, hehe. sesuatu yg dulu jarang saya lakukan, meskipun ketemu artis2 hiburan ibu kota,hehe bhs baliho banget yak).
Dengan senang hati-gembira ria, nyamperin mas Eddy lagi di lobby lt 2. Nyalain my lovely EEE Asus, ngecek hasil rekaman..”Loh-loh-loh, mana ya...ehmm, Loh, tapi...” Hampir setengah jam utak-atik EEE-ASUS ternyata SAUDARA-SAUDARA, FILE SAYA TIDAK ADA. NOT FOUND...YAk...selamat dan sukses dah...BADAN saya langsung lemas-lunglai. Sumpah, saya sudah capek-ribet dan pastinya MALU. Bagaimana bisa tdk kerekam, ternyata meskipun recording timer berjalan, tapi malah ngrekam radio dgn bunyi “Zzzzzzzzz...zzzz..zzz”
ANCURRR hidupku...Ancurr !!!
Mana mungkin bisa janjian dg pak Rhenald lagi. Lagian belum tahu kapan jadwal dia mampir ke Sby lagi...why me Lord..how could this happen to me (* singing mode ON

Setelah di 'semangati' lagi sama teh Novri. Akhirnya ganti sasaran, ternyata 'Bapak' saya pak Andrie Wongso juga ada di acara ini. Thks GOD you save me...saya cari dia. Menjelaskan program acara saya TITIK NOL., dan bapak selalu paham (dengan cepat tentunya). Mau rekam, Biatch !!! Recordernya MATI. (Tuhan, datang lagi kah cobaan-MU), ngeles dikit ke pak Andrie untuk mengulur waktunya nunggu saya, saya minta bantuan berlari lagi ke Lobby menuju mas EDDY. Sesudah ON saya balik lari lagi ke venue .Tapi karena pak Andrie sangat terburu-buru, dia janji mau kirim CD spesial sesuai permintaan saya. hehe pak Andrie bilang, "susah saya nolak kamu yang selalu gigih". Saya nyengir kuda dikit...Karena beliau ada acara lagi, asistennya mengajak janjian ketemu di MARRIOTT lagi jam 21.00 buat ngobrol-ngobrol sama pak Andrie Wongso. Yahh, harus saya reject karena jadwal On air saya jam 22.00 ..hikssss
Hmpph, teh Novri masi sempat ngingetin saya (selalu deh rasanya) untuk bisa ketemuan ANDY F NOYA. Ternyata pas banget dia nenteng koper, mau pamitan pak Andrie Wongso. Akhirnya tidak saya sia-siakan ketemu dengan pemandu talk show bermutu ini (catet ya, banyak talk show murahan di Indonesia yang harus ber guru di acara KICK ANDY, soal mutu tentunya). Sambil mengundang pak Andy untuk suatu hari nanti mampir ke tempat saya bekerja, dia antusias..barter no hp...dan akhirnya pamitan, berpisah krn dia juga terburu-buru dengan jadwal flight-nya.

Ehmm, akhirnya tuntas juga pertemuan dengan the Three Musketeer/Master itu, semuanya serba singkat, tapi sangat berkesan dan MEMBUAT SAYA HARUS PAHAM karena menjadi PROSES PEMBELAJARAN...yang salah tentunya tidak boleh terulang lagi...
the End...


thks to
teh Novri as the Saviour
mas Eddy as the Help Solver

Mar 22, 2008

Media Visit - Tanjung Perak

Selasa kemarin 18 Maret, saya dan kawan-kawan SS Media grup melakukan kunjungan profesional kepelabuhanan Tanjung Perak, ke Pelindo III dan TPS tepatnya. 13 orang rombongan buruh pabrik ini diantaranya, dari Radio SS (YOYONG, IMAN, ISA, NUKE, EKA, LAGA, RENDRA, EKO, ROMMY), Radio Giga (ERIN, DEVY), suarasurabaya.net (IPING), dan Mossaik Media Commucation (MANDA).



Sesudah dijamu Pelindo dengan hidangan super duper lezatnya (hehehe teh Manda sampai puasssss cocok menunya), kita lanjut foto mau naik kapal PANAMA. Eiks..lanjut ke TPS dulu ding..lihat peti kemas berjejer2, trus dapat souvenir ala kadarnya. Sesudah 'dipaksa' pakai rompi dan helm orange akhirnya lanjut ke Pelabuhan Jamrud Utara, pantau bongkar muat dari tower, dan langsung ke dermaga TPS melihat operasional container crane. Wah sudah deh, runut dan lengkap ceritanya disini ...


Hehe buat saya, ini kali pertama sampai ke tempat kaya gini. Dan sekali seumur hidup, naik diatas ketinggian 90 meter diatas laut. Waktu dapat tantangan "berani naik tower crane?" Wah, gak saya sia-siakan dengan jawab IYA. I'm not scared, but 'lil 'bit nervous I think so. Sampai diatas, yaahhh..gak takut tuh, malah lari-larian sama mbak Iping hehe. Lihat bawah, atau luasnya laut lepas, ya ampun..sungguh kecil manusia ini. Tidak ada apa-apanya dibanding ciptaan-NYA yang Maha hebat. Trus juga sempat masuk operating room controlnya, hehehe ternyata ada mic-nya juga. Agak gemetar kali ini, soalnya lantai terbuat dari kaca dan tembus pandang ke bawah 90 meter. Deg-degan, sok berasa mau pecah nginjek kaca.
Beda sama teman saya Wepe, yang baru keluar lift naik malah gregotan kakinya gemeteran, mau pipis - eek - gak kuat jalan. Padahal baru keluar dari lift, gak berani jalan dan minta turun lagi. Gitu ajah minta pertama naiknya, eee sampai diatas nyerah..keder duluan. Weeiks

Mulai pagi jam 10.00 sampai sore jam 17.30, wuih capeknya gak main. Pulang, saya, Laga, Wepe, teh Manda, Bu Nuke dan Mr Yoyong Bur pulang semobil, mirip formasi kaya berangkatnya. Hahaha, dalam perjalan pulang, si BOSS kami 'babat' habis soal minta traktiran. Yaaaaaahhhhh dari Perak sampai balik halaman kantor, gak ditraktir blass. Yeee, pelit. Padahal se-mobil sudah kroncongan, gara - gara perut cuma diisi sajian di TPS yang bungkusnya dapat predikat label 'penuh salah duga' dari teh Manda. Hiks...

Mar 16, 2008

the Rumpiz


Waktu masih ikut merasakan jadi bagian tim 'Siang', biasanya pasti saya bakal temui obrolan-obrolan yang segar macem gini. Menghibur, mengurangi stress (atau malah bikin stress?) dari segala macam kepenatan di sela-sela tugas memberikan solusi untuk orang se Indonesia raya, yang masalahnya tiap hari kaya gak ada habi-habisnya.. *Bete Mode ON
Entah, apa yang lagi trend diomongin..Dari mimik + ekspresi pilih deh;
a. Ngomongin mau nonton aya-ayat Cinta ( topik gaul)
b. Ngomongin harga migor + BBM yang naik terus (topik sosial)
c. Ngomongin Calon Gubernur BI yang gagal fit & Proper test (topik politik)
d. Ngomongin disfungsi ereksi suami masing-masing (topik seksual)
e. Ngomongin hantu yang muncul di kamar mandi (topik horor)
f. Ngomongin kredit-an Sophie Martin, Capriacci dan Louis Vuitton (topik fashion)

atau apa yak ?? Hehehe, berhubung sekarang jadi tim pagi, pagiiii sekali... jarang deh tau apa yang update di ruang 'panas' itu.
Peace ya ..buk - ibuk :>

Photo diambil tanpa ijin,
dari sini

Dec 6, 2007

Off air

Dari sekian lama berkecimpung di radio (meskipun masih belum 1 dekade, kurang dikit) beragam acara pernah saya temui. Tapi yang paling menjadi favorit saya sampai sekarang....adalah program Off Air. Hehe, alias lagi OFF from the air. Entah karena gangguan, perbaikan, listrik padam, kena petir, alat lemah, dsb. Pokoknya yang gak 'mengudara' saya seneng... hehehe

Waktu kerja di 'rumah lama', biasanya semua kompak langsung teriak "makan gaji buta", karena kehadiran tetep dihitung meski gak harus 'jual jamu' alias cuap-cuap depan mic. Istilah kata, istirahatlah dari 'kebosanan+kepenatan' . Dan syukur pada Tuhan, kalo bisa berlangsung lamaaaaaaaa (harapan)
Ahhh...indahnya pagi ini, lagi off air juga, karena perbaikan.
Hore !! Ups..

ZZzzz......zzzzzzzzz.......zzzzzzz.........zzzzz......zzzzz

Nov 13, 2007

McD is cominggg...



Hore...McD is coming (sebenarnya apa yg aneh dan patut dirayakan yah??)
Gak...cuma kasih tau aja, subuh-subuh gini, perut memang lapar banget. Dan traktiran 14045  dari
Cak Mus, telah tiba.

Ada yg "beda" dari paket McD yg saya makan. Ada yg tersinggung krn bencandaan Saya. Rasanya makan, jadi beda. ngeganjel gitu  :(   Maaf, kadang memang kebangetan.
Seharian ini, udah buat 2 orang ngambek...really bad...kalo di posisi ini. Sebelumnya, bini saya marah (gara2 sms sialan, 'kroni-nya' mantan).
Hmph...like
Daniel Powter said...really Bad Day  :(

Nov 12, 2007

Andrie Wongso


Wahh, rasanya terlalu telat banget ya posting ini, tapi gak papa dah telat asal selamat. Takut ditagih pak Andrie Hehehe. Ceritanya (setelah birokrasi yg ribet) Pak Andrie Wongso Motivator Hebat 'koleksi' dalam negeri, akhirnya bisa hadir di Suara surabaya, acara Forum Komunitas pukul 21.00 WIB.

Kalo pengen tahu lengkapnya artikel, waktu mampir di SS, cek
disini.
Kalo pengen tahu, pertama kali saya ketemu pak Andrie, cek disini

Terimakasih, juga untuk pak Andrie dan mas Eko (asisten super sibuknya) dan semua crew. Salam ketemu lagi dilain kesempatan, mohon maaf atas segala kekurangan. Ohya, niatan yang dari kapan hari tertunda, entah kapan terealisasi hehehe, mau posting semua tentang orang2 top dunia bisnis, dengan tips hebat mereka. Tapi sabar, saya harus edit lebih banyak
:(

Oct 20, 2007

Penjilat pantat (BOS)


Namanya juga dunia kerja...
Persaingan apapun akan dilakukan. Saya ingat betul beberapa waktu lalu 'dibantai' sama atasan. Even though he really
GAK TAU apa yang sebenarnya terjadi. Nyablak aja dengan segala praduga. Hati ini cuma bisa istigfar saja, karena bagaimanapun posisi jawaban atau argumen atau pernyataan dan bantahan saya, nilainya tetap NOL GEDE.

NO BANTAH !!  (type 'majikan' saya)

Okelah, mending diem dan dengerkan saja.
Allah juga Maha Tahu kok.
Kesimpulannya, ada beberapa orang yang memang sengaja 'menyebar' dusta. Saya pikir-pikir, DAMN !! permainan nya kok gak seru gini, bukan persaingan sehat. Apa ke'senioran'nya merasda terusik dengan kehadiran Saya? (
*ketawa sambil pegang perut) Wah asyik dong...

Yang gak asyik ya orang-orang macam gini, sudah tua mending dimuseumkan saja. Pikiran yang tidak produktif lagi kadang membuat menghalalkan segala cara untuk menggusur yang junior. Was-was kali, ntar makan apa...
Gak perlu jadi '
penjilat pantat' Boss. Gak Penting. Okelah, kalo sudah warning gitu...bakal gw ladenin.
Ente jual ..Ane beli !!