Jul 27, 2012

Blitar



Berapa tahun aku pergi dan tak pernah mau menatapmu kembali
Berapa banyak kenangan yang harus aku kikis perlahan tanpa henti 
Seakan hitungan jari tangan tak cukup mengurai setiap jengkal mimpi
 
Aku ingat betapa tentramnya perasaan ku saat ada dia antara senyuman pagimu
Aku mengingatmu sebagai nafas dan jiwa yang tak pernah menyerah dalam hadapanku
Aku juga ingat betapa semua mencintaiku dengan senyum meski aku tak pernah tahu apakah palsu

Aku ingat setiap jengkal jalan berbatu membuatku mudah melupakanmu
Aku ingat setiap isak rindu yang melelehkan erat batinku padamu
Aku ingat setiap keputusasaan berlarut menjadi canduku

Aku pergi, jauh dari mu
Tapi kali ini aku merindukanmu
Ingin sesaat bisa kembali menikmati udara dan cintamu yang dulu
Menikmati setiap tapak penuh kabut tanpa debu, berjalan menyusuri waktu
Saat nanti masih ada waktu bersama dengan cerita baruku..

3 comments:

Fenty Fahminnansih said...

ya mudik dong :D

masbro said...

ikutan donk...

RheNdRa said...

Mbak fenty :')

Lebaran kemarin akhirnya kubulatkan tekad untuk pulang.

Tapi harapan ku sudah pupus, dan sirna. Semua keindahan yang aku harapkan perlahan menjadi satu kata yang kadang susah kita hadapi.

berubah. perubahan.