Nov 13, 2011

Pria & Pernikahan


Pria dan pernikahan ..

Rasanya judul itu terlalu sadis dan 'berbau' ala majalah Femina atau mungkin Kartini :)
Tapi rasanya sedikit share untuk hal itu gada salahnya deh. Weekend ini, saya menjadi bagian dari acara pernikahan kerabat laki-laki saya. Tapi entah kenapa rasanya saya merasa sangat beruntung dari dia dalam hal pernikahan.

Saya merasa beruntung karena dulu saat menikah, adalah benar karena keinginan saya.
Saya merasa bangga, karena menikahi seseorang yang benar-benar saya cintai, karena memang pilihan saya sendiri. Bahkan Saya merasa sangat antusias melaksanakan segala kegiatan menjelang hari pernikahan saya, 5 tahun yang lalu itu. Yang semua masih terekam jelas dibenak saya.

Mulai dari menjahit sendiri jas kebanggaan saya, dengan design yang saya mau. Pilihan kain yang saya suka, sampai memantau hasil kerja penjahitnya.

Tentang mas kawin, saya bela-belain cari uang lama dipasar loak Johar Plaza, sampai bolak-balik beberapa kali ke tukang loak yang berbeda, demi mendapatkan rangkaian uang koin untuk menggenapi 'nominal' agar sesuai dengan tanggal hari pernikahan saya. Tentu saja di mix dengan uang yang berlaku ya :) bukan semua bekas. Hingga proses merakitnya sesuai dengan passion art saya.

Seserahan pengantin pun tak lepas dari campur tangan saya.
Memilih semuanya sendiri. Mulai dari pakaian dalam untuk calon istri saya, mukena, Sajadah, perhiasan, dan masih banyak lagi hal lainnya, dimana saya benar-benar menjadi "bagian" dari acara yang sangat sakral dan penting bagi hidup saya. Dan semua dari kantong penghasilan saya pribadi.

Tapi hari ini, saya melihat 'semangat' menggebu-gebu seperti saya kala itu, tidak nampak sama sekali di kerabat laki-laki saya itu. Semuanya seolah dia tak mau tahu. Membiarkan beberapa detil penting seumur hidupnya terlewat begitu saja, atau bahkan 'diatur' oleh Ibunya. Mulai uang mas kawin, seserahan apalagi, dan parahnya jas pinjem saya.

Hey, ini bukan soal kemampuan financial yang saya bahas. Karena dibandingkan 10k ali lipatpun dijaman saya itu, dimana saya keteteran banget, saat ini dia bisa mendapatkan lebih banyak dan tercukupi. Yang saya sesalkan hanya "semangat" itu tidak ada. Tidak nampak.

Tapi akhirnya saya hanya bisa terdiam, tercekat tanpa ucapan keluar nyata.
Karena dia menikah bukan dengan orang yang benar-benar dicintainya.
Bukan sosok perempuan yang dulu sering bolak-balik mampir ke kamar kost saya.
Menumpang berteduh dari hujan, atau bahkan dari cari lowongan pekerjaan.
Bukan sosok perempuan yang benar-benar dia cintai seperti kala itu.
Tapi sosok perempuan yang dijodohkan dengannya.
Dan dia harus menerima, hari ini.

Ya, "semangat" itu layu karena bukan dia tidak bisa.
Tapi saya merasa semangat itu sengaja dia "matikan" , disimpan untuk sosok perempuan yang terdahulu.

Nov 7, 2011

"Bercerai" dari Blackberry


Well, tepat di tanggal cantik 1|11|2011 bertepatan dengan ulang tahun, akhirnya dengan berat hati saya 'selesaikan' urusan saya dengan RIM. Alias saya 'udahan' sama Blackbery. Yess, BB Bold generasi pertama, hitam gede buluk yang setia menemani meski jatuh bolak-balik dan lecet sana-sini, tapi tetap tiada tanding. Kecuali untuk batre borosnya itu. Pokoknya top dah, di jamannya hehe.

Beberapa hari sebelum mengambil keputusan OFF dari BB, dan semalaman sebelum saya broadcast 'pamit' Saya sudah yakinkan tekad untuk benar-benar STOP dari segala hal bernama BB. Include BBM yang biasanya bikin saya tambah puyeng itu. Dari semua BBM reply yang masuk, terbagi 3 kategori :

Menyayangkan | Setuju | Cuek |

Saya demen tipe ketiga deh, ga banyak komen langsung kirim konfirm nomornya untuk saya simpan. Sementara kelompok pertama yang lumayan banyak pula, menyayangkan dan 'menghina' mana bisa di jaman seperti ini tanpa Blackberry.

Memang karena tipe pekerjaan saya yang diharuskan terkoneksi non stop dengan klien, rekan kerja ataupun memantau kerjaan, sepertinya tidaklah terlalu berlebihan saya menyebutnya 'lompatan besar dalam 4 tahun terakhir' untuk memberanikan diri STOP BB (dapet MURI harusnya *lebay)

Mungkin kalau masih ada yang menanyakan alasan saya STOP BB, sempat saya posting di twitter juga :

1) Saya merasa terlalu dikendalikan BlackBerry®. Sebentar2 nge-cek, meskipun saya tau gada apa2 di handheld saya. Hal ini lumayan sering merusak fokus saya, dalam beberapa hal. Baik pekerjaan, keluarga, sampai nyetir mobil juga !!


2) Kadang akhirnya saya lebh banyak berprasangka buruk, kalo ada broadcast yang bolak balik saya terima dari 'teman BBM' saya. Sebal dengan orangnya, bukan tindakannya, tapi saya hanya bisa ngedumel gajelas karena merasa sudah 'meluangkan' waktu untuk melihat "PING" ehhh ternyata BBM gapenting menurut versi saya.

3) Secara langsung atau tidak, saat mengganti gambar Profile Picture BBM, saya mendapat respon yang beragam. Sebenarnya saya mau tidak semuanya harus dinilai dari tampilan gambar PP dan atau status bbm saya. Dear all,its too ridiculous if u judge on it.

4) Saya sering ber-adu emosi, argumen dan komplain gara-gara pendingnya BBM. Kadang berpengaruh pada message yang kita kirim atau terima, tapi kita sangat perhatikan statusnya yang sudah 'D' tapi blm 'R'. Hal ini kadang berakibat munculnya prasangka buruk, kecewa dan sejenisnya, baik untuk saya atau 'lawan' BBM saya. Meski kadang faktor 'signal' harusnya turut diperhitungkan.

5) Saya tdk mau terlalu dikendalikan ato 'hrs terpaksa' menjawab BBM disaat saya sangat membutuhkan waktu bersama keluarga kecil saya. Honestly I'm too scared,saat anak saya sudah mulai sering komplain bahwa saya terlalu peduli BBM daripada dia. I think it' too crazy !! enough !

6) Well alasan gabisa dihubungi sepertinya gak masuk akal. Menurut saya komunikasi bisa tetap terjalin dengan baik kok,via sms ato direct calling :) ya kan? Ga harus lewat fasilitas gratisan BBM yang malah bikin stress itu. Dan saya yakin, karena berbayar, akhirnya yang disampaikan atau dibicarakan adalah hal-hal yang memang 'penting' bukan yang kadang 'gak terlalu penting' atau malah 'ga penting banget' seperti semudah kirim BBM.

Okay..doain juga saya ga dikomplain Boss besar krn memutuskan tali persaudaraan dari jejaring grup kantor...Amien :)

Nov 2, 2011

1 | 11 | 2011


Sisa waktu saya tidak lama lagi, kalau dihitung usia rata2 orang Indonesia 60tahun, jadi "sisa" nya tinggal 33 tahunan lagi (insya'allah).

Sudah bukan jamannya lagi sih, di hari ulang tahun mengharap kado banyak dari teman-teman atau pesta ini itu dan besoknya puyeng mikirin bill (jaman dulu nih). Kali ini cukup mendapat perhatian dari keluarga kecil saya, sudah cukup membahagiakan saya.

Saya sakit, yups..saat banyak ucapakan ultah via twitter, fb dan BBM, saya malah ambruk seharian tidur. Kejutan pertama dari istri saya tercinta yang pulang dari kantor lebih awal demi saya + anak saya tercinta. Membawakan cake coklat berlumurkan aroma kopi favorit saya. Terimakasih Mami, juga Adeeva.

Tiup lilin kali ini lebih sangat terasa maknanya, dimana saya semakin tua dan sakit-sakitan. Ehh, bukan, bukan itu maksud saya..tapi 'banyak cita-cita dan pengharapan yang masih harus saya wujudkan satu persatu'

Wushhh...tiup lilin. Amin

Anyway, meski sakit tetap saya usahakan bersama gank kecil saya (it means Me + myWife + MyDeeva + her Nanny), untuk menikmati special dinner, di Cafe Pisa. Hehe she's so happy for knowing my b'day dinner with pizza and also italian dish.

Saya rasanya ga butuh kado khusus ato spesial di hari spesial saya. Keluarga saya sehat wal afiat, berkecukupan, itu saja sudah cukup. Tinggal saya 'janjian' bersama 'mimpi dan harapan' saya yang masih banyak itu, untuk bersabar satu-persatu, menunggu gilirannya tiba, untuk bertemu saya.

terimakasih juga buat semua orang-orang yang selalu ingat saya, hari kelahiran saya, dan mengucapkan doa terbaik untuk saya. Matur suwun sanget, masih bisa saling mendoakan, semoga kebaikan dan limpahan rahmat menajdi milik Anda semua juga.

Saya sudah 27 tahun. Masih muda, menjadi Bapak baru 4 tahun.
Tidak mau terjebak dengan suatu masa.
Ingin berlarian mengejar banyak impian diluar sana. Tidak menyerah.

Bismillah.

Oct 26, 2011

Purple Wolf

Purple Wolf

Types of people tend to be pretentious in attitudes and clothes.
Because, you act very bald wherever you are, and your behavior is rather inconsiderate, people at first, think you are difficult to get on with. But you are really a very honest man, and once understood, you are liked by many people.

Although you seem to be idealistic, you have sociality as well.

You work hard and persistently to your goal.
You put priority on experience when making decision, and will put that into action.
You are good matured man.
You may be taken advantage of, and inflict loss.

Sometimes you turn to drinks to get away from that stress.
You dislike common things, and will insist your own ways of thinking.
You can provide an impetus to ordinary every day.
Good fortunes, naturally comes to your side.
Even if you don't put in great effort, you can be successful by the works and help of the others around you. You are also born lucky financially and materially.

You are weak on making quick decisions.
Although you are not good at work that requires quick decision making, you have a sense of planning.
If you have someone who can put your plan into action, you will be successful.

--
Just viewing this result from here

Oct 21, 2011

Didi Kempot is Michael Jackson

19.10.2011
Sore - sore baca timeline twitter, ga percaya.
Coba cek link-nya, ketawa. Penasaran coba sendiri, ngakak ga karuan.
Sekantor ketawa barengan :))

It's too hilarious ..for sure. Google translate menterjemahkan DIDI KEMPOT seorang penyanyi, musisi Jowo asli yang Indonesia tulen, menjadi sosok nama MICHAEL JACKSON. How come ? apakah tukang kamusnya GOOGLE Translate ketiduran ? salah jagain server ? ato salah masukin jawaban kamus ? hahahaha

Whatever, it's really too funny for left :)) just once in a moment, mmm kapan lagi liat 'Mbah Google', pun bisa salah :)

---

#md-update
kalo kamu cobain sekarang sepertinya sudah "normal". It means DIDI KEMPOT still just DIDI KEMPOT, not Jacko anymore hehe

Oct 19, 2011

Agnes Monica - Rindu


Tadi waktu berangkat ngantor, radio muter lagu ini.
Ada beberapa hal yang rasanya selalu layak diperbincangkan, diperdebatkan, dan sebagainya, terutama tentang Agnes Monica. Yes, Indonesian-heartrob ini. Tentunya. Tapi kali ini saya ga mau bahas Agnes nya :) *soryNez

Mmm, apakah kamu pernah merasa lirik lagu RINDU yang dibawakan ini, dalam sekali makna sastra nya ? Ataukah kamu merasa ga paham dengan kiasan kata-kata yang terucap dalam nada yang dibawakan Agnes ?

Well, kalo kamu hidup di era 90-an pasti lumayan sering denger nama om Eros Djarot, salah satu pencipta lagu-lagu hits di era-nya. Termasuk lagu RINDU yang aslinya dulu dipopulerkan Fryda Lucyana. Pls googling aja ya :)

Mmm, saya BUKAN pecinta sastra yang beraaat ato yg kadang bahasanya ga paham. CUma saya mencintai sastra Indonesia yang menurut saya kalimat, bahasa, dan kata nya cenderung dramatis dan indah. Jujur berbeda dengan kualitas kata lagu-lagu yang muncul di era masa kini. Bukannya saya ga suka dengan kata "cenat-cenut", haha hanya saja saya yakin, kalimat yang mengandung sastra atau puisi indah akan lebih bertahan lama dan sensasinya beda. Trust me :)

Selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku

ku melayang terbang tinggi
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan

getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu

peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam

Oct 12, 2011

Cheese-Cake


Kue keju.
Meskipun bukan 100 persen makan bongkahan keju.
Pilihan ini sampai saat ini menjadi yang terbaik bagi saya.
Baiklah, jangan ditanya lemak ato takut bikin gemuk.
Saya kurus. titik.

Cheese cake ini kadang membuat saya menjadi manusia paling egois se ASEAN (ehh).Tak mau berbagi barang secuilpun, meski dimaki ataupun dijauhi (semakin senang dong)
Haha, saya ga se-egois itu sih. Cuma dengan tatapan mata nanar, pasti tidak seorangpun tega meminta jatah satu-satunya. Ya benar ! SATU. Saya cuma beli satu, untuk saya sendiri dan hal ini yang sudah saya anggap egois. Karena jujur gak pernah sekalipun saya pelit soal makanan, NEVER.
Perkecualian untuk cheese cake. titik.


Karena kantor = surga belanja+makan+hiburan, setiap sempat + pengen + ada duit, pilihannya Cheese Cake Breadtalk. Ini adalah Cheese Cake termurah, sekitar 15k untuk sekali lahap. Berbeda dengan buatan IGOR's ato Harvest kue ini masih belum mampu menandingi mereka soal rasa.


Well, at least in every bite, u will taste or even touch the heaven...halah :)
Kalo gak ada lagi, ato duit cukupnya Breadtalk gimana?

---
#MD-pedia
Cheese-Cake is a dessert consisting of a topping made of soft, fresh cheese, usually on a crust or base made from biscuit (such as a graham cracker crust), pastry or sponge cake.[1] They may be baked or unbaked. Cheesecakes are frequently sweetened with sugar and may be flavored or topped with fruit, nuts, fruit sauce and/or chocolate.

Setahun sudah ...

Hei, tidak terasa kembang api kembali menggelegar di langit
Menggeliat silih berganti dan menebarkan pesona kemewahan singkat
Tanda genap setahun perjalanan kantor "tempat saya mencari nafkah"

Tidak terasa juga setahun menjalani jungkir balik menjalani semua
Memulai dari awal, dengan tim asli, sampai menghadapi gonta-ganti personil
Semua penuh dengan cerita yang mungkin akan menjadi box office di benak saya sendiri

Well, it's hard to say "it's all fine"
Semuanya masih saya jalani, berharap bisa dan mampu memberikan kontribusi yang terbaik bagi tempat ini.
Selama masih dapat kesempatan dan menjadi rejeki.

Selamat merayakan 1 tahun, GrandCitySurabaya ...
Senang menjadi bagian perjalanan 'kelahiran'mu

10.10.11

Jul 8, 2011

Chinese Film Festival


Yeah,,menjadi bagian dari Chinese Film Festival 2011
tunggu ceritanya :)